Malang, Tugumalang.id – Industri sepak bola tak hanya menawarkan karier sebagai pemain di lapangan. Beragam profesi di balik penyelenggaraan kompetisi, pengelolaan klub, hingga bisnis olahraga juga membuka peluang bagi generasi muda. Hal itu dibahas dalam kegiatan I League Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (12/10/2026).
Pemain profesional Hanif Sjahbandi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di hadapan ratusan mahasiswa, pemain Arema FC itu membahas perkembangan industri sepak bola yang kini menawarkan beragam pilihan karier, tidak terbatas pada profesi pemain.
Manajer Media & Public Relation PT Liga Indonesia Baru (LIB) Hanif Marjuni menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa tentang peluang karier di industri sepak bola.
“Intinya di kegiatan ini kami menjelaskan kepada teman-teman mahasiswa bahwa sepak bola telah menjadi industri,” kata Hanif.
Menurut dia, ekosistem sepak bola saat ini membutuhkan tenaga profesional dari berbagai bidang. Di antaranya media officer, medical officer, ahli gizi, analis data, hingga tenaga operasional teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Baca juga: Arema FC Sambut Maba, Sepak Bola dan Kampus Menggerakkan Ekonomi Lokal
Hanif juga mengungkapkan besarnya perputaran ekonomi dalam industri sepak bola Indonesia. Berdasarkan kajian BRI Research Institute dua tahun lalu, perputaran uang di industri tersebut mencapai Rp 10,4 triliun.
“Ini yang coba kami sosialisasikan dan kami jelaskan bagaimana karier di profesional, baik di School League, Championship, Liga, maupun nantinya ada Cup dan juga Sepak Bola Wanita,” urainya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memahami pilihan karier yang tersedia seiring perkembangan kompetisi sepak bola di Indonesia.
Baca juga: Jejak sejarah 3 Klub Sepak Bola Tertua di Indonesia
Sementara itu, Ketua Pelaksana I-League Goes to Campus di UMM Abdul Rahman Muzaki menyebut ratusan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Peserta berasal dari sejumlah program studi, mulai Informatika, Fisioterapi, Olahraga, Ilmu Komunikasi, Hukum, hingga Psikologi.
“Semoga nanti kedepannya (serapan kerja industri sepakbola) tidak hanya dari tim medis, tapi juga ada yang broadcasting, termasuk pendidikan kepelatihan olahraga juga bisa berkecimpung di dunia sepakbola yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko


















