Malang, Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dipercaya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) secara swakelola. ITN Malang mendapat 7 paket kerja sama dengan total 17 wilayah perencanaan atau RDTR, terbanyak di antara 40 perguruan tinggi yang dilibatkan pemerintah pusat.
Dari total perguruan tinggi tersebut, rata-rata kampus menerima 2 hingga 3 paket. Sementara ITN Malang mengemban 7 paket yang mencakup 17 wilayah perencanaan lintas provinsi. Wilayah kerja itu tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota, mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, hingga Maluku Utara.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kuningan dan Kota Banjar di Jawa Barat, Kabupaten Pemalang di Jawa Tengah, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep di Jawa Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Nagekeo di NTT, serta Kabupaten Pulau Morotai di Maluku Utara.
Kepercayaan tersebut menjadi pencapaian sekaligus tanggung jawab bagi sivitas akademika ITN Malang.
“Ini menjadi kebanggaan luar biasa sekaligus amanah yang harus kami selesaikan dengan baik. Dari rata-rata perguruan tinggi yang mendapat 2 sampai 3 paket, ITN Malang dipercaya mengelola 7 paket dengan total output 17 wilayah perencanaan atau 17 RDTR. Wilayahnya tersebar merata dari Jawa, Sulawesi, NTT, hingga Maluku Utara,” ujar Kepala Lembaga Pengembangan Kerjasama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., selaku pejabat penandatangan kontrak, saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Senin (05/10/2026).
Baca juga: Pelatihan PLTS ITN Malang Bekali Praktisi Rancang Energi Surya
Kepercayaan kementerian tersebut didukung portofolio ITN Malang dalam penyusunan tata ruang serta kesiapan sumber daya manusia (SDM). Penandatanganan kontrak kerja sama telah dilakukan pada 23 September 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan kick-off meeting (Bimbingan Teknis 1) pada 1 Oktober 2026.
Seluruh paket pekerjaan ditargetkan rampung pada 23 Desember 2026 sesuai kriteria dan standar kualitas tata ruang nasional.
Untuk menjaga ketepatan waktu dan kualitas hasil, ITN Malang menerjunkan tim ahli lintas disiplin dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Posisi ketua tim (team leader) diisi dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S-1 ITN Malang yang berpengalaman.
Tim tersebut diperkuat dosen Teknik Geodesi, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, hingga Arsitektur. Akademisi dan peneliti senior yang terlibat antara lain Dr. Ir. Ibnu Sasongko, MT., Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT., Dr. Agung Wicaksono, ST., MT., Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., Dr. Mohammad Reza, ST., MURP., Ida Soewarni, ST., MT., serta Arief Setiawan, ST., MT.
Untuk memperkuat performa tim di lapangan, ITN Malang rutin menggelar koordinasi berkala, bootcamp, hingga pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building). Penguatan tersebut berfokus pada pemanfaatan analisis spasial dan pemodelan spasial terkini untuk mendukung perencanaan wilayah dan kota.
Pelatihan tidak hanya menyasar tim peneliti, tetapi juga melibatkan alumni dan mahasiswa yang terlibat langsung dalam proyek.
“Kami menggembleng tim melalui peningkatan kapasitas secara berkala, seperti pelatihan analisis dan pemodelan spasial. Latihan ini diselenggarakan berkala setiap akhir pekan untuk memastikan seluruh tim siap mengeksekusi proyek RDTR ini dengan standar kualitas tertinggi yang ditetapkan kementerian,” tambahnya.
Baca juga: ITN Malang Gandeng PT Chint Indonesia Perkuat Ekosistem Ketenagalistrikan dan EBT
Percepatan penyusunan RDTR skala nasional tersebut sejalan dengan agenda strategis Kementerian ATR/BPN. Penyediaan RDTR yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) menjadi kunci kepastian hukum tata ruang.
Integrasi tersebut juga mempercepat penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) serta mendorong kemudahan iklim investasi dan perizinan berusaha di daerah secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara kepakaran akademis dan kebutuhan tata ruang daerah, ITN Malang menunjukkan peran aktif sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi yang berkontribusi bagi pembangunan infrastruktur dan pembangunan Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
redaktur: jatmiko


















