Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Belajar Menjaga Ekosistem Sungai dari Warga Siruar Sumatera Utara

Sulap Sampah Eceng Gondok Jadi Kompos, Dibagikan Gratis

Redaksi by Redaksi
Desember 23, 2022 8:14 am
in Pilihan Redaksi
Penampakan pupuk kompos hasil olahan dari sampah eceng gondok di Rumah Komposter PJT I Desa Siruar Sumatera Utara. Foto/Azmy

Penampakan pupuk kompos hasil olahan dari sampah eceng gondok di Rumah Komposter PJT I Desa Siruar Sumatera Utara. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Ada yang patut ditiru dari warga Desa Siruar, Sumatera Utara, dalam peran aktifnya menjaga kualitas sumber daya air sungai. Tak hanya menjaganya agar terbebas dari sampah, mereka juga bahkan rutin membersihkan sungai dari sampah organik seperti eceng gondok atau gulma sekalipun.

Tak heran jika kondisi di aliran Sungai Asahan tampak lebih baik. Kualitas airnya cenderung lebih jernih dari pada sungai-sungai di Jawa yang cenderung coklat. Di sekitarnya, pohon-pohon tropis sebagai kanopinya masih banyak tegak berdiri.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Selain itu, tidak banyak sampah-sampah berceceran. Sejauh pengamatan reporter tugumalang.id yang sempat berkunjung di sepanjang Sungai Asahan bagian Desa Siruar, sampah yang tampak hanya kisaran eceng gondok dan tanaman liar lainnya.

Menariknya, warga desa di sana juga ikut kontribusi dalam membersihkan sungai itu bersama pengelola Wilayah Sungai (WS) Toba Asahan, Perum Jasa Tirta I (PJT I). Secara rutin, mereka melakukan kegiatan pembersihan sampah Sungai Asahan, termasuk di segmen hulu Bendungan Siruar dengan panjang sekitar 15 kilometer.

Truk bego saat mengangkat gunungan sampah yang diangkat dari Sungai Asahan. Tiap harinya, volume sampah yang diangkat bisa mencapai 300 meter kubik. Foto/Azmy

Setiap bulannya, volume rata-rata limbah padat yang diangkat dari sana bahkan mencapai 200-300 meter kubik atau mencapai 4.000 meter kubik dalam satu tahun. Tak hanya sekedar diangkat, sampah-sampah ini lalu kembali diolah menjadi pupuk kompos dan punya nilai fungsi dan ekonomis kembali.

Pemandangan ini terlihat di Rumah Komposter yang berlokasi tidak jauh dari Sungai Asahan di Desa Siruar. Saat reporter berkunjung ke sana, gunungan sampah yang didominasi sampah organik tampak menggunung.

Di sisi lain, terlihat ibu-ibu melakukan pencacahan sampah yang kemudian diubah menjadi gunungan pupuk kompos. Usut punya usut, Rumah Konposter ini sendiri sudah beroperasi sejak 2020, dibangun oleh PJT I dan PT. Bajradaya Setra Nusa dan Konsultan Artajaya bersama masyarakat.

Kapasitas produksi kompos yang dihasilkan di sana dalam kurun waktu 1 bulan bisa mencapai 500 kg – 1 ton. Tergantung dari volume eceng gondok sebagai bahan baku utamanya yang didapat.

Gunungan sampah eceng gondok yang diangkat dari Sungai Asahan Sumatera Utara. Di Rumah Komposter, sampah ini disulap menjadi pupuk kompos. Foto/Azmy

Pupuk Dibagikan Gratis

Lalu, apakah pupuk kompos ini kemudian dijual kembali? Tidak. Pupuk-pupuk kompos ini lalu dibagi-bagikan ke masyarakat yang membutuhkan secara gratis.

Armawati Chaniago, mitra lingkungan di PJT I Rumah Komposter membenarkan jika pupuk-pupuk yang dihasilkan ini memang dibagikan secara gratis. Namun titik poin utamanya bukan disitu, melainkan agar masyarajat di daerah lain ikut mereplikasi upaya ini di desanya masing-masing.

“Kalau rumah komposter ini direplikasikan di tempat lain kan lumayan bisa mendapat penghasilan tambahan. Kalau disini (Rumah Komposrer PJT I, red) kan sifatnya edukasi, jadi memang tidak dijual,” ungkapnya, Kamis (22/12/2022) kemarin.

Rumah Komposter PJT I ini sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar. Sederhananya, eceng gondok basah ini dikeringkan selama 15 hari dan dicampur bahan bio treatment yakni herboclyn dan herbocomp.

Kemudian dicacah dengan alat komposter, lalu didiamkan selama 3-7 hari untuk mendapatkan suhu dan kelembaban sesuai standar yang dipersyaratkan sehingga menjadi kompos yang aman digunakan.

Kompos dari eceng gondok yg dikelola disini sendiri sudah sesuai dengan peraturan dari Kementerian Pertanian dan telah melewati sertifikasi pengujian dari laboratorium lingkungan di Medan.

Selain itu, kegiatan rumah komposter ini juga menyerap sejumlah tenaga kerja lokal sebagai operator komposter. Pekerja rumah komposter didominasi oleh para wanita atau ibu-ibu di sekitar Desa Siruar. Hal ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Pada prinsipnya, langkah ini menjadi bagian kecil dari upaya konservasi sumber daya air sungai yang diemban PJT I.

Direktur Operasional PJT I, Bapak Milfan Rantawi menyampaikan bahwa limbah eceng gondok diambil agar tidak mengganggu ekosistem sungai dan operasional intake PLTA yang berada di Bendungan Siruar.

“Selain bertujuan untuk menjaga kualitas air, pemeliharaan sungai juga merupakan upaya optimasi fungsi bangunan prasarana sumber daya air sebagai penyuplai kebutuhan air maupun pengendali banjir,” paparnya.

Produk pupuk kompos ini juga telah dibuktikan tingkat keamanannya. Dari testimoni masyarakat penerima bantuan, mereka menyatakan bahwa kompos ini telah meningkatkan produksi tanaman mereka. Baik untuk tanaman non pangan maupun tanaman pangan, seperti jagung dan padi.

“Ke depannya kami mengharapkan rumah komposter ini dapat berkembang dan meningkat kapasitas produksinya,” harapnya.

Milfan juga berharap muncul rumah-rumah komposter lain di tingkat masyarakat, dari hulu hingga hilir. “Bisa belajar disini lalu direplikasikan di tempat mereka masing-masing,” ujarnya.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: Ekosistem SungaiSumatera UtarasungaiWarga Siruar

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Ilustrasi beras Indonesia.

Harga Beras di Indonesia Termahal di Asia Tenggara

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.