Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Satu Abad Stadion Gajayana, Jejak Sejarah dan Literasi Kota Malang

Redaksi by Redaksi
Desember 21, 2025 10:09 am
in News
Satu Abad Stadion Gajayan
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Di usia ke-111 tahun, Kota Malang merayakan perjalanannya bukan semata melalui seremoni, melainkan lewat sebuah penanda peradaban. Momentum tersebut diwujudkan melalui peluncuran buku Satu Abad Stadion Gajayana Kota Malang, karya literasi setebal 550 halaman yang mengabadikan perjalanan stadion tertua di Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut sejarah kota.

Peluncuran sekaligus bedah buku yang digelar Jumat (19/12/2025) di Grand Mercure Hotel Malang berlangsung dalam suasana reflektif dan penuh kebanggaan. Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, para penulis lintas disiplin, pegiat budaya, tokoh literasi, serta penerbit dari Malang Raya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-111 Kota Malang, sekaligus berkelindan dengan pengakuan UNESCO terhadap Malang sebagai Kota Kreatif Dunia.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Tahun terbit buku ini sarat makna simbolik. Selain menandai satu abad Stadion Gajayana, ia juga bertepatan dengan usia Kota Malang yang menembus angka filosofis 111, serta pengakuan internasional atas kekuatan kreativitas dan kebudayaan kota.

Launching buku Satu abad stadion Gajayana

Stadion Gajayana sebagai Monumen Literasi Kota

Stadion Gajayana bukan sekadar infrastruktur olahraga. Ia merupakan saksi bisu lintasan sejarah panjang, mulai dari era kolonial Belanda, masa pendudukan Jepang, perjuangan kemerdekaan, hingga menjadi rumah spiritual sepak bola Malang modern. Dibangun pada 1924–1926 dengan biaya 100.000 gulden, stadion ini bahkan lebih tua dari Republik Indonesia.

Hingga kini, Stadion Gajayana tercatat sebagai stadion tertua di Indonesia yang masih berdiri kokoh dan tetap berfungsi aktif. Dalam catatan sejarah olahraga nasional, memang terdapat stadion yang dibangun lebih awal, seperti Stadion Menteng di Jakarta yang berdiri sejak 1921. Namun stadion tersebut telah dirobohkan pada 2006 dan kini beralih fungsi menjadi Taman Menteng, sehingga tidak lagi berwujud sebagai stadion.

Baca juga: Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Stadion Sriwedari di Solo juga kerap disebut dalam historiografi olahraga Indonesia sebagai stadion yang dibangun atas perintah penguasa pribumi, Sri Susuhunan Pakubuwono X. Namun pembangunannya baru dimulai pada 1932, sehingga secara usia tetap lebih muda dibandingkan Stadion Gajayana. Fakta-fakta tersebut menegaskan posisi Gajayana sebagai artefak olahraga paling sepuh yang masih hidup di Indonesia.

Warisan Nilai Budaya dan Pesan Pembangunan Kota

“Buku Satu Abad Stadion Gajayana Kota Malang merupakan bukti nyata kesatuan kolaborasi yang hidup di Kota Malang,” ujar Ali Muthohirin dalam sambutannya.

Satu Abad Stadion GajayanaMenurutnya, pembangunan kota tidak boleh tercerabut dari akar budaya dan sejarah.

“Membangun memang harus berorientasi pada kemajuan zaman dan visi masa depan. Namun jangan sampai kita kehilangan karakter, jati diri, dan akar keluhuran sebagai manusia berbudaya,” tegasnya.

Ali menilai proses penulisan buku ini sebagai bentuk ibadah intelektual.

“Menulis bukan hanya mengolah pikiran, tetapi juga mengolah jiwa, hati, dan batin. Apa yang dituliskan hari ini akan menjadi penanda zaman dan warisan bagi generasi mendatang,” katanya.

Kolaborasi Penulis dan Arah Masa Depan Stadion

Buku Satu Abad Stadion Gajayana Kota Malang merupakan hasil kerja kolaboratif sekitar 40 penulis yang tergabung dalam Spektrum Satu Abad Stadion Gajayana. Para penulis datang dari beragam latar belakang, mulai sejarawan, akademisi, jurnalis, budayawan, arsitek, hingga praktisi olahraga.

Struktur buku disusun dalam 12 babak besar yang mengulas transformasi fisik stadion, konteks sosial-historis Kota Malang, peran stadion sebagai ruang publik dan budaya, hingga gagasan masa depan menjadikan Stadion Gajayana sebagai pusat GLAM (Gallery, Library, Archive, and Museum). Narasi yang dihadirkan tidak hanya menyoroti kejayaan, tetapi juga fase-fase gelap dan berbagai tantangan yang pernah dilalui stadion sepanjang sejarahnya.

Ketua IKAPI Kota Malang sekaligus pimpinan Media Nusa Creative Publishing, Gedeon Soerja Adi, menilai buku ini sebagai tonggak penting bagi literasi lokal.

“Ini bukan buku biasa, melainkan buku warisan. Sejarah lokal harus ditulis dengan kesadaran jangka panjang, karena di sanalah identitas sebuah kota dirawat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penerbitan buku ini memperkuat posisi Malang sebagai Kota Kreatif Dunia.

“UNESCO tidak hanya berbicara tentang industri kreatif, tetapi juga tentang ekosistem pengetahuan dan memori kolektif. Buku ini menjadi bukti bahwa Malang memiliki tradisi literasi yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Lebih dari sekadar kronik stadion, buku ini memaknai Gajayana sebagai ruang kolektif tempat memori dan harapan bertemu. Stadion tersebut pernah menjadi lokasi penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang pada 1942, markas militer rakyat Malang saat Agresi Militer Belanda I, hingga arena pidato Bung Tomo yang membakar semangat perjuangan.

Di tengah Kota Malang yang terus bergerak maju, buku Satu Abad Stadion Gajayana Kota Malang hadir sebagai pengingat bahwa modernitas tidak boleh memutus ingatan.

“Verba volant, scripta manent,” ujar Ali Muthohirin.

Apa yang dituliskan akan tinggal dan menjadi warisan. Melalui buku ini, Stadion Gajayana tidak hanya berdiri sebagai bangunan tua di jantung kota, tetapi sebagai jiwa Kota Malang yang hidup, dikenang, dan terus diwariskan melalui literasi lintas generasi.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis

Redaktur: jatmiko

Tags: buku Stadion Gajayanakota malangliterasi Kota MalangMalang Kota KreatifSatu Abad Stadion GajayanaSejarah Kota MalangStadion Gajayanawarisan budaya Malang

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Prakiraan cuaca kota Malang

Prakiraan Cuaca Kota Malang Hari Minggu 21 Desember 2025: Potensi Terjadi Hujan Petir

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.