Tugumalang.id – Yayasan Al Hayatul Islamiyah Malang mengukuhkan posisinya sebagai rujukan pendidikan kepramukaan di lingkungan pondok pesantren. Kualitas pramuka peserta didik Al Hayat telah menjadi percontohan daerah lain. Hal ini menjadi kado manis dalam Harlah ke-67 Yayasan Al Hayatul Islamiyah Malang pada 1 Mei 2026.
Semarak peringatan Harlah ke-67 ini, diwarnai berbagai kegiatan edukatif kepramukaan, perkemahan, pentas seni, studi tour lintas instansi ke DPRD, Polresta, BPBD, Lanut Abd Saleh, BNN, kemudian juga ada solawat hadrah, tausiah akbar hingga penghargaan guru berprestasi yang dilangsungkan mulai 29 April hingga 1 Mei 2026.
Baca Juga: 312 Peserta se-Jawa Bali Meriahkan Lomba Keagamaan Pramuka 2024 di Unisma
Menariknya, Al Hayat juga menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pramuka yang diikuti pelajar jenjang madrasah, ibtidaiyah hingga SMK.

Ketua Yayasan Al Hayatul Islamiyah Malang, Dra Hj Anik Zulaichah menjelaskan bahwa UKT Pramuka tersebut menjadi agenda rutin tahunan untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan anggota Pramuka di beberapa jenjang pendidikan.
“UKT ini diikuti siswa dari kelas 4 sampai kelas 12. Mereka diuji sesuai Syarat Kecakapan Umum (SKU). Kalau nilainya baik, akan naik tingkat dan mendapatkan tanda kecakapan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga menjadi ajang pembentukan karakter. Para peserta dilatih disiplin, kerja sama, berinteraksi lintas usia hingga kemampuan sosial melalui aktivitas khas perkemahan.
“Pramuka ini sangat efektif untuk semua karakter anak, baik yang pendiam maupun yang aktif. Karena dikemas dengan gembira tapi tetap ada kedisiplinan,” tambahnya.

Menariknya, kegiatan Pramuka di Al Hayat kini menjadi rujukan bagi sejumlah pondok pesantren lain. Sejumlah pesantren berbagai daerah telah melakukan studi banding di Al Hayat Malang bahkan turut serta dalam UKT Pramuka tahun ini.
Baca Juga: Wali Kota Malang Kukuhkan 870 Pramuka Garuda, Jadi Inspirasi Generasi Muda
“Pramuka di sini memang kami tata dengan serius. Terakhir, ponpes dari Probolinggo juga kesini untuk studi pramuka disini. Lalu beberapa pesantren Malang Raya juga mengirimkan peserta didiknya untuk ikut UKT disini,” urainya.
Di sisi lain, ia menyampaikan rasa syukur atas capaian Al Hayat dalam momentum Harlah ke-67 ini. Dia juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penguatan aksi sosial pengabdian kepada masyarakat sekitar hingga pengembangan pendidikan.
Anik menyebut, pihaknya juga tengah berencana mendirikan perguruan tinggi sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi pelajar dari keluarga menengah ke bawah. Hal ini menurutnya juga merupakan cita cita pendiri Al Hayat.
“Harapannya, lulusan MA atau SMK yang terkendala biaya dan transportasi tetap bisa melanjutkan ke jenjang S1 di lingkungan Al Hayat,” ungkapnya.
“Semoga ke depan Al-Hayat semakin matang, semakin berkualitas dan bisa mewujudkan cita cita pendiri untuk memajukan pendidikan dan berdampak untuk masyarakat,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A


















