Senin, Agustus 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Featured

Sentuhan Lukis Maya Sulap Benda Tak Terpakai Jadi Home Decor Bernilai Mahal

Redaksi by Redaksi
Juni 18, 2023 10:46 am
in Featured, Insight
Maya Wima Linasti, pemilik UMKM Diajeng Maya.

Maya Wima Linasti, pemilik UMKM Diajeng Maya. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Siapa sangka, botol bekas minuman atau selai bisa menjadi dekorasi yang mempercantik rumah. Melalui tangan lihai Maya Wima Linasti, botol-botol kaca yang sudah tidak terpakai bisa menjadi home decor yang unik.

Tak hanya botol kaca, Maya juga bisa melukis di media keramik seperti piring dan mangkuk serta kain dan anyaman. Dekorasi ini ia jual melalui UMKM miliknya, Diajeng Maya Art and Craft.

READ ALSO

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik

Pelanggannya pun tak kaleng-kaleng. Menurut Maya, banyak pejabat yang telah membeli produknya, baik untuk dipakai sendiri maupun untuk souvenir serah terima jabatan (sertijab).

Baca Juga: UMKM di Malang Belajar Strategi Optimalisasi Penjualan melalui Marketplace

“Kebanyakan untuk suvenir sertijab. Tapi ada juga yang pakai untuk pribadi. Baru-baru ini Kepala Pengadilan Bandung beli lima (kain lukis) untuk dibuat dress,” ujar Maya kepada Tugu Malang ID saat ditemui di galerinya di Kota Malang, beberapa waktu lalu.

Bohlam lampu bekas disulap menjadi dekorasi rumah yang cantik.
Bohlam lampu bekas disulap menjadi dekorasi rumah yang cantik. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Produk-produk Diajeng Maya dijual dengan harga beragam, tergantung tingkat kesulitan dan besar kecilnya lukisan. Produk paling murah dijual mulai harga Rp50 ribu, sementara produk yang tingkat kesulitannya tinggi bisa bernilai jutaan rupiah.

Diajeng Maya dimulai dengan ketidaksengajaan. Pada tahun 2015, Maya iseng-iseng mengikuti lomba souvenir. Di lomba tersebut, ia membuat souvenir berbentuk glass painting.

Baca Juga: Kenalkan UMKM Lokal, Event ‘Iki Malang Ker’ Pikat 3 Ribu Pengunjung

Meski masih baru mempelajari glass painting selama dua hari dan memiliki modal hanya Rp200 ribu, karyanya disukai oleh dewan juri. Ia pun memenangkan dua kategori, yaitu kategori keramik dan kategori favorit.

“Pembeli pertama saya itu Wali Kota Malang, waktu itu masih Abah Anton,” ujar Maya.

Dengan kertas dan lukisan, botol bekas minuman bisa menjadi hiasan unik.
Dengan kertas dan lukisan, botol bekas minuman bisa menjadi hiasan unik. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Hadiah dari lomba tersebut dengan total Rp6 juta menjadi modal awal Maya untuk memulai usaha kriya ini. “Setelah itu orderan suvenir-suvenir mulai banyak,” kata Maya.

Melukis sudah menjadi hobi Maya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Akan tetapi, orang tua Maya ingin ia menjadi insinyur atau dokter. Akhirnya, Maya berhenti menekuni lukis dan kuliah di jurusan teknik. Meski demikian, ia mengaku jiwanya masih ada di seni lukis, sehingga ia kembali melukis.

Ia mendapat inspirasi melukis di media gelas dari seniman bernama Lita. Ia memperhatikan bagaimana cara melukis di media gelas dan mengembangkan sendiri secara otodidak.

Tas lukis menjadi salah satu produk andalan Diajeng Maya.
Tas lukis menjadi salah satu produk andalan Diajeng Maya. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Di dalam memasarkan produknya, Maya menemukan sejumlah tantangan. Dikarenakan produknya memiliki nilai seni, harga yang dipatok pun cukup mahal sehingga segmen pembelinya adalah kalangan menengah ke atas. Di samping itu, masyarakat Malang lebih banyak menyukai kuliner dan fesyen dibandingkan dengan dekorasi rumah.

“Kebanyakan yang beli produk saya saat pameran itu turis. Kalau warga lokal jarang banget,” kata Maya.

Untuk mengakali agar produknya lebih diminati, Maya membuat tas lukis, kain lukis, hingga hijab lukis. “Pokoknya semua media saya coba. Tapi memang tetep pakemnya di lukis,” tuturnya.

Bersama Bank BRI, Maya juga memasarkan produk-produknya di Indonesian Mall. Pemasaran berbasis online ini membuat Maya banjir pesanan. Bahkan dalam sekali pemesanan, Maya bisa menjual hinggal 100 buah tas.

“Indonesian Mall ada di berbagai platform seperti Tokopedia, Blibli, dan sebagainya. Untuk ikut itu, ada kurasinya,” kata Maya.

Selain Indonesian Mall, Maya tidak menjual produknya di e-commerce. Ia hanya melakukan pemasaran di Instagram, Facebook, dan Whatsapp. Meski demikian, pemasaran yang ia lakukan cukup efektif karena banyak pesanan dari seluruh Indonesia, bahkan dari Amerika Serikat yang ia terima dari Instagram.

“Setiap hari saya melukis, tapi saya jarang sampai nyetok banyak. Soalnya setiap upload ada yang ambil (beli),” kata Maya.

Di saat pesanan sangat banyak dan Maya kewalahan, ia mengajak rekan-rekan sesama pelukis di Kota Malang untuk membantunya. Sebagian di antaranya merupakan murid Maya yang pernah belajar melukis.

Ia juga bercerita bahwa minat seni lukis di Malang ini masih rendah, baik minat melukis maupun membeli karya lukis. Ia berharap murid-murid yang pernah belajar lukis bisa terus mengembangkan kemampuannya.

“Malang ini peminatnya masih kurang bagus. Kalau pameran, minimal di Surabaya atau kota besar seperti Jakarta (baru laku banyak),” tutur Maya.

Untuk pembayaran dari pelanggan yang berasal dari luar kota, Maya menerima transfer Qris yang disediakan oleh Bank BRI. Untuk mengecek apakah dana sudah masuk atau belum, ia menggunakan aplikasi Brimo.

“Pembayaran biasanya lewat transfer, kadang pakai Qris juga. Kalau ada tamu yang ke sini, mereka ada yang pakai kartu juga, digesek pakai EDC (electronic data capture). Tapi kebanyakan sih pakai Qris sekarang,” ujar Maya.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Home DecorLukisUMKMUMKM kota malang

Related Posts

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026
Insight

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Minggu, 23 Agu 2026
Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik
Insight

Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik

Sabtu, 22 Agu 2026
Kisah Ahmad Yudhistira Bangun Bisnis Indonesia di Turkiye
Insight

Kisah Ahmad Yudhistira Bangun Bisnis Indonesia di Turkiye

Selasa, 18 Agu 2026
Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!
Insight

Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!

Sabtu, 15 Agu 2026
Coach Dr Fahmi - Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna
Insight

Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna

Minggu, 9 Agu 2026
Baru Berusia 10 Tahun, Dai Cilik Asal Pakis Sudah Isi Tausiah di Puluhan Sekolah
Insight

Baru Berusia 10 Tahun, Dai Cilik Asal Pakis Sudah Isi Tausiah di Puluhan Sekolah

Kamis, 6 Agu 2026
Next Post
Kepala Staff Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam Festival Al Banjari Masjid di Uniga Malang.

Hadiri Festival Al Banjari di Masjid Uniga Malang, KSP Moeldoko: Wadah Bangun SDM Lewat Budaya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.