Tugumalang.id – Jumlah pasangan usia subur di Malang Raya diperkirakan mencapai 450 ribu jiwa. Dari data itu, 10 persen diantaranya mengahadapi persoalan infertilitas atau masalah kesuburan. Morula IVF Indonesia mengungkap faktor penyebab tingginya angka infertilitas di Malang.
Dokter spesialis kandungan dan fertilitas dari Morula IVF Surabaya, Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG, Subsp.FER mengungkapkan, jumlah pasangan usia subur di wilayah Malang Raya berdasarkan data BPS diperkirakan mencapai sekitar 450 ribu pasangan.
“Di Malang Raya, yang mengalami persoalan infertilitas sekitar 10-12 persen,” ungkapnya.
Baca Juga: Wujudkan Pemerataan Akses Kesehatan, Pemkot Batu Tambah 6 Dokter Desa hingga Perluas Layanan Home Care
Kondisi inilah yang kemudian mendorong Morula datang ke Kota Malang untuk menggelar edukasi eksklusif bertajuk Mengungkap Penyebab Kegagalan Dalam Program Hamil pada Minggu (24/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus konsultasi mengenai berbagai persoalan kesuburan yang masih banyak belum dipahami masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan pasangan mendapatkan edukasi mengenai perkembangan teknologi program bayi tabung (in vitro fertilization/IVF), pemahaman tentang berbagai penyebab infertilitas, hingga kisah pejuang garis dua yang berhasil memperoleh buah hati.
Sementara itu, dr. Benediktus Arifin, MPH., Sp.OG(K), FICS, FIICOG, FESICOG mengatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan edukasi tahun ini meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Pesertanya hampir dua kali lipat, ada 125 pasangan. Bahkan ini melebihi kuota yang ada, sehingga kemungkinan nanti akan ada agenda lanjutan,” ucapnya.
Baca Juga: Buruan Daftar! Pendaftaran S1 Non Fakultas Kedokteran Jalur Reguler Gelombang I Unisma Masih Dibuka
Ia menjelaskan, salah satu tantangan saat ini adalah masih adanya anggapan bahwa program memiliki anak bukan menjadi prioritas bagi sebagian pasangan muda. Di sisi lain, angka Total Fertility Rate (TFR) di sejumlah kota besar termasuk Malang justru menunjukkan tren menurun.
“TFR di Malang sekitar 1,8 sampai 1,9. Artinya rata rata pasangan memiliki anak kurang dari dua. Ini menunjukkan semakin banyak orang yang mengalami kesulitan untuk memiliki anak,” katanya.
Selain itu, perubahan pola hidup modern juga disebut menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kesuburan. Penundaan usia menikah, tuntutan pendidikan, kondisi ekonomi hingga gaya hidup menjadi faktor yang berdampak terhadap penurunan fertilitas.
“Lifestyle, nutrisi, pendidikan, ekonomi, sampai keputusan menunda memiliki anak juga berpengaruh. Padahal semakin bertambah usia wanita maupun pria, angka fertilitas juga akan semakin menurun,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Morula IVF Indonesia juga memperkenalkan berbagai teknologi fertilitas terkini yang dimiliki, termasuk layanan bayi tabung dengan teknologi yang disebut telah berkembang dan setara dengan fasilitas yang digunakan di luar negeri.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten mulai dari dr. Maya Devi Arifiandi, Sp.OG, Subsp.FER, dr. Benediktus Arifin, MPH, Sp.OG(K), FICS, FIICOG, FESICOG, Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG, Subsp.FER hingga dr. Achmad Rheza, Sp.OG, Subsp.FER.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A


















