MALANG, Tugumalang.id – Fakultas Psikologi UIN Malang memfinalisasi kurikulum Program Studi Sarjana (S1) dan Magister (S2) melalui workshop review kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang mengintegrasikan sains dan Islam.
Kegiatan bertema Penguatan dan Finalisasi Kurikulum OBE Berbasis Integrasi Sains dan Islam, Berdampak dan Bereputasi Internasional tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (15–16/10/2026), di Auditorium Lantai 1 Fakultas Psikologi, Kampus III UIN Malang.
Workshop ini bertujuan menyempurnakan dokumen kurikulum agar selaras dengan kebijakan akademik, kebutuhan pemangku kepentingan, serta perkembangan dunia kerja. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi bagi pimpinan dan dosen untuk mengevaluasi, menyelaraskan, dan memfinalisasi kurikulum dengan pendekatan OBE, sekaligus memperkuat integrasi sains dan Islam sebagai ciri khas UIN Malang.
Dekan Fakultas Psikologi UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si., menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan langkah strategis untuk melengkapi dan menyempurnakan dokumen kurikulum Program Studi S1 dan S2 Psikologi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antargenerasi dosen dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif dan produktif. Dosen senior diharapkan berperan dalam merumuskan gagasan dan arah pengembangan, sedangkan dosen muda turut mengembangkan dan merealisasikannya melalui berbagai program inovatif.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan dinamika akademik di lingkungan fakultas,” kata Prof. Siti Mahmudah.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Siti Mahmudah juga menyampaikan pesan motivasi kepada para peserta.
“Lupakan masa lalu, jika masa lalu menghambat meraih prestasi. Ingat masa lalu jika masa lalu membuatmu semangat melambung tinggi,” ujarnya.
Baca juga: Fakultas Psikologi UIN Malang Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas
Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan peninjauan kurikulum tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah mata kuliah atau frekuensi perubahan kurikulum.
“Keberhasilan review kurikulum tidak harus diukur dari seberapa banyak mata kuliah yang ditampakkan dan seberapa sering kurikulum itu berubah. Itu harusnya diukur apakah mahasiswa bisa belajar dengan baik, apakah lulusan kita lebih kompeten, mapan, dan terserap di dunia kerja,” papar Basri.
“Serta bagaimana universitas pada akhirnya memberikan kontribusi di masyarakat,” imbuhnya.
Baca juga: Fakultas Psikologi UIN Malang Benchmarking ke Unpad, Perkuat Laboratorium dan Pembelajaran Teknologi
Melalui workshop tersebut, Fakultas Psikologi UIN Malang menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui kurikulum yang adaptif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sinergi pimpinan dan dosen menjadi modal penting dalam mewujudkan kurikulum berbasis OBE yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan karakteristik kelembagaan.
Upaya ini diharapkan menghasilkan lulusan yang unggul dalam penguasaan ilmu dan keterampilan profesional, memiliki landasan etis, spiritual, dan sosial yang kuat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko

































