Tugumalang.id – Ada yang menarik dari pertemuan di Ruang Rapat LPKU Kampus 1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Senin (05/10/2026). Tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) mengambil inisiatif untuk bersurat sejak akhir September guna berdiskusi langsung mengenai tata kelola Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta persiapan Audit Mutu Internal (AMI) di ITN Malang.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen kedua perguruan tinggi dalam mewujudkan kualitas tata kelola pendidikan, perbaikan mutu berkelanjutan, dan transparansi publik.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITN Malang, Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., M.MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta Ketua Penjaminan Mutu Stikosa-AWS, Suprihatin, S.Pd., M.Med.Kom.
Baca Juga: ITN Malang Gandeng PT Chint Indonesia Perkuat Ekosistem Ketenagalistrikan dan EBT

Selain berdiskusi intensif, kedua belah pihak resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) penjaminan mutu, yang memperkuat Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dan Ketua Stikosa-AWS, Dr. Jokhanan Kristiyono, S.T., M.Med.Kom.
Maranatha mengungkapkan bahwa kunjungan Stikosa-AWS diawali dari surat permohonan resmi yang masuk ke pimpinan ITN Malang. “Mereka mengirimkan surat permohonan itu akhir September ke pimpinan, kemudian didisposisi ke SPM untuk MoU, dan MoA. Mereka ingin belajar terkait persiapan AMI dan pelaporan IKU,” ujar Maranatha.
Kunjungan benchmarking ini berfokus pada penguatan kapasitas SDM auditor internal serta digitalisasi pengelolaan sistem penjaminan mutu di Stikosa-AWS.
Baca Juga: Dipercaya Belasan Tahun, Sumba Tengah Bersama ITN Malang Garap Kajian Sekolah Nasional Terintegrasi
“Fokus utamanya adalah mendorong digitalisasi sistem AMI yang sebelumnya masih berbasis drive, sekaligus memperkuat kapasitas SDM auditor dan tim pendukungnya,” jelasnya.

Merespons kebutuhan pengembangan tersebut, SPM ITN Malang berkomitmen memberikan pendampingan teknis secara bertahap. Pendampingan ini mencakup penyusunan perangkat SPMI, penyusunan daftar tilik, hingga pelaksanaan simulasi audit mutu internal. Tak hanya fokus pada AMI, tim Stikosa-AWS juga dipandu dalam tata cara pelaporan Indikator Kinerja Utama (IKU) ke Kementerian.
“Selain AMI, mereka juga belajar pelaporan IKU karena mereka sedang mengoptimalkan mekanisme pelaporan tersebut. Kami bantu dan pandu cara menginput serta mengunggah data di sistem yang kerap mengalami pembaruan. Puji syukur ITN Malang sudah tertib melaporkan sesuai arahan pimpinan sampai triwulan kedua, dan bulan ini masuk triwulan ketiga,” tambahnya.
Dipilihnya ITN Malang sebagai rujukan tak lepas dari rekam jejak tata kelola mutu kampus yang tertib dan konsisten. Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi terus berlanjut dalam pendampingan riil di lapangan.
“Harapannya tentu berkelanjutan. Kami cukup berbangga hati ITN Malang bisa menjadi rujukan benchmarking bagi perguruan tinggi lain. Tentu kami akan support terus dan menjaga komunikasi agar penjaminan mutu mereka bisa semakin baik,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
Editor: Herlianto. A


















