Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil: Ada Dugaan Kejahatan yang Disengaja dan Sistematis pada Tragedi Kanjuruhan

Redaksi by Redaksi
Oktober 10, 2022 2:00 pm
in Peristiwa
Tragedi Kanjuruhan

Aremania menggelar doa bersama di hari ke-7 Tragedi Kanjuruhan. Foto: Rubianto/Tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil menyebutkan ada dugaan kejahatan yang disengaja dan sistematis, dalam Tragedi Kanjuruhan, yang merenggut nyawa ratusan suporter Aremania pada 1 Oktober 2022. Terminologi kelalaian sebagai biang penyebab peristiwa ini masih dipertanyakan.

Tim Pencari Fakta Koalisi Masyarakat Sipil ini terdiri dari LBH Pos Malang, LBH Surabaya, YLBHI, Lokataru, IM 57+ Institute dan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Mereka telah melakukan investigasi selama 7 hari.

READ ALSO

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Dalam kurun waktu sepekan itu, mereka telah turun langsung ke lapangan bertemu dengan sejumlah saksi, korban dan keluarga korban. Meski masih dalam kondisi berduka, masyarakat Kota Malang tetap menuntut keadilan.

Dari hasil investigasi, kami mendapat temuan awal bahwa peristiwa kekerasan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan merupakan dugaan kejahatan yang terjadi secara sistematis. Artinya, tidak hanya melibatkan pelaku di lapangan,” ungkap Daniel Alexander dari LBH Surabaya Pos Malang kepada awak media, Senin (10/10/2022).

Dugaan itu dijabarkan Daniel dari temuan awal, bahwa terdapat mobilisasi sejumlah pasukan yang membawa gas air mata pada pertengahan babak kedua. ”Padahal saat itu tidak ada ancaman atau potensi gangguan keamanan,” beber Daniel.

Hingga kemudian begitu peluit panjang ditiup, ada sejumlah suporter yang masuk ke lapangan dengan motif sederhana untuk memberikan motivasi dan dukungan moril kepada pemain. Namun itu direspon berlenihan oleh pihak aparat sehingga terjadi tindak kekerasan.

”Hal inilah yang kemudian membuat suporter lain ikut turun ke lapangan untuk menolong suporter lain yang mengalami tindak kekerasan dari aparat keamanan. Situasi seperti ini wajar terjadi dalam sepak bola,” jelasnya.

Lagipula, dalam situasi itu aparat keamanan juga diketahui tidak menggunakan cara pencegahan lain sebelum benar-benar memutuskan menembak gas air mata. Terlebih, gas air mata yang ditembakkan juga mengarah ke tribun, tepatnya di sisi selatan, timur dan utara sehingga menimbulkan kepanikan luar biasa.

Sementara, dalam situasi kepanikan itu diketahui ada sejumlah pintu yang terkunci sehingga terjadi penumpukan orang. Hal ini berdampak sangat fatal yang mengakibatkan para korban sulit bernafas hingga menimbulkan korban jiwa.

Setelah mengalami rentetan peristiwa kekerasan, para suporter yang keluar dengan kondisi berdesak-desakan, minim mengalami pertolongan dengan segera dari pihak aparat kepolisian, para korban dengan caranya sendiri berusaha untuk keluar;

Peristiwa kekerasan dan penderitaan tidak hanya terjadi di dalam Stadion, tetapi juga terjadi di luar Stadion. Diketahui, aparat kepolisian juga ikut melakukan penembakan gas air mata kepada para suporter yang berada di luar stadion.

”Diketahui juga terdapat tindak kekerasan yang dialami para suporter. Mulai menyeret, memukul dan menendang yang tidak hanya dilakukan anggota Polri tetapi juga dilakukan oleh prajurit TNI,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pascaperistiwa, diketahui ada pihak-pihak tertentu yang melakukan intimidasi baik lewat sarana komunikasi maupun secara langsung. ”Kami menduga hal ini dilakukan agar menimbulkan suatu ketakutan kepada para saksi dan korban agar tidak memberikan suatu kesaksian,” bebernya.

Bahkan, sambung Daniel, hingga saat ini tidak ada informasi yang mendetail dari pemerintah berkaitan dengan data korban jiwa dan luka yang dapat diakses bebas oleh publik, termasuk informasi perkembangan penanganan kasus yang saat ini ditangani pihak kepolisian.

”Bahkan hingga saat ini pihaknya belum melihat kerja riil dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk menemui sejumlah saksi dan korban,” ujarnya.

Daniel menambahkan sejak tragedi terjadi, bahkan belum sampai sepekan, muncul banyak narasi yang bias. Mulai temuan minuman beralkohol hingga penggunaan terminologi “kerusuhan”.

Menurut dia, penyampaian informasi ini dapat menyesatkan fokus penyebab kasus ini. Apalagi tidak mungkin ada minuman alkohol di dalam stadion dikarenakan saat masuk ke dalam stadion sudah pasti dilakukan pengecekan.

Dari berbagai temuan awal tersebut, pihaknya menilai telah terjadi tindak kekerasan yang dilakukan secara sengaja dan sistematis, dilakukan oleh aparat keamanan, dengan tidak hanya melibatkan aktor lapangan saja, yang saat ini telah ditetapkan tersangka oleh aparat kepolisian.

”Tetapi ada aktor lain, dengan posisi lebih tinggi yang seharusnya ikut bertanggung jawab, dan perlu diproses hukum lebih lanjut,” tegasnya.

”Hingga saat ini, proses investigasi masih terus dilakukan. Kami bertemu dengan sejumlah saksi, korban yang saat ini masih kondisi parah. Ada yang mengalami gegar otak, luka memar bagian muka dan tubuhnya, ruam merah pada muka, hingga trauma yang berat,” pungkasnya.

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Tim Pencari Faktatragedi kanjuruhan

Related Posts

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi
Peristiwa

Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Duta kampus Fakultas Psikologi UIN Maliki

Pemilihan Duta Kampus Psikologi UIN Maliki 2022

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.