Malang, Tugumalang.id – Bendungan Selorejo, destinasi wisata legendaris di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kini hadir dengan wajah baru. Pengunjung kini bisa menikmati keindahan alam Selorejo dengan cara yang lebih seru melalui dua wahana wisata air terbaru: perahu kayak dan stand up paddle.
Kehadiran dua wahana ini melengkapi berbagai aktivitas menarik yang sudah ada di kawasan wisata alam yang dikenal sebagai penyangga irigasi dan pengendali banjir tersebut. Wahana baru ini menawarkan sensasi petualangan air sekaligus panorama eksotis khas Bendungan Selorejo yang dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk.

Sensasi Baru Menikmati Alam Selorejo
Wahana stand up paddle menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang gemar tantangan. Aktivitas ini menggunakan papan seluncur dan dayung, di mana pengunjung harus menjaga keseimbangan agar dapat berdiri dan meluncur di atas air. Sementara itu, wahana kayak menawarkan pengalaman mendayung santai menikmati pemandangan danau yang tenang—cocok bagi pemula maupun keluarga.
Baca juga: Pengelola Bendungan Selorejo Optimistis Tutup Lubang Defisit Selama Pandemi di Tahun Ini
Setiap pengunjung akan mendapatkan pendampingan dari trainer profesional serta perlengkapan keselamatan seperti helm dan jaket pelampung. Jadi, tak perlu khawatir bagi yang baru pertama kali mencoba.
Untuk menikmati wahana ini, pengunjung cukup membayar Rp75.000 per orang untuk Stand Up Paddle dan Rp100.000 per orang untuk kayak atau kano.
Harga tiket masuk Bendungan Selorejo pun masih sangat terjangkau, yakni Rp13.000 saat weekdays dan Rp20.000 pada weekend atau musim liburan.
Bagi wisatawan dari luar daerah, pengelola juga menyediakan berbagai akomodasi nyaman dan estetik seperti cottage dengan pemandangan langsung ke bendungan—menjadikan liburan semakin berkesan.
PJT I Kembangkan Bendungan Selorejo Jadi Pusat Sport Tourism
Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I (PJT I), Milfan Rantawi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sejumlah pengembangan untuk menjadikan Bendungan Selorejo sebagai pusat wisata olahraga air (sport tourism) berskala nasional hingga internasional.
“Ke depan, kami ingin melakukan repositioning Bendungan Selorejo sebagai pusat kawasan olahraga air atau Sport Tourism. Kami menargetkan tahun 2026 dapat menggelar event triathlon nasional yang menggabungkan renang, sepeda, dan lari,” ujar Milfan.
Selain wahana kayak dan stand up paddle, PJT I juga berencana menghadirkan aktivitas air lain seperti ski air, triatlon, hingga kompetisi dayung. Saat ini, berbagai fasilitas penunjang tengah ditingkatkan agar Selorejo siap menjadi destinasi kelas dunia.
Pihaknya juga berencana melakukan penjajakan awal dengan instansi olahraga yang membidangi Triathlon di Jawa Timur. Harapannya, Selorejo kelak bisa menjadi Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) atau bahkan Pusat Pelatihan Nasional (Puslatnas) untuk cabang olahraga tersebut.
”Jadi nanti minimal dalam setahun kita akan gelar event besar 3 kali. Kita harus memantaskan diri dulu sebelum menuju skala internasional nanti,” ujarnya.
Tentunya, lanjut Milfan, untuk membangun hal itu, pihaknya membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai investor, komunitas hingga media massa yang memiliki kesamaan visi dalam mengembangkan wisata air Selorejo.
”Tentunya, semua pengembangan ini nantinya juga mengarah pada kesejahteraan ekonomi bersama, khususnya ekonomi daerah dan juga masyarakat sekitar. Kita semua bertumbuh bersama,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















