Malang, Tugumalang.id – Sebanyak 734 wisudawan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) resmi dikukuhkan dalam Wisuda Program Sarjana dan Magister Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Sarwakirti, Sabtu (24/10/2026). Dalam prosesi tersebut, Rektor Unikama menekankan pentingnya integritas dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Berdasarkan data Unikama, dari total 734 wisudawan, sebanyak 636 orang merupakan lulusan program sarjana (S1) atau 86,65 persen. Sementara itu, 98 lainnya merupakan lulusan program magister (S2) dengan proporsi 13,35 persen.

Dari sisi asal daerah, Jawa Timur mendominasi dengan 547 wisudawan atau 74,52 persen. Posisi berikutnya ditempati Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 95 wisudawan, disusul Papua sebanyak 17 orang, Maluku 12 orang, Jawa Tengah 10 orang, dan Jawa Barat 7 orang.
Baca juga: Rektor Unikama Raih Penghargaan Environmental Education Campus Innovator
Rektor Unikama Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan dan keluarga yang hadir. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para sarjana dan magister untuk berkarya dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Ini bukan akhir dari perjuangan para wisudawan, melainkan awal dari karya dan pengabdian di tengah masyarakat, bangsa dan negara,” tuturnya.
Integritas Jadi Bekal Menghadapi Dunia Kerja
Prof. Sudi mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan ijazah untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Integritas, kemampuan berpikir kritis, inovasi, adaptasi, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bekal penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, kompetensi akademik harus berjalan beriringan dengan integritas. Kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama menjadi bekal agar lulusan tidak hanya mampu meraih kesuksesan, tetapi juga memperoleh kepercayaan di lingkungan kerja maupun kehidupan sosial.
Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir mandiri, etika, dan tanggung jawab agar menghasilkan inovasi yang bermanfaat.
“Jangan takut menghadapi perubahan. Takutlah apabila kita berhenti belajar ketika dunia terus bergerak maju,” pesannya.
Baca juga: Rektor Unikama Sandang Gelar Profesor, LLDIKTI Jatim Titipkan Harapan Lambungkan Mutu Pendidikan
Di tengah persaingan kerja, Prof. Sudi mengajak lulusan untuk tidak sekadar menunggu kesempatan, tetapi berani menciptakan peluang. Potensi pendidikan, teknologi, ekonomi, dan kepedulian sosial dapat dikembangkan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat, termasuk melalui kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja.
Selain kompetensi, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Semangat gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, dan kepedulian terhadap lingkungan dinilai tetap relevan di tengah kemajuan teknologi dan persaingan global.
Unikama Perkuat Kualitas Pendidikan
Prof. Sudi memastikan Unikama terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan dosen, riset, dan kolaborasi internasional. Sebagai kampus multikultural, Unikama juga berkomitmen membentuk lulusan yang kompetitif, inovatif, memiliki karakter kebangsaan, dan menjunjung tinggi toleransi.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dyah Sawitri menyampaikan selamat kepada para wisudawan Unikama. Ia meyakini para lulusan telah dibekali kompetensi yang dapat menjadi modal menghadapi tantangan di masyarakat.
“Jadi kami berharap kompetensi pengetahuan itu menjadi fondasi kekuatan lulusan. Termasuk menerapkan keterampilannya untuk menyelesaikan masalah masalah di lingkungan masing masing,” ucapnya.
Ia mengajak para lulusan Unikama memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dan kemajuan bangsa. Dyah optimistis lulusan Unikama mampu bersaing dan beradaptasi dalam menghadapi perkembangan teknologi serta tantangan global.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































