Tugumalang.id – Forum Focus Group Discussion (FGD) 1 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Perkotaan Ponu yang digelar di Hotel Victory Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), pada pertengahan Oktober 2026 lalu menyisakan cerita menarik.
Di balik meja diskusi, tersimpan kerja keras tim ahli Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) yang merancang masa depan kawasan perbatasan dimana selama ini dikenal menantang secara geografis.
Penyusunan RDTR Perkotaan Ponu ini mencakup wilayah Kecamatan Biboki Anleu yang terdiri dari sembilan desa. Kawasan yang berjarak sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan dari Kefamenanu ini punya dinamika yang unik. Kota Terpadu Mandiri (KTM) Ponu menjadi bagian dari Perkotaan Ponu.
Baca Juga: ITN Malang Garap RDTR Kota Banjar, Hadirkan Solusi Penataan Ruang Berbasis Potensi Lahan

KTM sendiri merupakan kawasan transmigrasi yang dirancang dan dikembangkan secara holistik agar tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan fungsi perkotaan baru yang berpusat di Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem pada periode waktu tertentu hingga kondisi lahan kering, wilayah ini menyimpan potensi besar, mulai dari sektor pertanian, potensi mangan untuk bahan baku industri baterai dan perangkat elektronik, serta batu kaca yang masih menanti eksplorasi lebih lanjut.
“Tantangan yang paling utama adalah ekstremnya cuaca. Tapi di balik itu, ada potensi luar biasa, mulai dari sektor pertanian hingga kekayaan mineral yang menjanjikan masa depan cerah bagi kawasan perbatasan ini,” ungkap Ketua Tim Penyusun RDTR Perkotaan Ponu, Ida Soewarni ST., MT saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Dosen PWK ITN Malang Ikut Terjun Kembangkan Sistem Pantau Tata Ruang Laut Nasional Bersama KKP

Menurut Ida, proyek strategis nasional ini melibatkan sinergi lintas bidang ilmu dari perguruan tinggi, mulai dari Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Geologi, hingga Arsitektur.
Menariknya, penyusunan tata ruang ini juga menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa PWK S-1 ITN Malang tingkat akhir melalui program Kuliah Praktik (KP) dan pelibatan alumni sebagai tenaga surveyor lapangan.
FGD dihadiri oleh Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, SH., Kasubdit Binda II D Kementerian ATR-BPN Dr. Vevin, OPD, camat, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta akademisi dari Universitas Timor (Unimor).
Kehadiran para pihak ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan kearifan lokal setempat.
“Pemerintah daerah sangat menyambut baik langkah percepatan penyusunan rencana tata ruang. Menurut Wakil Bupati TTU ini demi membuka simpul-simpul ekonomi baru dan meningkatkan daya tarik investasi di wilayah perbatasan,” ujar dosen PWK ITN Malang ini.
Dikatakan Ida, semangat kebersamaan ini sejalan dengan filosofi lokal masyarakat setempat, “Salu Miomaffo-Kuluan Maubes”, yang menggambarkan kesatuan langkah dalam membangun daerah.
Dengan dukungan infrastruktur jalan yang dinilai sudah cukup baik, penyusunan RDTR Perkotaan Ponu diharapkan mampu menjadi daya tarik investasi baru bagi Kabupaten TTU.
Terlebih, lokasinya yang strategis sebagai wilayah penyangga perbatasan darat dengan Timor Leste memberikan nilai tambah geopolitik dan ekonomi tersendiri.
Melalui tahapan FGD yang terus berlanjut, dokumen tata ruang ini diharapkan mampu merumuskan arah pengembangan wilayah yang berkelanjutan, meminimalisir gesekan sosial budaya, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di bumi perbatasan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rili ITN Malang
Editor: Herlianto. A






































