Malang, Tugumalang.id – Perjalanan menuju Gunung Bromo tak hanya menyuguhkan panorama pegunungan yang memukau. Di sepanjang jalur menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), wisatawan juga dapat menemukan beragam destinasi menarik untuk disinggahi, mulai dari air terjun, desa wisata, hingga kafe berlatar pegunungan.
Setiap jalur menuju Bromo memiliki karakter dan daya tarik yang berbeda. Baik melalui Tumpang di Kabupaten Malang, Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, maupun Penanjakan melalui Tosari di Kabupaten Pasuruan, masing-masing menawarkan pengalaman perjalanan yang tak kalah menarik sebelum tiba di kawasan Bromo.
Berikut rekomendasi destinasi wisata yang dapat disinggahi di sepanjang tiga jalur utama menuju Gunung Bromo.
Jalur Tumpang, Kabupaten Malang
Jalur Tumpang menjadi salah satu akses favorit menuju Gunung Bromo dari Kota Malang. Rute sepanjang sekitar 53 kilometer ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Perjalanan melewati Kecamatan Tumpang, Desa Gubugklakah, Desa Ngadas, Pertigaan Jemplang, hingga kawasan savana dan lautan pasir Bromo.
Medan jalan didominasi tanjakan dan tikungan, terutama setelah Desa Gubugklakah menuju Jemplang. Karena itu, pengendara disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat.
Selain menjadi jalur utama menuju Bromo, rute ini juga menawarkan sejumlah destinasi wisata yang layak disinggahi.
Baca juga: 6 Kafe Cantik saat Perjalanan ke Gunung Bromo, Ada yang di Jalur Malang
Air Terjun Coban Pelangi
Air Terjun Coban Pelangi berada di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Lokasinya berada di tepi jalur utama menuju Bromo sebelum Desa Ngadas dan Pertigaan Jemplang.
Dari pusat Kota Malang, destinasi ini berjarak sekitar 32 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu hingga satu setengah jam. Banyak wisatawan menjadikannya lokasi singgah sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan TNBTS.
Kopi Ngadas
Bagi wisatawan yang ingin beristirahat sambil menikmati suasana pegunungan, Kopi Ngadas dapat menjadi pilihan. Lokasinya berada di Jalan Raya Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, searah dengan jalur menuju Gunung Bromo.
Kafe ini kerap menjadi tempat singgah untuk menikmati kopi maupun makanan hangat sebelum perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Bromo.
Bromo Hillside
Di sekitar Pertigaan Jemplang terdapat Bromo Hillside yang menawarkan panorama Pegunungan Tengger dari ketinggian.
Lokasinya berada sekitar 23,5 kilometer dari Kecamatan Tumpang atau sekitar 50–60 menit perjalanan. Tempat ini menjadi salah satu titik favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan sebelum memasuki kawasan Bromo.
Jalur Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo
Dari Kabupaten Probolinggo, wisatawan dapat memasuki kawasan Gunung Bromo melalui jalur Cemoro Lawang. Jalur ini dimulai dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, yang berada di bibir kaldera Bromo.
Setelah melewati pintu masuk kawasan, perjalanan berlanjut menuju lautan pasir atau Segara Wedi sebelum mencapai area parkir dan tangga menuju Kawah Bromo.
Air Terjun Madakaripura
Air Terjun Madakaripura berada di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Lokasinya berada di jalur yang sama menuju Kecamatan Sukapura sehingga kerap menjadi bagian dari paket wisata Bromo.
Dari area parkir, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 20–30 menit untuk mencapai lokasi air terjun.
Desa Wisata Ngadisari
Desa Ngadisari berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut dan dihuni mayoritas masyarakat Suku Tengger yang masih mempertahankan adat serta tradisi turun-temurun.
Selain menjadi pintu masuk utama menuju kawasan TNBTS, desa ini menawarkan panorama pegunungan dan hamparan lahan pertanian dataran tinggi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Baca juga: Agar Lebih Melokal 4 Spot Foto Terbaik di Gunung Bromo Ganti Nama
Jalur Penanjakan via Tosari, Kabupaten Pasuruan
Jalur Tosari menjadi akses utama menuju Penanjakan 1 dari sisi Kabupaten Pasuruan. Rute ini banyak dipilih wisatawan yang berangkat dari Surabaya maupun Pasuruan untuk menikmati matahari terbit di Gunung Bromo.
Perjalanan melewati Kecamatan Tosari, Desa Wonokitri hingga Pos Dingklik sebelum memasuki kawasan TNBTS. Sebagian besar kondisi jalan telah beraspal dan cukup lebar untuk dilalui kendaraan.
Desa Wisata Tosari
Desa Tosari berada di kawasan dataran tinggi dengan udara yang sejuk. Wilayah ini juga menjadi salah satu permukiman masyarakat Suku Tengger.
Selain menjadi pintu masuk menuju Bromo, Tosari menawarkan wisata budaya, Kampung Kelir dengan mural warna-warni, serta lokasinya yang berdekatan dengan Taman Edelweiss Wonokitri.
Banyu Biru Tosari
Pemandian Alam Banyu Biru berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Lokasinya memang tidak berada di jalur langsung menuju Bromo melalui Tosari.
Meski demikian, destinasi ini memiliki keterkaitan dengan masyarakat Tengger melalui tradisi ziarah ke makam kuno yang berada di dalam kompleks pemandian pada waktu-waktu tertentu. Pemandian yang telah dikenal sejak masa kolonial Belanda ini memanfaatkan sumber mata air alami yang jernih dan hingga kini masih menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Pasuruan.
Setiap Jalur Punya Daya Tarik Berbeda
Masing-masing jalur menuju Gunung Bromo menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda. Selain menikmati panorama alam selama perjalanan, wisatawan juga dapat menyempatkan diri mengunjungi berbagai destinasi wisata yang berada di sepanjang rute.
Pemilihan jalur dapat disesuaikan dengan titik keberangkatan maupun tempat wisata yang ingin disinggahi sebelum atau sesudah menjelajahi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
editor: jatmiko























