Malang, Tugumalang.id – Pelawak senior Srimulat Topan Sugianto meninggal dunia di usia 70 tahun pada Kamis (27/8/2026). Pria asal Kabupaten Malang ini dulunya kerap tampil bersama adiknya, Leysus di grup pelawak Srimulat.
Mendiang Topan meninggal dunia di RS Wava Husada Kepanjen usai mengeluhkan sakit perut sejak pagi. Di hari-hari sebelumnya, Topan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit dan beraktivitas seperti biasa. Bahkan, pada Senin (24/8/2026), Topan masih mengisi acara di Sidoarjo.
“Kemarin malam, seharusnya (almarhum) mengisi acara di Lamongan,” ujar istri Topan, Widha Rifka Donna saat ditemui di rumah duka yang berlokasi di Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (28/8/2026).

Saat merasa tubuhnya tidak sehat, Topan memutuskan untuk membatalkan penampilannya di Lamongan. Ia sempat menghubungi panitia untuk mengkomunikasikan kondisi kesehatannya.
Untuk meredakan sakit perutnya, Topan sempat mengonsumsi obat lambung, makan bubur, dan tidur. Sekitar satu jam kemudian, ia berteriak dari dalam kamar. Saat Widha mengecek kondisi Topan, ia melihat Topan kejang dan kelopak matanya menjadi putih.
Baca juga: Patut Dikunjungi! Museum Srimulat di Kota Batu Hadirkan Nostalgia Grup Lawak Legendaris Indonesia
Widha kemudian menghubungi putrinya, Angela untuk mengantar Topan ke rumah sakit. Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Topan kerap mengeluh sakit dan ingin menelpon saudara-saudaranya.
“Sesampainya di rumah sakit, saya minta beliau untuk istighfar,” kata Widha.
Di rumah sakit, detak jantung Topan sempat melemah. Tekanan darahnya pun turun hingga 50/35. Dokter melakukan upaya resusitasi hingga lima kali, namun kondisi Topan tak kunjung membaik.
Dokter pun meminta keluarga untuk mengikhlaskan pelawak senior tersebut. Topan dinyatakan meninggal dunia karena henti jantung. Jenazah almarhum dimandikan di RS Wava Husada dan dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Baca juga: Google Doodle Kenang Maestro Didi Kempot, Godfather of Broken Heart Indonesia
Widha menyebut, suaminya tidak memiliki riwayat sakit jantung. Akan tetapi, tekanan darahnya kerap tinggi. Bahkan di pagi hari sebelum ia sakit, tekanan darah atas (sistolik) Topan mencapai 179.
“Tidak ada tanda-tanda, tidak ada firasat apapun. (Kematian almarhum) benar-benar mendadak,” ujarnya.
Topan bahkan sudah memiliki jadwal manggung selama beberapa hari ke depan. Biasanya, ia memang mendapatkan banyak undangan untuk mengisi acara di momen Maulid Nabi.
Pada Minggu (30/8/2026), Topan semestinya mengisi acara di Jember. Lalu pada Jumat (4/8/2026), Topan diundang untuk mengisi acara di Sendangbiru. Sementara pada Sabtu (5/8/2026), Topan dijadwalkan menghibur warga Blitar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























