Jakarta, Tugumalang.id – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, mempercepat pemenuhan persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat permanen agar pembangunan dapat dimulai pada Januari 2027.
Hal tersebut disampaikan Agus Jabo saat menerima Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Agus Jabo berharap pembangunan Sekolah Rakyat bisa dimulai pada Januari 2027 sehingga fasilitas pendidikan dan asrama dapat digunakan pada Juli mendatang.
“Jadi, kalau Januari sudah bisa mulai dibangun, Juli sudah bisa dipakai. Minimal untuk kelas dan asramanya. Nanti akan ada kelas, asrama, dapur, tempat makan, dan lain-lain,” jelas Agus Jabo.
Sebelumnya, pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Simalungun sempat terkendala persyaratan lahan. Dari total lahan yang tersedia seluas 21 hektare, pemerintah daerah kini telah memecah sertifikat dan menyiapkan lahan seluas 8 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.
Baca juga: Wamensos Minta Operator Sekolah Rakyat Kelola Dapodik dengan Akurat
Selain mempercepat pemenuhan persyaratan pembangunan, Agus Jabo menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penerimaan siswa Sekolah Rakyat. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Karena itu, penerimaan siswa harus mengacu pada data objektif, dengan memprioritaskan anak-anak dari keluarga yang berada pada desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Jumlah anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang membutuhkan akses pendidikan kerap melebihi daya tampung Sekolah Rakyat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial juga menyediakan alternatif pendidikan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang diselenggarakan di sejumlah sentra Kemensos.
“Anak-anak yang tidak lolos Sekolah Rakyat, tapi umurnya sudah misalkan 15 tahun, itu Kemensos menyediakan SKB. Kerja sama dengan Kemendikdasmen,” imbuh Agus Jabo.
Baca juga: Wamensos Agus Jabo Kawal Pengajuan Sekolah Rakyat di 3 Daerah
Sanggar Kegiatan Belajar merupakan wadah pendidikan nonformal hasil kerja sama Kementerian Sosial dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Melalui program ini, anak-anak yang belum dapat mengakses Sekolah Rakyat tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C secara gratis.
Dengan demikian, keterbatasan daya tampung Sekolah Rakyat tidak menjadi penghalang bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh akses pendidikan. Kemensos terus mendorong agar setiap anak memiliki kesempatan belajar dan meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Kemensos RI
editor: jatmiko


















