Rabu, September 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

UM Sukses Selenggarakan Konferensi Internasional WCGS 2

Kolaborasi dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM)

Redaksi by Redaksi
Oktober 6, 2021 6:19 pm
in Pendidikan
UM sukses laksanakan konferensi WCGS 2
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Pusat Gender dan Kesehatan (PGK), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang (UM) kembali menyelenggarakan World Conference on Gender Studies (WCGS) untuk kedua kalinya, pada Rabu (6/9/2021),

Konferensi yang dilaksanakan secara daring ini turut menggandeng School of Human Resource Development and Psychology (SHARPS) Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan didukung oleh Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak Indonesia (ASWGI). Dengan mengusung tema “Gender Equity And Social Inclusion For Social Resilience”.

READ ALSO

UIN Malang Gelar Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama Pemuda

Dipercaya Belasan Tahun, Sumba Tengah Bersama ITN Malang Garap Kajian Sekolah Nasional Terintegrasi

Rektor UM rof Dr AH Rofi’uddin MPd saat membuka WCGS 2 / tangkapan layar

Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr AH Rofi’uddin MPd membuka acara tersebut. Diskusi ini berlanjut hingga terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi Plenary I, bertindak sebagai moderator sesi pertama adalah dosen UTM Dr Mohd Ferdaus Harun, dengan pemateri perwakilan SHARPS UTM Prof Dr Siti Aisyah Bt Panatik dan Ketua ASWGI Prof Dr Emy Susanti.

Pada panel tersebut, Prof Siti Aisyah berbicara tentang perubahan dalam dunia kerja yang disebabkan oleh pandemic COVID-19. Seperti, semakin normalnya kerja dari rumah (WHF) dan runtuhnya batas antara ranah publik dan privat. Ia menyebut bahwa integrasi antara ruang kerja dan ruang hidup saat ini bisa menjadi gambaran masa depan dalam pengelolaan dunia kerja dan keseharian.

“Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan, khususnya perempuan, mengalami beban kerja yang besar. Karena beberapa pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan dapat menghabiskan waktu dan energi mereka lebih dari pekerjaan profesional mereka, sehingga mudah membuat mereka merasa stress,” katanya.

Prof Emy Susanti menambahkan, pandemi COVID-19 juga berakibat pada beberapa perubahan dalam keluarga, termasuk masalah kontradiktif kerja produktif di luar rumah yang dibayar dan pekerjaan di rumah.

“Apa yang bisa kita pelajari dari perubahan keluarga selama pandemi COVID-19 adalah munculnya ketidaksetaraan gender secara bersamaan. Itulah sebabnya perubahan ini membutuhkan lebih banyak perhatian. Kesetaraan gender harus menjadi bagian dari perubahan sosial dan keluarga sehingga akan memperkuat ketahanan sosial,” ungkap dia.

Selanjutnya, seminar berlanjut pada sesi Plenary II yang dipandu Diirektur Hubungan Internasional, UM Dr Evi Eliyanah. Serta perwakilan Monash University Dr. Nadirsyah Hosen, perwakilan University of Konstanz Dr Mirjam Lücking dan perwakilan UM Dr. Ahmad Munjin Nasih selaku narasumber. Ketiganya membahas perdebatan tentang hukum Islam dengan Indonesia sebagai contoh kasus.

Nadirsyah Hosen atau biasa disapa Gus Nadir membahas tentang peran publik perempuan dalam reinterpretasi hukum Islam yang selama ini didominasi oleh laki-laki. Sehingga dapat mengakomodasi kepentingan dan pengalaman perempuan. Menurutnya, perlu infrastruktur sosial dan hukum yang baik dan responsif terhadap isu-isu perempuan untuk dapat mendorong terbentuknya perdebatan yang sehat tentang hukum agama, khususnya yang memiliki dimensi gender yang kuat. “Silakan tafsir agama diperdebatkan, tetapi kita tidak boleh lupa menyiapkan sistem sosial dan hukum yang menjamin keamanan setiap orang,” tegasnya.

Dr Mirjam Lücking, membahas tentang dimensi gender dalam mobilitas orang Indonesia ke dunia Arab, termasuk ke Arab Saudi dan Yerusalem. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Lücking menemukan bahwa tidak saja hubungan antara Muslim Indonesia dengan dunia Arab bersifat ambivalen, namun juga sarat dengan elemen gender.

kegiatan World Conference on Gender Studies (WCGS) 2 oleh Pusat Gender dan Kesehatan (PGK), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang (UM) berkolaborasi dengan School of Human Resource Development and Psychology (SHARPS) Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan didukung oleh Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak Indonesia (ASWGI) / tangkapan layar

Muslim Indonesia yang melakukan perjalanan ibadah ke dunia Arab, lanjutnya, pada satu sisi mengagungkan dunia Arab sebagai tempat lahirnya Islam dan tempat orang-orang suci dan alim, tapi juga sangat kritis terhadap norma dan nilai yang dipegang oleh orang Arab, termasuk yang berkaitan dengan gender sehingga pada akhirnya, mobilitas berbasis agama yang terorganisir dengan rapi ini cenderung mengukuhkan identitas ke-Indonesiaan mereka, termasuk nilai dan norma gender yang terkait identitas keindonesiaan.

Sedangkan Ahmad Munjin Nasih menyoroti pergeseran perempuan pesantren dalam konstelasi kepemimpinan pesantren. Dengan semakin menguatnya kepemimpinan perempuan di pesantren, hal ini menegaskan pentingnya peran perempuan tidak hanya dalam pendidikan namun juga dalam produksi keilmuan tentang Islam itu sendiri. Dalam konteks pesantren, peran ulama perempuan sangat signifikan dalam mengarusutamakan pengalaman dan pandangan perempuan dalam reinterpretasi hukum syari’ah.

“Untuk itu, pentingnya keterlibatan ulama laki-laki dalam mendukung pengarusutamaan gender di pesantren agar kampanye kesetaraan gender tidak terkesan ofensif karena dilakukan oleh pihak tertindas. Keterlibatan laki-laki akan menjadi penguat bahwa kesetaraan dan keadilan gender adalah agenda bersama untuk kemaslahatan ummat,” tukas dia.

Adapun, sesi konferensi kemudian dilanjutkan dengan diskusi parallel yang terbagi dalam lima ruangan dengan masing-masing mengakomodasi sekitar 15 hingga 20 pemateri. Topik yang diangkat sangat beragam, mulai dari pendidikan, media, sastra, kesehatan dan lain-lain. Diskusi pada masing-masing ruangan juga cukup hangat.

“Dengan demikian, diharapkan konferensi yang diapresiasi banyak peserta karena juga menampilkan juru bahasa isyarat ini bisa menjadi wadah penting bagi diseminasi pemikiran dan ide-ide bernas tentang kesetaraan dan inklusivitas,” tandas Ketua PGK LP2M UM Azizatuz Zahro’.

 

Tags: Rektor UMUMUniversitas Negeri Malang

Related Posts

7114af42 811c 4591 Bd93 755961994335
Pendidikan

UIN Malang Gelar Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama Pemuda

Rabu, 30 Sep 2026
Dipercaya Belasan Tahun, Sumba Tengah Bersama ITN Malang Garap Kajian Sekolah Nasional Terintegrasi
Pendidikan

Dipercaya Belasan Tahun, Sumba Tengah Bersama ITN Malang Garap Kajian Sekolah Nasional Terintegrasi

Rabu, 30 Sep 2026
ITN Malang Gelar Seminar Deep Learning Bersama Pakar AI Taiwan
Advertorial

ITN Malang Gelar Seminar Deep Learning Bersama Pakar AI Taiwan

Selasa, 29 Sep 2026
10 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi QS Asia University Rankings 2026
Pendidikan

10 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi QS Asia University Rankings 2026

Senin, 28 Sep 2026
OSHIKA MABA 2026 Unisma Kenalkan 17 SDGs kepada Ribuan Mahasiswa Baru
Pendidikan

OSHIKA MABA 2026 Unisma Kenalkan 17 SDGs kepada Ribuan Mahasiswa Baru

Senin, 28 Sep 2026
Dosen Informatika Unisma Raih Sertifikasi Kompetensi BNSP Data Analyst
Advertorial

Dosen Informatika Unisma Raih Sertifikasi Kompetensi BNSP Data Analyst

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Wacana Ganjil genap di Kota Malang

Wacana Kebijakan Ganjil Genap di Kota Malang Tunggu Kajian Forum Lalulintas

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.