MALANG, Tugumalang.id – Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, menempati peringkat ke-4 organisasi keagamaan terkaya di dunia versi SeasiaStats. Total kekayaan Muhammadiyah diperkirakan mencapai Rp 454,24 triliun. Lalu, dari mana saja sumber kekayaan organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini?
Didirikan di Yogyakarta pada 1912, Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan Islam modernis yang berkiprah di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, sosial, hingga filantropi. Organisasi ini tumbuh pesat dan memiliki ribuan amal usaha yang tersebar di seluruh Indonesia.
Aset dan Amal Usaha Muhammadiyah
Muhammadiyah mengelola berbagai lembaga pendidikan dan pelayanan publik, antara lain:
• 172 perguruan tinggi
• 5.345 sekolah dan madrasah
• 440 pondok pesantren
• 122 rumah sakit dan 231 klinik
• 1.012 amal usaha sosial
• Aset wakaf di 20.465 lokasi
• Tanah seluas 214 juta meter persegi
Menariknya, seluruh aset tersebut bukan milik individu, melainkan milik organisasi dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan umat di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Kritik Keras Maraknya Hiburan Malam di Kota Malang
Struktur Organisasi yang Luas
Hingga kini, Muhammadiyah memiliki struktur organisasi yang luas:
• 35 Pimpinan Wilayah
• 475 Pimpinan Daerah
• 3.947 Pimpinan Cabang
•Anggota diperkirakan mencapai 30–40 juta orang dari berbagai latar belakang.
Tak hanya di Indonesia, Muhammadiyah juga memiliki 30 cabang istimewa di luar negeri seperti di Mesir, Belanda, Inggris, Jepang, Australia, hingga Spanyol.
Baca juga: Hidupkan Potensi Seni Muhammadiyah Lewat Kemah Nasional di Apple Sun Learning Center Kota Batu
Spirit Kebersamaan Tanpa Mencari Keuntungan Pribadi
Spirit Muhammadiyah sejak awal dibangun atas dasar pengabdian. KH Ahmad Dahlan pernah berpesan:
“Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari penghidupan di Muhammadiyah.”
Pesan tersebut terus menjadi pedoman anggota Muhammadiyah dalam membangun organisasi dengan semangat ikhlas dan profesional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko