Tugumalang.id – Persiapan menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki tahap akhir. Rapat persiapan digelar di kompleks Pondok Pesantren Tambakberas dengan dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, jajaran pengurus, serta panitia pelaksana.
Pertemuan tersebut fokus membahas kesiapan teknis sekaligus mengevaluasi berbagai kebutuhan menjelang pelaksanaan muktamar yang dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari di kawasan Tambakberas.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana panitia mengatur pergerakan dan identitas ribuan muktamirin yang datang dari berbagai daerah. Untuk itu, sistem registrasi tahun ini bakal memanfaatkan teknologi RFID dan barcode.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Ma’ruf Amin Ziarah dan Pimpin Doa di Makam KH Wahab Hasbullah
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, Gus Rozaq, mengatakan teknologi tersebut akan diterapkan di sekitar 110 titik pemeriksaan (PTT) yang tersebar di area muktamar.
Dengan sistem ini, proses pengecekan peserta diklaim bisa berlangsung lebih cepat. Saat kartu peserta dipindai, data seperti nama, nomor KTP, asal daerah, hingga nomor tower tempat menginap dapat langsung muncul dalam sistem.
“Pemindaian kartu peserta akan menampilkan data diri secara instan, termasuk nama, KTP, asal daerah, hingga nomor tower tempat menginap,” ujar Gus Rozaq.

Selain sistem registrasi, panitia juga memastikan sejumlah kebutuhan lain telah dipersiapkan, mulai dari pengamanan, akomodasi, hingga konsumsi untuk para peserta.
Dengan persiapan yang masuk tahap final, panitia kini tinggal memastikan seluruh sistem berjalan lancar ketika ribuan muktamirin mulai berdatangan ke Tambakberas.
Dia menegaskan bahwa kartu akses tersebut memiliki fungsi vital dan tidak boleh hilang selama acara berlangsung, sebab sistem yang terpasang mampu melacak posisi kartu maupun barang milik peserta yang tertinggal di area muktamar.
Sistem Keamanan Terintegrasi dengan Command Center
Dari sisi pengamanan, panitia telah menyiapkan sistem yang terhubung langsung dengan pusat komando (command center), memungkinkan tim keamanan terdekat segera diterjunkan apabila terjadi insiden di lapangan.
Pengamanan jalannya muktamar dilakukan secara kolaboratif antara tiga elemen: panitia lokal, PBNU, dan satuan keamanan dari lingkungan pesantren. Kolaborasi ini dirancang untuk memastikan kelancaran acara sekaligus menjaga ketertiban selama tujuh hari pelaksanaan.
Netralitas Kotak Suara Jadi Sorotan
Salah satu poin krusial yang turut dipaparkan dalam rapat adalah mekanisme pengamanan kotak suara untuk sidang pleno pemilihan.
Gus Rozaq menyampaikan bahwa kotak suara sengaja dirancang tanpa kunci, dan hanya dapat dibuka dengan cara dipecah saat sidang pleno pemilihan berlangsung — sebuah desain yang dimaksudkan untuk menjaga netralitas proses.
Baca Juga: Muktamar dan Reposisi Peran Sarjana NU Abad Kedua
Ruang penyimpanan kotak suara juga disegel dan dipantau ketat melalui kamera CCTV dari berbagai sudut, guna memastikan tidak ada celah manipulasi selama masa penyimpanan hingga hari pemilihan.
99 Masjid dan Dapur Umum untuk 4.000 Porsi Nasi
Untuk kebutuhan akomodasi, panitia membuka akses seluas-luasnya di 99 masjid dan musala di sekitar area muktamar untuk menampung tamu dan rombongan dari berbagai daerah.
Sementara untuk konsumsi, dapur umum yang didirikan panitia mampu menyediakan sekitar 4.000 porsi nasi gratis setiap harinya, didukung pasokan logistik dan minuman dari berbagai elemen masyarakat sekitar.
Soliditas Internal PBNU Ditegaskan
Di sela rapat, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul, menegaskan bahwa hubungan internal di tubuh PBNU dalam kondisi solid menjelang pelaksanaan muktamar.
“Ya kami sudah berbaikan, tidak ada gontok-gontokan. PBNU sedilut, NU sak lawase,” ujar Gus Ipul.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons berbagai spekulasi publik terkait dinamika internal PBNU menjelang suksesi kepemimpinan di Muktamar ke-35.
Gus Ipul menekankan bahwa perbedaan yang sempat muncul di internal telah diselesaikan secara kekeluargaan, dan seluruh jajaran pengurus kini fokus mengawal jalannya muktamar hingga tuntas.
Rapat Jadi Penegasan Kesiapan Menyeluruh
Rapat persiapan ini menjadi salah satu agenda penting menjelang pembukaan resmi Muktamar ke-35 NU, sekaligus forum bagi jajaran pimpinan tertinggi organisasi untuk memastikan seluruh aspek teknis, keamanan, dan logistik telah berjalan sesuai rencana.
Dengan skala peserta yang mencapai ribuan muktamirin dari seluruh Indonesia, kesiapan sistem registrasi berbasis teknologi, pengamanan berlapis, serta dukungan logistik masyarakat sekitar Tambakberas menjadi kunci kelancaran pelaksanaan muktamar lima tahunan ini.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari di kompleks Pondok Pesantren Tambakberas, dengan agenda utama meliputi laporan pertanggungjawaban kepengurusan, pembahasan program strategis organisasi, hingga sidang pleno pemilihan kepemimpinan baru PBNU untuk periode mendatang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis
Editor: Herlianto. A































