Terengganu-Malaysia, Tugumalang.id – Tujuh medali bukan satu-satunya cerita yang dibawa pulang 10 pelajar MTsN 3 Malang dari Malaysia. Mereka juga mendapat pengalaman berkompetisi dan berinteraksi dengan pelajar Thailand serta Malaysia.
Ajang yang berlangsung pada 16–20 Agustus 2026 itu diikuti pelajar dari tiga negara. Selain kompetisi, kegiatan tersebut juga menghadirkan workshop pariwisata berkelanjutan.
“Kami ingin membawa nama madrasah, tapi juga membawa diri kami sendiri,” ujar Kenzo Askar Sakti Prayoga, siswa kelas 8D yang meraih dua medali.
Dari 10 pelajar yang dikirim, lima di antaranya meraih tujuh medali. Prestasi tersebut terdiri atas medali emas, perak, dan perunggu.
Daftar peraih medali:
- Kenzo Askar Sakti Prayoga: Gold English Olympiad dan Bronze Math Olympiad.
- Alaric Muhammad Sabil: Silver English Olympiad dan Gold Math Olympiad.
- Jibril Safaraz Azaria: Gold English Olympiad.
- Binar Gadiza Askana Sakhi: Gold Story Telling.
- Balakosa Chandra Herman: Silver English Speech.
Baca juga: MTsN 3 Malang Borong 7 Medali di Ajang Asia Tenggara
Di balik prestasi tersebut, ada peran guru pembimbing Erick Kemal dan Laksmi Diah Sari. Keduanya mendampingi para pelajar selama mengikuti rangkaian kegiatan.
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka berlatih pidato bahasa Inggris hingga larut malam di hotel. Bahkan di pesawat, mereka masih membaca naskah,” ungkap Erick.
Laksmi menambahkan, “Yang membuat saya bangga bukan hanya medali, tapi cara mereka berinteraksi dengan pelajar Thailand dan Malaysia. Mereka bertukar nomor kontak, bertukar cerita tentang makanan khas, bahkan belajar beberapa kata dalam bahasa Melayu.”
Belajar dari Kompetisi Internasional
Selain mengikuti kompetisi, para pelajar mengikuti workshop pariwisata berkelanjutan. Kegiatan tersebut membuka wawasan mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan dan budaya.
“Kami diajak melihat bagaimana UniSZA mengelola kampus ramah lingkungan. Kami jadi sadar, prestasi tidak hanya tentang nilai, tapi juga bagaimana kami menjadi pribadi yang bermanfaat,” ujar Binar, peraih Gold Story Telling.
Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, mengaku tidak menyangka anak-anak didiknya bisa secepat ini menembus level internasional.
“Program kelas talenta memang kami rancang untuk menggali potensi, tapi melihat mereka berdiri di panggung internasional—saya hampir menangis. Ini bukti bahwa pendidikan tidak hanya tentang ruang kelas, tapi tentang keberanian melangkah keluar zona nyaman.”
Ia juga berpesan kepada seluruh siswa, “Teruslah bermimpi, karena mimpi tidak memiliki batas negara.”
Rombongan pelajar MTsN 3 Malang pulang bukan hanya membawa tujuh medali. Mereka juga membawa pengalaman, foto, serta cerita pertemanan lintas negara.
Mereka membuktikan bahwa pelajar madrasah bisa bersaing, berbudaya, dan mendunia.
Matsaneti Goes International!
“Berprestasi itu penting, tetapi berani mencoba dan rendah hati itu jauh lebih berharga.,” kata Hj. Warsi, Kepala MTsN 3 Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis MTsN 3 Malang
editor: jatmiko





























