Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Mengenang Mereka yang Gugur di Gate 13 Stadion Kanjuruhan

Redaksi by Redaksi
Oktober 5, 2022 1:33 pm
in Peristiwa
Warga mendatangi gate 13 stadion Kanjuruhan yang menjadi tempat para pahlawan Aremania gugur.

Warga mendatangi gate 13 stadion Kanjuruhan yang menjadi tempat para pahlawan Aremania gugur. Foto/Bayu Eka

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Remaja perempuan berperawakan mungil berjaket sweater pink tampak melangkah gontai dengan mata sembab. Namanya Anindia S. Usianya masih 19 tahun. Dia tampak berjalan sendiri menuju pintu gate 13 Stadion Kanjuruhan yang saat itu tengah dikerubungi puluhan suporter, Selasa (4/10/2022) malam.

Begitu sampai di depan ‘pintu angker’ itu, pandangan mata Anindia tampak kosong. Dengan mata sayu dan menengadahkan tangan, dia memandangi pintu yang kini telah tertempel poster-poster dengan tulisan #UsutTuntas hingga taburan bunga itu.

READ ALSO

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Tak lama kemudian dia berjalan mendekat sembari menyeka air matanya dan menempelkan sesuatu. Sebuah stiker bertuliskan ‘Kanjuruhan Disaster 1 Oktober 2022’. Sebuah ungkapan tanda duka cita dari masyarakat yang tersebar dan terpampang di mana-mana.

Ternyata, tempat itu menjadi saksi bisu kematian sahabat terbaiknya. Kedatangan Anindia malam itu untuk mendoakan sahabatnya, M Rizal, remaja berusia 17 tahun yang gugur saat ingin keluar menyelamatkan diri dari kepulan asap gas air mata. Namun nahas, nyawa Rizal tak tertolong.

“Kalau kata temen-temen, dia meninggal karena sesak nafas, lalu jatuh dan terinjak-injak saat keluar lewat pintu gate 13 ini,” ungkap Anindia, yang datang jauh-jauh sendirian dari Dinoyo, Kota Malang, pada reporter tugumalang.id itu.

Seorang Aremania memanjatkan doa di gate 13 Stadion Kanjuruhan. Foto/Bayu Eka

Sebelumnya, dia juga sempat diajak oleh Rizal untuk menonton laga penuh rivalitas ini. Namun Anindia sudah memiliki firasat buruk dan memutuskan untuk tidak berangkat. Akhirnya, Rizal berangkat bersama tiga orang temannya yang berhasil selamat.

Saat insiden penembakan gas air mata itu, mereka panik dan terpencar mencari jalan keluar melarikan diri. Sialnya, Rizal hanya punya pilihan untuk kabur lewat pintu gate 13 yang ternyata dalam kondisi terkunci.

Namun Rizal sudah kadung terjebak dan tak bisa keluar kembali ke tribun yang juga masih diselimuti gas air mata. Rizal menjadi satu di antara banyak suporter yang terjebak di gate 13, meski salah satu suporter sempat menjebol tembok ventilasi.

“Kami memang baru kenal, tapi rasanya sudah kayak saudara sendiri. Aku harap arwahnya diterima di sisi-Nya, diampuni segala dosanya dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, luar biasa,” ucapnya.

Seperti diketahui, konon pintu Gate 13 di Stadion Kanjuruhan ini menjadi saksi bisu gugurnya ratusan suporter Aremania, termasuk perempuan dan anak-anak. Hingga kini, gate 13 dan juga gate 10 dikenal sebagai kuburan massal atas tragedi tersebut.

Tak heran, di pintu ini paling banyak dikunjungi para suporter dalam rangka solidaritas. Beberapa orang ikut mengirim doa, membakar menyan dan menabur bunga di depan pintu tersebut.

Tak hanya Anindia, sejumlah masyarakat lain juga ikut bersimpati dan berbondong-bondong mengirim doa, bahkan menggelar tahlil bersama mendoakan arwah para suporter yang gugur dalam tragedi tersebut.

Yang membuat semakin sedih, juga ada korban lain yang kehilangan dua orang anak kandungnya yakni Tasya,16 tahun dan Lala,14 Tahun. ”Ada anaknya satu yang selamat umur tiga tahun, ini setelah temen saya, Gebby melempar anaknya itu keluar,” kata Riska Miranda, warga asal Wajak, sambil menyeka air matanya.

Dia tidak mengetahui apakah Gebby wafat setelah berdesak-desakan di gate 13 ini atau tidak. ”Tapi untuk mengenang beliau, kita ke sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Alfi Nanda, dan Dania Hikmatur Rizky, warga Gedangan Kabupaten Malang datang ke gate 13 dengan membawa bunga dari rumahnya. Mereka terlihat menaburkan bunga itu dengan penuh kesedihan.

”Kita mengenang dua teman kita asal Sidoarjo yang meninggal dunia karena kejadian ini,” kata Alfi Nanda.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: AremaniaGate 13Tragedi Stadion Kanjuruhan

Related Posts

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi
Peristiwa

Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi

Rabu, 30 Sep 2026
Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Ditangkap Gara-gara Narkoba, Gerindra: Belum Terima Konfirmasi Resmi
Peristiwa

Gerindra Buka Suara Soal Dugaan DPRD Kabupaten Malang Ditangkap Terkait Narkoba bersama Perempuan

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Acara penandatanganan MoU FK Unisma dengan SMK Kartika IV-I Malang.

Fakultas Kedokteran Unisma Teken MoU dengan SMK Kartika IV-I Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.