Malang, Tugumalang.id – Sebanyak 2.054 atlet taekwondo muda dari berbagai daerah meramaikan Indonesia Super Fight 4 di GOR Ken Arok, Kota Malang, Sabtu (3/10/2026). Mereka beradu kemampuan dalam kejuaraan yang diikuti atlet berbagai kelompok umur.
Gedung olahraga di Kota Malang itu dipadati ribuan atlet, pelatih, dan keluarga. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia. Riuh dukungan juga menggema dari sudut tribun.
Para atlet muda menampilkan pertandingan sengit. Adu strategi dan teknik bela diri dipertontonkan sepanjang pertandingan. Pukulan dan tendangan tajam memicu riuh penonton di tribun.
Wakil Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Jatim Hendra Prastiyawan mengatakan, kejuaraan tahunan tersebut diproyeksikan dapat memunculkan talenta atlet muda berkelas nasional hingga internasional.
“Indonesia Super Fight 4 ini untuk meningkatkan kemampuan atlet-atlet kita dalam rangka menuju prestasi yang gemilang, baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional,” ucapnya.
Baca juga: Porprov Jatim 2025: Atlet Taekwondo Kabupaten Malang Sumbang 1 Perak dan 1 Perunggu
Dikatakan, sebanyak 2.054 atlet muda tampil dalam Indonesia Super Fight 4 di Malang. Mereka berasal dari 92 kontingen yang tersebar di lima provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur, Bali, DIY Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai tuan rumah.
Hendra memastikan seluruh kontingen menurunkan atlet terbaiknya. Bahkan, atlet Puslatda juga terlibat dalam perebutan piala kejuaraan taekwondo tingkat nasional tersebut.
“Tentu event ini sangat bergengsi, karena kami melihat tim-tim besar turun, baik dari Puslatda Jatim, kemudian juga dari Puslatda DIY Yogyakarta, Puslatda Jateng, termasuk NTT dan Bali, hadir semua,” ujarnya.
Baca juga: Atlet Taekwondo Mahasiswa UB Sumbang Emas untuk Kota Malang di Porprov Jatim 2025, Ini Kisahnya
Hendra juga memberikan pesan kepada seluruh atlet yang mengikuti Indonesia Super Fight 4. Ia berharap kejuaraan tersebut tidak sekadar menjadi ajang memperebutkan piala, tetapi juga kesempatan mengasah diri menuju capaian tertinggi atlet taekwondo.
“Ini adalah proses perjalanan panjang untuk menuju prestasi yang gemilang. Lebih-lebih dari tingkat daerah, provinsi, nasional, maupun internasional,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko

















