Kota Batu, Tugumalang.id – Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengimbau para pedagang Pasar Takjil untuk menjaga kebersihan dan kualitas makanan dan minuman yang dijual. Dalam hal ini, para pedagang diberi keleluasaan untuk memakai arena Stadion Brantas sebagai sentra pasar takjil.
Sebab itu, tanggung jawab menjaga kualitas dagangan dan kebersihan area mutlak menjadi pegangan. Dalam hal ini, Heli menginstruksikan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu untuk melakukan pengawasan.
“Pedagang harus menjaga kebersihan, kualitas makanan serta minuman. Saya yakin masyarakat sekarang sudah pintar karena sudah bisa terakses dengan media sosial. Saya yakin pedagang bisa menjaga kualitas,” tegas Heli, Senin (3/3/2025).
Baca Juga: 8 Pasar Takjil di Malang, Cocok Buat Ngabuburit Sambil Berburu Kudapan Murah dan Enak
Untuk memperketat pengawasan, Dinkes Kota Batu juga akan membantu memperketat pengawasan keamanan pangan agar bebas dari bahan kimia terlarang seperti formalin, boraks, rhodamin B, hingga Metanil Yellow.
Heli mengatakan jika petugas akan melakukan sidak sewaktu-waktu untuk mengantisipasi adanya pedagang nakal. Politisi Gerindra ini mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan ke dinas terkait jika mengalami kerugian akibat bahan makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi.
”Tak hanya di pasar takjil di Stadion Brantas saja, tetapi juga di semua tempat di Kota Batu. Kalau ada kerugian, lapor saja,” perintah Heli.
Sementara, Kepala Dinkes Kota Batu, Aditya Prasaja menegaskan akan memulai inspeksi mendadak (sidak) sejak di minggu pertama ramadan. Seluruh pedagang yang beroperasi akan diambil sampel makanan atau minumannya.
Baca Juga: Pemkot Batu Bakal Ganti CFD jadi Pasar Takjil untuk Kesejahteraan UMKM Selama Ramadan
Aditya menjelaskan jika pihaknya akan mengirim petugas ke seluruh titik keramaian pedagang takjil. Ketika nanti ditemukan ada takjil yang mengandung bahan terlarang, maka penjual akan mendapat peringatan tegas. ”Tidak boleh berjualan,” tegas dia, Selasa (25/2/2025).
Diharapkan dari sosialisasi ini masyarakat atau penjual tidak berencana mengambil peluang keuntungan di tengah bulan suci. Tahun lalu saja masih ditemukan adanya pedagang bandel yang menggunakan bahan terlarang dalam jajanannya.
“Sebenarnya mereka sudah tahu boraks dilarang, pewarna tekstil enggak boleh. Ketika kami suruh konsumsi sendiri enggak mau, tapi kok dijual, disuruh orang makan, saya berharap pedagang jujur,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















