Kota Batu, Tugumalang.id – Laporan dugaan aktivitas pembakaran sampah terbuka (open burning) membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu bergerak cepat. DLH menargetkan TPS3R Desa Pesanggrahan beroperasi aktif secara penuh paling lambat akhir 2026.
Keberadaan TPS3R seluas 2.000 meter persegi ini penting untuk melayani pengolahan sampah permukiman 13 RW sekaligus mengalihfungsikan TPS lama. Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan menjelaskan, pengerjaan fisik kompleks TPS3R tersebut terus dikebut.
Fasilitas sanitasi lingkungan itu nantinya disiapkan khusus untuk memproses sampah rumah tangga warga di 13 RW Desa Pesanggrahan.
“Harapan kami, Desa Pesanggrahan yang selama ini belum memiliki TPS3R yang representatif dalam sistem tata kelola sampah dapat merealisasikan aktivasi TPS3R ini di akhir tahun 2026,” ujar Dian, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Atasi Sampah, DPRD Kota Batu Dorong Percepatan Pembangunan TPS3R
Ia membeberkan, konstruksi bangunan utama berupa hanggar pengolahan diselesaikan melalui penganggaran APBDes Pesanggrahan. Pemkot Batu melalui DLH akan melengkapi sejumlah fasilitas pendukung teknis.
Di antaranya unit rumah kompos yang rampung akhir tahun lalu, perkerasan area dalam hanggar, serta pemasangan lantai konblok (paving block) di kawasan TPS3R.
Nantinya, lanjut dia, jika sudah beroperasi, TPS3R ini secara khusus memproses sampah domestik rumah tangga. DLH menegaskan tidak melayani pembuangan limbah komersial dari tempat usaha, hotel, maupun restoran.
“Kami sedang mengalkulasi neraca timbulan sampah permukiman. Kami menghitung rasio jumlah penduduk, volume timbulan sampah harian, serta perimbangan sampah organik, anorganik, dan residu yang disesuaikan dengan kapasitas sarana pendukung,” bebernya.
Kendati begitu, dengan luas tapak mencapai 2.000 meter persegi, Dian menilai daya tampung lahan sangat ideal untuk melayani beban sampah harian warga 13 RW di Pesanggrahan.
Diketahui, beroperasinya gedung TPS3R baru ini secara otomatis menghentikan operasional TPS lama di Jalan Indragiri, belakang Balai Kota Among Tani, yang sempat dikeluhkan warga. Lahan TPS lama selanjutnya dialihfungsikan menjadi jalan akses menuju Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Pesanggrahan.
“Ketika TPS3R baru ini aktif, secara bertahap TPS lama di belakang Balai Kota Among Tani akan kita sterilkan dan difungsikan sebagai jalan akses utama menuju Koperasi Desa Merah Putih,” terangnya.
Akses TPS3R diproyeksikan permanen 2027
Menurut Dian, perubahan peruntukan lahan tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan terpadu. Terlebih, Desa Pesanggrahan saat ini belum memiliki gedung Koperasi Desa mandiri.
“Langkah ini menjadi keniscayaan penataan lingkungan—mengubah TPS lama menjadi akses Kopdes sekaligus mengaktifkan TPS3R baru,” tegasnya.
Sementara itu, ketersediaan jalan akses menuju gedung TPS3R baru masih terus dimatangkan. Jalur masuk utama yang saat ini memanfaatkan jalan usaha tani (JUT) sedang disiapkan peningkatannya melalui sinergi DLH, DPUPR, serta Distan KP Kota Batu.
Dian menambahkan, sesuai arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, perkerasan akses jalan utama TPS3R diproyeksikan menjadi rute permanen pada tahun anggaran 2027.
“Sesuai petunjuk Pak Sekda, dinas teknis terkait mengupayakan pengaspalan jalan permanen pada 2027 sebagai skala prioritas rute menuju TPS3R Pesanggrahan,” imbuhnya.
Ia menilai aspirasi dan kritik masyarakat terkait kondisi sampah menjadi masukan berharga bagi perbaikan kinerja pemerintah daerah.
“Semua masukan warga menjadi bahan evaluasi penting dalam memperkuat infrastruktur dan perbaikan tata kelola sampah di Kota Batu secara berkelanjutan,” pungkas Dian.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko
















