Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Internasional

Konflik Rusia dan Ukraina, Begini Pandangan Dosen Universitas Brawijaya

Redaksi by Redaksi
Februari 25, 2022 6:34 pm
in Internasional
Ilustrasi. Pasukan Tank Russia memasuki Ukraina. foto/Financial T

Ilustrasi. Pasukan Tank Russia memasuki Ukraina. foto/Financial T

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Konflik antara Rusia dengan Ukraina sudah meruncing. Pihak Rusia sudah memulai mengumumkan peperangan mereka. Banyak negara sudah mulai memberikan sanksi pada Rusia.

Lantas, dimana harusnya posisi Indonesia? Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, Arief Setiawan SIP MA menilai posisi Indonesia harus tetap menerapkan politik bebas aktif.

READ ALSO

Acoustic Kitty, Saat CIA Jadikan Kucing sebagai Mata-mata di Era Perang Dingin

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini 10 Fakta Menariknya

“Dan berpegang teguh sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu mewujudkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” ujarnya, Jum’at (25/2/2022).

Arief menegaskan Indonesia harus segera mendorong kedua negara untuk berdamai. Jika tidak, Indonesia dinilai harus mengambil langkah mencegah agar jangan ada negara lain yang terlibat dalam konflik tersebut.

“Indonesia harus mendorong agar kedua negara berdamai, itu langkah paling maksimal. Langkah minimalmnya Indonesia harus mencegah jangan ada negara yang terlibat jangan sampai meluas melibatkan negara lain. Karena akan makin susah menyelesaikannya,” tuturnya.

Alumni Magister di Peoples Friendship University of Russia ini mengungkapkan Indonesia punya kedekatan khusus dengan Rusia.

“Pemerintah harus segera melobi rusia agar menghentikan serangan karena kita harus belajar soal Irak, Afghanistan dan Libya akan jadi konflik berkepanjangan, membuat masyarakat tidak aman dan anak anak akan terlantar,” imbuh Arief.

Namun, tambah dia, Indonesia harus mengambil sikap dengan cara tidak mengancam tapi melakukan lobi. “Indonesia punya sejarah panjang dengan Rusia dan Indonesia juga masih dibutuhkan oleh mereka. Apalagi warga Rusia itu menilai Indonesia adalah saudara muda mereka,” paparnya.

Terlebih, Indonesia punya hubungan spesial dengan Rusia sejak era Bung Karno. “Saya di sana dulu 3 tahun dan tahu betul Rusia sangat menghargai Indonesia. Kita ingat bagaimana Bung Karno disambut rakyat Moscow, bahkan Rusia juga membantu saat pembebasan Irian Barat,” urai Arif.

Terlebih, banyak lagu Indonesia yang diterjemahkan ke Bahasa Rusia dan menjadi lagu hits di negara tersebut. Bahkan pada tahun 2014 ada 7 kampus di Rusia yang membuka Program Studi Bahasa Indonesia.

Dengan demikian, kedekatan historis inilah yang harus dimanfaatkan Indonesia dengan cara melakukan lobi yang tidak mengancam. “Sebab jangan sampai Indonesia mengeluarkan pernyataan yang justru memanaskan situasi,” pungkas Arief.

Reporter: Ulul Azmy
editor: Jatmiko

Tags: perangrusiaukraina

Related Posts

Kucing sebagai mata-mata
Internasional

Acoustic Kitty, Saat CIA Jadikan Kucing sebagai Mata-mata di Era Perang Dingin

Selasa, 7 Apr 2026
Fakta menarik Mojtaba Khamenei
Internasional

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini 10 Fakta Menariknya

Senin, 9 Mar 2026
Potret Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Foto: Pinterest @zahra)
Internasional

Fakta-Fakta Penting Tewasnya Ali Khamenei dalam Serangan Udara di Teheran

Selasa, 3 Mar 2026
Bendera Iran, Amerika, dan Israel (Foto: Dado Ruvic/ Reuters)
Internasional

Dulu Sahabat, Kini Saling Serang: Sejarah Hubungan Iran, Amerika dan Israel

Selasa, 3 Mar 2026
Demonstrasi massa dalam Revolusi Iran 1978–1979 yang menuntut perubahan pemerintahan. (Foto: Pinterest @Eliza Annette)
Internasional

Perjalanan Revolusi Iran 1978–1979 dan Lahirnya Republik Islam

Selasa, 3 Mar 2026
Asap hitam terlihat membumbung di kawasan perkotaan di tengah eskalasi Perang Iran–Israel. (Foto: Mahmud HAMS/ AFP)
Internasional

Fakta Serangan Amerika dan Balasan Iran serta Dampaknya

Selasa, 3 Mar 2026
Next Post
Pengeras Suara di Masjid dan Musala

Pengeras Suara di Masjid dan Musala

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.