Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

TPA Tlekung Ditutup, Warga Desa Pesanggrahan Olah Sampah Jadi Kompos

Redaksi by Redaksi
September 10, 2023 5:26 pm
in News
tpa tlekung ditutup, warga olah sampah jadi kompos

Warga RT 03 RW 12 Desa Pesanggrahan, Kota Batu saat mengolah sampah organik dengan komposter yang mereka punya. Foto: Istimewa

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

KOTA BATU, Tugumalang.id – Solusi penanganan sampah pasca TPA Tlekung Kota Batu, Jawa Timur ditutup datang dari warga RT 03 RW 12 Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Mereka berhasil mengolah sejumlah sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran selama 10 hari terakhir menjadi pupuk kompos.

Sebenarnya, cara ini sudah dilakukan warga sejak lama. Hanya saja, kini mereka tidak lagi perlu panik saat TPA Tlekung ditutup. Supardi, Ketua RT 03 RW 12 menuturkan jika proses pemilahan dari rumah atau desa sudah seharusnya dilakukan. TPA tidak mungkin selamanya mampu menampung beban sampah masyarakat.

READ ALSO

MHERA LAW Perluas Layanan Pendampingan Hukum di Malang Raya

Unisma dan Wali Kota Malang Lepas 60 Biker NU ke Muktamar di Jombang

Sebab itu, penanganan sampah menjadi pupuk kompos ini sudah dilakukan sejak 3 tahun terakhir. “Sampai sekarang kami sudah punya 3 unit alat komposter yang dimanfaatkan oleh warga,” kata Supardi, Minggu (10/9/2023).

BACA JUGA: Sepekan Pasca-TPA Tlekung Ditutup

Mulanya, ide pengolahan sampah menjadi kompos ini datang dari warganya bernama Catur Wicaksono yang mendirikan Baling Nol Tiga di Jalan Lahor Desa Pesanggrahan RT 3 RW 12. Dia memberi contoh bahwa sekalipun di ruang sempit, alat komposter ini tetap bisa diterapkan.

Gerakan Bangun Lingkungan Nol Limbah, Nol Sampah dan Nol Kimia (Baling Nol Tiga) itu dimulai sejak 2019. Bermula dari ide ketahanan pangan saat pandemi sekaligus mengelola sampah menjadi bernilai ekonomis.

Sejak tergelar secara masif, manfaatnya mulai terasa. Mulai dari panen sayur-mayuran organik, pembibitan, pupuk kompos, hingga budidaya lele. Sayur yang ditanam pun 100 persen organik karena membuat pupuk kompos dari limbah sampah organik.

Hanya saja, memang seiring waktu banyak yang mrotol atau berhenti karena tidak sabar menunggu masa produksi. Namun pada intinya, gerakan ini perlu dilanjutkan secara berkesinambungan.

“Saat masyarakat sadar dan mau melakukan pilah sampah dari rumah, maka permasalahan dengan adanya penutupan TPA Tlekung bukan jadi masalah, malah menjadi penghasilan sampingan,” ujarnya.

PJ Wali Kota Batu Apresiasi Warga

Sementara itu Pj Walikota Batu, Aries Agung Paewai memberikan apresiasi atas cara warga RT 03 RW 12 Desa Pesanggrahan. Apa yang mereka inisiasi telah berkontribusi membantu tata kelola sampah di Kota Batu, apalagi pasca TPA Tlekung ditutup.

Bahkan Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengunjungi langsung ke sana pada Sabtu (9/9/2023). Menurut dia, warga Desa Pesanggrahan berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah secara terorganisir dan baik. Mereka melakukan pemilahan sampah secara cermat antara organik dan anorganik.

“Kami sangat terkesan dengan kesungguhan dan kedisiplinan warga RT 03 RW 12 dalam mengelola sampah secara mandiri. Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” kata dia.

Pj Walikota Batu, Aries Agung Paewai saat melihat langsung sistem tata kelola sampah mandiri milik warga RT 03 RW 12 Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. Foto: Prokopim KWB

Menurut dia, pola baru dalam mengelola sampah bisa dilakukan hanya dengan niat dan kesadaran bersama. Seperti telah dibuktikan warga di sana, selain lingkungan yang asri, mereka juga menuai manfaat ekonomis dari apa yang mereka tekuni.

Warga telah memilah sampah dan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos serta pupuk cair untuk tanaman. Sementara sampah anorganik seperti residu disimpan lalu selanjutnya diambil oleh petugas DLH. Sementara untuk sampah anorganik seperti daur ulang diberikan kepada bank sampah.

“Terpenting dari ini semua adalah kemauan warga untuk bekerja, karena secanggih apapun alat yang diberikan jika tidak ada yang bekerja, maka akan sia-sia,” tegasnya.

Aries menegaskan inisiatif seperti ini merupakan langkah konkret dalam mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Selain itu, program pengelolaan sampah mandiri ini juga berpotensi menjadi contoh inspiratif bagi masyarakat lain.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

reporter: ulul azmy
editor: jatmiko

Tags: KomposOlah sampahTPA Tlekung

Related Posts

MHERA LAW Perluas Layanan Pendampingan Hukum di Malang Raya
News

MHERA LAW Perluas Layanan Pendampingan Hukum di Malang Raya

Jumat, 28 Agu 2026
Unisma dan Wali Kota Malang Lepas 60 Biker NU ke Muktamar di Jombang
News

Unisma dan Wali Kota Malang Lepas 60 Biker NU ke Muktamar di Jombang

Jumat, 28 Agu 2026
Topan Srimulat Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Sakit Perut
News

Pelawak Topan Srimulat Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Sakit Perut

Jumat, 28 Agu 2026
Savic Ali Dorong Pemimpin NU Visioner dan Responsif terhadap Perubahan
News

Savic Ali Dorong Pemimpin NU Visioner dan Responsif terhadap Perubahan

Jumat, 28 Agu 2026
Muktamar NU Mulai Bahas Tata Tertib Pemilihan Ketum PBNU
News

Muktamar NU Mulai Bahas Tata Tertib Pemilihan Ketum PBNU

Jumat, 28 Agu 2026
Fakta Menarik Muktamar NU ke-35 di Jombang, Kembali ke Tanah Kelahiran
News

Fakta Menarik Muktamar NU ke-35 di Jombang, Kembali ke Tanah Kelahiran

Jumat, 28 Agu 2026
Next Post
savana bromo

Sederet Dampak Kebakaran Savana Bromo Diduga Akibat Flare Pengantin Prewedding

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.