MALANG, Tugumalang.id – Dalam rangka memberikan psikoedukasi mengenai pentingnya membangun pertemanan yang sehat di lingkungan pesantren. Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggelar pengabdian masyarakat.
Program Center for Pesantren Psychological Development ini menggandeng Pondok Pesantren Darun Najah, Karangploso, Kabupaten Malang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung selama dua hari pada 20-21 Oktober 2026.
Sebanyak 500 santri putra dan putri antusias mengikuti kegiatan psikoedukasi yang dilaksanakan secara terpisah.
Baca Juga: Rektor UIN Malang Tekankan Pentingnya Reskilling Hadapi Tantangan Zaman
Materi disampaikan oleh Dr. Endah Kurniawati P, M.Psi dengan moderator Anindita Aghniacakti, M.Psi, Psikolog untuk sesi santri putri. Sedangkan sesi santri putra, materi disampaikan oleh M. Arif Furqon, M.Psi dengan didampingi Acsan Suseno, S.Psi selaku moderator.
Dalam penyampaian materi, para santri diajak memahami bahwa pertemanan yang sehat dibangun melalui tiga prinsip utama. Prinsip tersebut yakni saling mendukung dalam hal-hal positif, menghormati pilihan masing-masing, serta tidak menggunakan ancaman dalam hubungan pertemanan.
“Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan bagi santri untuk membangun relasi yang saling menghargai, aman, dan mendukung perkembangan diri,” jelas Endah.
Baca Juga: Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas
Dalam sesi psikoedukasi juga menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase pencarian identitas. Pada tahap ini, kebutuhan untuk diterima oleh kelompok sebaya menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan remaja.
Oleh karena itu, santri didorong untuk memperluas pertemanan, tetapi tetap memahami batasan diri dan mampu menghadapi tekanan dari lingkungan pergaulan.
Santri juga diingatkan untuk menghargai perbedaan di antara teman sebaya. Perbedaan karakter, pendapat, maupun pilihan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menertawakan atau merendahkan orang lain.
Sebaliknya, setiap individu perlu belajar menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan bersama di lingkungan pesantren.
Endah juga menekankan pentingnya menjadi pendengar yang baik ketika ada teman yang membutuhkan bantuan.
“Keterampilan mendengarkan dapat dilakukan dengan memberikan perhatian penuh dan tidak menyepelekan cerita teman, menatap wajah lawan bicara sebagai bentuk perhatian, serta menghargai pikiran dan perasaan yang disampaikan,” terangnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Darun Najah, Hj. Maryam Lualik, M.Psi menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Psikologi UIN Malang atas kesempatan dan perhatian yang diberikan kepada para santri melalui program pengabdian ini.
“Kegiatan ini dapat membantu santri memahami pentingnya kesehatan mental sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk membangun pertemanan yang sehat di lingkungan pesantren,” ujar Maryam.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi UIN Malang berupaya memperkuat pemahaman mengenai kesehatan mental sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang aman dan lebih suportif bagi perkembangan psikologis santri.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A




































