Malang, Tugumalang.id – Musim penerimaan mahasiswa baru (Maba) kembali membawa dampak signifikan bagi kawasan kos di sekitar kampus Kota Malang. Salah satunya terlihat di Graha Agung Merjosari, Kota Malang yang mencatatkan tren positif dengan lebih dari 100 penyewa baru dalam periode April hingga Juni 2026.
Lonjakan yang terjadi di hunian yang dikembangkan PT Tomoland itu menjadi fenomena berulang setiap tahun seiring dimulainya proses penerimaan maba di berbagai perguruan tinggi di Malang. Tingginya jumlah mahasiswa dari luar daerah yang membutuhkan tempat tinggal membuat permintaan kamar kos meningkat tajam dibandingkan bulan bulan biasa.
Staff Marketing Manajemen Kos Tomoland, Asma Tazkiya mengatakan bahwa peningkatan jumlah pencari kos mulai terlihat sejak April dan terus berlanjut hingga menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
“Setiap musim mahasiswa baru memang selalu terjadi peningkatan. Kalau hari biasa rata rata sekitar enam orang melakukan survei per hari. Saat musim maba bisa mencapai 17 orang bahkan lebih. Mayoritas yang datang adalah mahasiswa baru yang sedang mencari tempat tinggal sebelum kuliah dimulai,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar penyewa baru berasal dari luar Kota Malang. Ia melihat, calon penyewa cenderung mencari hunian jauh jauh hari untuk mendapatkan lokasi yang strategis dan sesuai kebutuhan.
Baca juga: Investasi Kos Tomoland di Malang, Solusi Hunian Produktif Dekat Kampus

Pemasaran digital yang dilakukan secara aktif oleh tim manajemen kos menjadi faktor lonjakan pencari hunian. Sebagian besar mahasiswa baru yang datang untuk survei mengaku pertama kali mengetahui rumah kos Tomoland melalui media sosial, terutama TikTok dan Instagram.
Melalui kedua platform tersebut, calon penyewa dapat melihat langsung kondisi kamar, fasilitas hingga suasana lingkungan kos sebelum datang ke lokasi. Menariknya, mayoritas mahasiswa yang melakukan survei itu akhirnya memutuskan untuk menyewa kamar setelah melihat langsung kawasan Graha Agung Merjosari.
“Hampir semua mahasiswa baru yang saya dampingi saat survei akhirnya memutuskan untuk menyewa. Banyak yang merasa kawasan Graha Agung Merjosari cocok untuk mahasiswa karena lingkungannya luas, tenang, dan aman,” bebernya.
Baca juga: Meningkatkan Kualitas Hunian, Tomoland Hadirkan ApartKost demi Kenyamanan Mahasiswa Pendatang di Malang
Lebih jauh, Asma menjelaskan bahwa faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama para orang tua maupun mahasiswa saat memilih tempat tinggal. Dikatakan, kawasan Graha Agung Merjosari menerapkan sistem keamanan berlapis dengan penjagaan satpam selama 24 jam, akses masuk menggunakan access card hingga pengawasan CCTV yang tersebar di berbagai titik kawasan.
Selain lingkungan yang aman, fasilitas kamar juga menjadi daya tarik tersendiri. Setiap kamar telah dilengkapi furnitur lengkap, AC, Smart TV, kamar mandi dalam dan water heater. Dengan fasilitas tersebut, banyak calon penyewa menilai harga sewa yang ditawarkan masih sangat sepadan dengan kenyamanan yang diperoleh.
Kombinasi antara pemasaran digital yang efektif, lingkungan yang aman dan fasilitas kamar yang lengkap membuat tingkat konversi survei menjadi penyewa di Graha Agung Merjosari tergolong tinggi, khususnya selama musim penerimaan mahasiswa baru.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan hunian mahasiswa di kawasan pendidikan Malang masih sangat tinggi. Graha Agung Merjosari menjadi salah satu kawasan yang banyak diminati karena lokasinya yang dekat dengan berbagai kampus serta memiliki lingkungan yang telah berkembang dengan fasilitas penunjang yang lengkap.
Baginya, lonjakan musiman ini menjadi momentum penting untuk memastikan ketersediaan kamar, kesiapan pelayanan serta kualitas fasilitas tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan.
Sementara bagi kawasan Graha Agung Merjosari, tingginya jumlah penyewa baru setiap tahun menjadi indikator bahwa kawasan ini terus menjadi salah satu tujuan utama mahasiswa yang mencari hunian selama menempuh pendidikan di Kota Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


















