Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Warga Perum Griya Kresna Asri Keluhkan Tingginya Iuran Keamanan, Kebersihan, dan Air

Redaksi by Redaksi
Oktober 17, 2021 7:39 pm
in Berita
Perumahan Griya Kresna Asri di Kabupaten Malang. Foto: M Sholeh

Perumahan Griya Kresna Asri di Kabupaten Malang. Foto: M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Warga Perumahan Griya Kresna Asri di Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, mengeluhkan tingginya iuran bulanan untuk keamanan dan kebersihan. Pasalnya, pengembang perumahan itu diketahui memasang tarif hingga Rp 60 ribu perbulan untuk keamanan dan kebersihan.

Ketua Paguyuban Warga Kresna Asri, Taufiqurrahman menjelaskan bahwa besaran tarif tersebut dirasa memberatkan warga lantaran terlalu mahal. Karena menurutnya, tarif ideal atau normalnya yang diharapkan warga maksimal sebesar Rp 30 ribu perbulan untuk keamanan dan kebersihan itu.

READ ALSO

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Disebutkan, dalam perumahan itu terdapat 80 Kepala Keluarga (KK) yang harus menanggung iuran itu. Padahal lahan perumahan pengembang tersebut lebih besar dari pada luasan perumahan yang ditempati warga.

Perumahan Griya Kresna Asri di Kabupaten Malang. Foto: M Sholeh

“Warga merasa tidak diperlakukan adil jika harus memenuhi iuran tersebut. Menurut warga, proporsi tanggung jawab keamanan harusnya lebih besar pengembang. Karena terkait penjagaan aset yang dimiliki pengembang di area perumahan masih cukup besar dan luas,” ucapnya.

Tak hanya itu, pengembang juga dianggap tak wajar dalam menarif iuran air sebesar Rp 25 ribu per 5 meter kubik pertama. Kemudian penggunaan air di atas 5 meter kubik ditarif Rp 3.500 permeter kubik dan di atas 10 meter kubik ditarif Rp 4.500 permeter kubik.

“Iuran air ini lebih mahal dari HIPAM setempat yang dipatok 25.000 perbulannya. Bahkan iuran air itu juga lebih mahal daripada harga PDAM yang harganya 2.500 permeter kubik,” jelasnya.

Di luar itu, warga juga mempertanyakan kebijakan pengembang yang mewajibkan warga membayar tunggakan seluruh iuran itu mulai Januari hingga September 2021. Padahal kebijakan iuran tersebut diumumkan pada 16 September 2021.

“Sehingga warga juga harus membayar mulai Januari sampai September. Menurut kami, aturan harusnya berlaku ke depan bukan ke belakang,” ujarnya.

“Warga juga sudah pernah menanyakan pada pengembang pada bulan-bulan sebelumnya kalau pemakaian air masih gratis sampai ada pemberlakuan iuran yang akan diumumkan,” imbuhnya.

Dia mengatakan bahwa warga sempat melayangkan protes kepada pengembang. Namun pengembang tak merubah tarif itu dan justru menegaskan bahwa warga harus segera melunasi tanggungan mulai Januari hingga September 2021 yang totalnya sebesar Rp 330 ribu per KK.

Bahkan pengembang juga menyatakan jika ada keterlambatan pembayaran iuran bulanan maka warga akan didenda sebesar Rp 10 ribu perbulan.

“Kami berharap paling tidak untuk air tarifnya sesuai dengan PDAM. Kemudian iuran keamanan dan kebersihan ya sewajarnya lah,” harapnya.

Sementara itu, Kuncoro, Legal Corporate PT Griya Muljono Asri sebagai pengembang Perum Griya Krisna Asri menjelaskan bahwa tarif keamanan dan kebersihan di Perum Griya Krisna Asri ditetapkan sebesar Rp 50 ribu.

“Tarif keamanan dan kebersihan tepatnya Rp 50 ribu. Jadi itu sudah dari analisis pembiayaan yang dikeluarkan untuk sampah dan satpam. Saya kira itu semua sudah dihitung dan dianalisa. Itu sama tarifnya untuk reguler dan subsidi,” jelasnya.

Sementara untuk tarif air, pihaknya mengatakan bahwa di Perum Griya Krisna Asri memang merupakan wilayah yang tidak terjangkau instalasi PDAM, sehingga pihaknya menyediakan suplai air secara mandiri. “Kalau air itu karena di sana gak ada PDAM, jadi kami gunakan air sendiri dan kami sesuaikan dengan analisis pembiayaan itu. Kalau gak salah perkubiknya Rp 3.500, itu sudah sama dengan yang lain, selisihpun gak seberapa, tapi itu dikelola sendiri dan airnya lebih jos,” bebernya.

“Kami sudah menghitung dengan cermat, karena itu mandiri, kami menaikkan air sendiri, pakai listrik sendiri, penggunaannya tentu saja tidak sama dengan PDAM. Jadi di sana ada menara airnya sendiri, ada alat untuk menaikkan air sendiri. Jadi kelebihannya debit airnya lebih besar,” tambahnya.

Terkait kebijakan iuran bulanan yang diterbitkan pada 16 September 2021 namun pengembang membebankan iuran sejak Januari hingga September 2021, pihaknya mengatakan bahwa pengembang telah memberikan keringanan dengan menghitung flat tanpa hitungan berdasarkan penggunaan air.

“Jadi kalau instalasi air itu yang masuk rumah itu termasuk yang dijual. Itukan harus membeli. Itu kami hitung memang dari Januari, tapi ngitungnya flat, gak pakai meteran. Jadi semua penggunanya dianggap sama. Jadi besarannya segitu. Nanti saya teruskan ini ke pihak manajemen, supaya lebih jelas,” tutupnya.

Reporter: M Sholeh

Editor: Lizya Kristanti

Tags: kabupaten malangmalangPerum Griya Kresna Asri

Related Posts

Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Jemaah haji asal Kepanjen, Sukardi dilaporkan hilang di Makkah. Foto: dok. Keluarga
Berita

Jemaah Haji Asal Kabupaten Malang Dilaporkan Hilang di Makkah

Selasa, 24 Jun 2025
Next Post
Gol Menit Akhir Marco Simic Dianulir, 10 Pemain Singo Edan Bungkam Persija 1-0

Gol Menit Akhir Marco Simic Dianulir, 10 Pemain Singo Edan Bungkam Persija 1-0

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.