Malang, Tugumalang.id – Pasokan air bersih untuk fasilitas MCK Wisata Aeng Hamid Rusdi, Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang, kini lebih stabil setelah terintegrasi dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) memasang teknologi tepat guna berupa PLTS yang terintegrasi dengan sistem filtrasi air sungai. Tim juga memperkuat manajemen promosi digital menggunakan aplikasi Buffer.
Program tersebut merupakan hibah tahun kedua dan kelanjutan kegiatan pengabdian pada 2025. Tahun lalu, tim ITN Malang membuat sistem filtrasi air Sungai Wonokoyo untuk kebutuhan MCK serta digitalisasi promosi dasar melalui pembuatan konten media sosial.
Tahun ini, program ditingkatkan dengan penguatan sistem energi dan manajemen promosi.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITN Malang Deddy Rudhistiar, S.Kom., M.Cs., mengatakan inovasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengelola Wisata Aeng Hamid Rusdi.
“Kawasan Wisata Aeng Hamid Rusdi ini punya potensi besar, tapi persoalan mendasar seperti ketersediaan air bersih untuk fasilitas MCK sering terganggu ketika ada pemadaman listrik. Melalui integrasi panel surya dan sistem monitoring berbasis web, kami ingin memastikan kebutuhan air bersih tetap terjamin secara mandiri, stabil, dan ramah lingkungan,” ujar Deddy saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Rabu (19/08/2026).
Baca juga: Kembangkan Model Spasial Dinamis untuk Penanggulangan Kemiskinan Multidimensi, Dosen PWK ITN Malang Ardiyanto Maksimilianus Gai Raih Doktor dari IPB University
Penguatan fasilitas fisik itu juga diikuti pembenahan tata kelola promosi.
“Bila tahun lalu digitalisasi masih sebatas pembuatan konten di media sosial, di tahun kedua ini kami tingkatkan ke manajemen konten terstruktur, termasuk menjadwalkan pembuatan dan publikasi konten secara teratur,” lanjut dosen S-1 Teknik Informatika ITN Malang tersebut.
Pada program tahun lalu, sistem filtrasi air Sungai Wonokoyo masih bergantung pada listrik PLN. Saat listrik padam, pasokan air bersih hanya berkisar 400–500 liter per hari atau sekitar 40–50 persen dari kebutuhan ideal. Pelayanan sanitasi berada di angka 65 persen.
Kini, sistem filtrasi menggunakan energi terbarukan melalui PLTS terintegrasi. Sistem tersebut dilengkapi modul surya 360 Wp, MPPT, baterai, serta pompa DC.
Sistem itu mampu mengisi tandon berkapasitas 1.050 liter dalam waktu empat jam secara mandiri. Pasokan air bersih meningkat stabil hingga 1.000 liter per hari. Proyeksi tingkat kelayakan sanitasi dan kesehatan kawasan pun mencapai 90 persen.
Sistem energi bersih tersebut dilengkapi website monitoring berbasis Laravel buatan tim ITN Malang. Pengelola dapat memantau tegangan, arus, daya, dan riwayat pemakaian energi secara real time.
Di sisi promosi, tim ITN Malang mengenalkan aplikasi Buffer untuk menyusun kalender konten, mengatur tema, dan menjadwalkan publikasi media sosial.
Baca juga: ITN Malang dan Pemkab Lembata Susun HSPK-ASB untuk APBD 2027
Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman dan keterampilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengelola promosi digital meningkat dari baseline awal 52,12 persen menjadi 90,30 persen.
Lurah Wonokoyo Bagus Vavan Setiawan, ST., MM., mengapresiasi kontribusi akademisi ITN Malang bagi wilayahnya.
“Kehadiran tim ITN Malang sangat membantu kami. Masalah air di fasilitas umum yang dulunya sering dikeluhkan pengunjung kini sudah ada solusinya dengan tenaga surya. Ditambah lagi, pemuda Pokdarwis sekarang makin mahir mengemas konten promosi digital, sehingga Wisata Aeng bisa lebih dikenal masyarakat luas,” ungkap Bagus.
Ketua Pokdarwis Kelurahan Wonokoyo Fajar Isnaini juga mengapresiasi pendampingan berkelanjutan dari akademisi dan mahasiswa ITN Malang.
“Dulu kalau listrik mati, pompa mati, air MCK langsung habis dan kami bingung. Sekarang dengan adanya PLTS dan tandon yang selalu terisi, operasional jadi jauh lebih lancar. Pelatihan promosi digitalnya juga praktis, kami jadi tahu cara menjadwalkan konten Instagram dan website tanpa repot,” tutur Fajar.
Kegiatan pengabdian tersebut melibatkan tim multidisiplin yang terdiri atas tiga dosen. Mereka adalah Deddy Rudhistiar, S.Kom., M.Cs. dari Teknik Informatika S-1, Ir. Deviany Kartika, MT dari Teknik Sipil S-1, dan Emmalia Adriantantri, ST., MM. dari Bisnis Digital S-1.
Tim juga dibantu lima mahasiswa lintas program studi, yakni Rifki Andhika, Moch. Huda, Aldo Eka Pratama Putra, Shabrina Dwiputri, dan Arliza Nurazizah. Mereka turut mendapatkan rekognisi SKS.
Program pengabdian tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
editor: jatmiko




























