Tugumalang.id – Sebanyak 12 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) dari berbagai daerah di Indonesia berhasil menembus babak final Olimpiade Bahasa Asing Sekolah Rakyat 2026. Mereka terpilih setelah bersaing dengan 6.450 siswa dari 141 SRMA dalam tahap seleksi.
Para finalis tersebut terbagi dalam tiga kategori bahasa, yakni Inggris, Arab, dan Mandarin. Masing-masing kategori diwakili empat siswa yang menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil melaju ke babak final.
Di Aula Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial (Kemensos), para finalis Olimpiade Bahasa Asing Sekolah Rakyat 2026 itu memperlihatkan keterampilan berbahasa melalui sejumlah materi ujian, mulai dari menyimak, membaca, dan menulis hingga berpidato di hadapan dewan juri serta undangan.
Baca Juga: 10 SMA Favorit di Kota Malang yang Jadi Incaran Siswa Berprestasi
Olimpiade bahasa asing ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi akademik. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi siswa Sekolah Rakyat untuk mengembangkan kemampuan, menunjukkan potensi diri, dan membangun kepercayaan diri melalui persaingan yang sehat.

Sekretaris Jenderal Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), Malik Haramain, mengatakan bahwa penyelenggaraan olimpiade tersebut merupakan inisiatif Karang Taruna untuk memberikan apresiasi kepada siswa Sekolah Rakyat.
Menurutnya, ajang ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki kemampuan dan potensi untuk meraih prestasi yang membanggakan.
Melalui olimpiade bahasa asing ini, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan keterampilan bahasa asing sebagai salah satu bekal menghadapi tantangan pendidikan dan masa depan.
Baca Juga:Kejujuran dan Kepercayaan Kunci Yayasan Pendidikan Intan Mutia Membangun Lembaga Olimpiade yang Kredibel
“Karena kita ingin memberikan apresiasi, memberikan penghargaan, dan kita ingin menunjukkan kepada bukan hanya Indonesia, tetapi dunia. Bahwa di Indonesia hari ini ada Sekolah Rakyat yang juga tidak kalah prestasinya dengan sekolah-sekolah yang lain,” katanya saat menyampaikan sambutan pada Final Olimpiade Bahasa Asing Sekolah Rakyat di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Malik Haramain menjelaskan, sejumlah perwakilan kedutaan besar turut diundang di ajang ini untuk mengenal lebih dekat Sekolah Rakyat dan potensi peserta didiknya, khususnya dalam penguasaan bahasa asing. Ia berharap kehadiran para perwakilan negara sahabat dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap prestasi siswa.
“Kita ingin menunjukkan kepada mereka. Mudah-mudahan mereka kita undang ke sini, beliau-beliau datang ke sini juga akan memberikan apresiasi terhadap pemenang-pemenang lomba tiga bahasa itu,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengapresiasi penyelenggaraan olimpiade bahasa asing tersebut karena memberikan ruang bagi siswa Sekolah Rakyat untuk mengembangkan dan menunjukkan talenta mereka. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran dan pembentukan karakter.
“Saya ingin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, dan saya ingin kegiatan ini menjadi sebuah ruang pembelajaran yang cukup luar biasa untuk kita semuanya, aktualisasi potensi. Dan yang terakhir, yang paling penting yang disampaikan oleh Pak Presiden adalah sebuah tempat untuk kita membentuk karakter anak-anak bangsa,” kata Robben.
Robben juga menjelaskan alasan pemilihan bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Mandarin dalam olimpiade ini.
Bahasa Inggris dinilai penting untuk membuka akses terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global, sedangkan bahasa Mandarin memperluas wawasan siswa mengenai salah satu pusat ekonomi dan kebudayaan dunia.
Sementara itu, bahasa Arab membuka cakrawala pengetahuan siswa terhadap kekayaan ilmu, sejarah, budaya, dan peradaban. Ketiga bahasa tersebut merepresentasikan tradisi kebudayaan dan peradaban yang memiliki sejarah panjang.
“Nah, ternyata bahasa Arab juga dipilih oleh teman-teman karena ternyata juga membuka cakrawala terhadap kekayaan ilmu, sejarah, budaya, dan peradaban. Kita tahu peradaban yang luar biasa itu kan biasanya terdiri dari bahasa, huruf, angka, bahkan sampai penanggalan. Ketiga bahasa yang hari ini dilombakan ini kan mewakili tiga budaya yang juga cukup tua dan cukup matang, kira-kira begitu,” pungkasnya.
Olimpiade bahasa asing yang mengusung tema ‘Dari Kata, Terbuka Cakrawala’ ini menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga jembatan untuk memperluas wawasan, membuka kesempatan, dan membangun kepercayaan diri siswa dalam menghadapi dunia yang semakin terhubung.
Selain kompetisi bahasa, kegiatan ini dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional dan paduan suara oleh siswa Sekolah Rakyat dari wilayah Jakarta, Bogor, dan Bekasi. Pengunjung juga dapat melihat beragam hasil karya kokurikuler siswa yang dipamerkan di lokasi kegiatan.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial Kemensos Afrizon Tanjung, Head of Chevening Scholarship Program of British Embassy Harry Stockwell, Direktur Eksekutif Indonesian International Education Foundation (IIEF) Diana Kartika Jahja, jajaran pejabat pimpinan tinggi madya Kemensos, perwakilan Bank Mandiri, BRI, BNI, dan PT Pos Indonesia, serta sejumlah undangan lainnya. (Adv)
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Kemensos
Editor: Herlianto. A


















