Tugumalang.id – SMK PGRI 3 Malang (Skariga) turut berpartisipasi memeriahkan Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dengan menggelar program servis motor gratis pada Kamis (8/10/2026). Program ini menuai apresiasi hingga kuota layanan membeludak di luar target.
Kepala SMK PGRI 3 Malang, Dr. Moch. Lukman Hakim S.T., M.M menjelaskan jika kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh seluruh SMK di Jawa Timur atas imbauan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Di Malang dan Kota Batu, kata dia ada 15 SMK lain yang juga melakukan kegiatan serupa.
”Kegiatan ini selain sebagai bakti sosial, sekaligus menjadi wadah uji kompetensi, mengasah mental dan pengalaman langsung para siswa di dunia kerja nyata,” jelas Lukman.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Sewa Motor Malang Dekat Stasiun Paling Murah dan Terpercaya
Lukman menjelaskan program ini menyasar para warga setempat, masyarakat umum, warga sekolah, hingga para pengemudi ojek online (ojol). Sebab itu, ia juga memastikan mekanik yang menangani juga merupakan siswa pilihan yang sudah memiliki kompetensi terakui.

”Kami berharap ini menjadi wadah silaturahmi juga warga sekolah kami dengan masyarakat sekaligus mengenalkan langsung produk pendidikan kejuruan kami ke publik,” harapnya.
Terpisah, Guru sekaligus Laboran Kejuruan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) SMK PGRI 3 Malang, Husni Dwi Setiawan, mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang luar biasa. Bahkan, kata dia melebihi target yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah.
Baca Juga: 5 Cara Investasi Cerdas untuk Mahasiswa: Modal Minim, Manfaat Maksimal
“Target awal dari Bapak Kepala Sekolah adalah 30 unit sepeda motor. Namun, animo masyarakat sekitar dan teman-teman ojol sangat tinggi, sehingga total pendaftar mencapai lebih dari 40 unit motor,” ujar Husni saat ditemui di Bengkel TBSM SMK PGRI 3 Malang.
Husni menjelaskan, untuk melayani puluhan kendaraan tersebut, pihaknya menerjunkan 30 siswa kelas 12. Pengawasan ketat tetap dilakukan langsung oleh guru pendamping serta melibatkan Quality Control dari DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) eksternal
“Siswa yang menangani ini kelas 12. Kita berikan kepercayaan dan pengalaman langsung melayani konsumen luar. Penanganannya tentu beda dengan pengerjaan motor praktikum sendiri. Selain teknis, mereka juga belajar pelayanan dan tanggung jawab yang jauh lebih besar,” jelas Husni.
Sebagai informasi, Kejuruan TBSM di Skariga sendiri saat ini memiliki empat kelas tiga kelas reguler dan satu kelas excellent. Sebagai bengkel bersertifikasi Yamaha Grade A, fasilitas pembelajaran disesuaikan dengan standar industri, mulai dari ruang teori, bengkel berstandar Yamaha Class, hingga area pelatihan Dojo Assembly dan Dojo 5S hasil kerja sama dengan Daihatsu Jepang.
Kerja sama industri ini bukan hal baru bagi Skariga. Sejak tahun 2006, sekolah ini telah merintis kemitraan DUDI yang dulu diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang saat itu, Peni Suparto. Lulusan TBSM Skariga kini terserap luas sebagai teknisi di bengkel resmi, industri perakitan, hingga menjadi wirausahawan mandiri.
Servis gratis ini sendiri menambah deretan panjang aksi sosial Skariga. Jika biasanya program servis gratis dilakukan secara berkala saat penerimaan siswa baru ke SMP-SMP maupun kelurahan, momen HUT ke-81 Jawa Timur kali ini menjadi momentum kebanggaan tersendiri.
Bagi siswa, menerjunkan diri langsung menangani motor milik warga memberikan tantangan tersendiri. Vinca Cahya Putra Kurniawan, siswa kelas 12 yang bertugas sebagai mekanik mengaku senang karena ini menjadi pengalaman pertamanya membongkar kendaraan orang lain.
”Tentu rasanya gugup tapi puas. Masih sekolah tapi rasanya sudah kayak kerja beneran. Memperbaiki motor sendiri dengan milik orang lain tentu beda, harus hati-hati. Datang kondisi A, keluar beres juga harus tetap A,” ungkapnya.
Lewat pengalaman nyata di Skariga ini, siswa berusia 17 tahun itu merasakan optimisme menatap masa depannya. Ia menargetkan nantinya tak hanya menjadi mekanik dalam negeri, tapi bisa bergabung dalam program penyaluran tenaga kerja ke Jepang yang difasilitasi oleh sekolah.
”Saya cita-citanya mau ikut ke Jepang saja nanti,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A


















