Malang, Tugumalang.id – Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Islam Malang (Unisma) Kelompok 2 menggelar sosialisasi dan praktik pembuatan kompos serta ecoenzym bagi ibu-ibu Dusun Krajan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja unggulan selama masa pengabdian.
Kegiatan digagas mahasiswa KSM-T Kelompok 2 di bawah bimbingan DPL Dr. Surya Ssari Faradiba, S.Si., M.Pd. Mereka melihat sampah rumah tangga di Dusun Krajan belum banyak dimanfaatkan secara optimal oleh warga.
Melalui edukasi dan praktik langsung, mahasiswa mendorong ibu-ibu rumah tangga sebagai pengelola utama sampah dapur memiliki keterampilan mengolah sampah organik secara sederhana dan bermanfaat.
Acara dibuka Ketua Pelaksana Muh. Mushoffa Nafil. Dia menyampaikan latar belakang dan tujuan sosialisasi, yakni meningkatkan kesadaran dan keterampilan ibu-ibu Dusun Krajan dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.
Baca juga: Jadi Sarjana Lebih Cepat, Ini Keunggulan Program RPL S1 Pendidikan Bahasa Inggris Unisma
Dia juga berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, tidak hanya selama masa KSM berlangsung.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai cara mengelola sampah rumah tangga. Materi mencakup berbagai jenis sampah, mulai sampah organik seperti sisa sayur dan kulit buah hingga sampah anorganik yang memerlukan penanganan berbeda.
Pemateri menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal pengelolaan yang baik. Sampah organik dapat diolah menjadi barang bernilai guna apabila dikelola dengan tepat.
Ecoenzym juga memiliki sejumlah manfaat, mulai cairan pembersih rumah tangga, pupuk cair, hingga pengusir hama alami. Dengan bahan yang murah dan mudah didapat di rumah, ibu-ibu Dusun Krajan dapat memproduksinya sendiri tanpa harus membeli produk kimia yang lebih mahal dan kurang ramah lingkungan.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos dan ecoenzym. Ibu-ibu Dusun Krajan antusias mengikuti setiap tahapan, mulai pemilahan sampah organik, pencampuran bahan, hingga proses fermentasi ecoenzym menggunakan sisa kulit buah, gula merah, dan air dengan perbandingan tertentu.
Mahasiswa KSM-T Kelompok 2 mendampingi setiap kelompok peserta agar praktik dapat dilakukan dengan benar.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Beberapa ibu aktif bertanya mengenai takaran bahan, lama fermentasi, hingga cara menyimpan kompos dan ecoenzym agar tidak mudah rusak.
Baca juga: Pendidikan Bahasa Inggris Unisma Tegaskan Kiprah Global di Dunia Pendidikan setelah Raih Akreditasi Unggul dan Miliki Guru Besar ICT in ELT
Mahasiswa dan pemateri bergantian menjawab pertanyaan tersebut dengan penjelasan yang mudah dipahami.
Salah satu peserta, Ibu Lulus, mengaku senang dapat mengikuti praktik secara langsung.
“Baru tahu kalau sampah dapur yang biasanya saya buang ternyata bisa diolah jadi pupuk dan cairan pembersih sendiri. Nanti mau saya coba praktikkan di rumah,” katanya usai mengikuti sesi praktik.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada sesi praktik, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh warga Dusun Krajan setelah masa KSM-T mahasiswa Unisma Kelompok 2 berakhir.
Mahasiswa berharap ilmu yang dibagikan dapat menjadi kebiasaan baru yang berkelanjutan di tengah masyarakat sekaligus mengurangi volume sampah organik yang selama ini berakhir tanpa pengolahan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KSM-T Unisma Kelompok 2 berharap dapat menumbuhkan kesadaran ibu-ibu Dusun Krajan mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan. Sinergi antara mahasiswa, pemateri, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata demi lingkungan yang lebih sehat dan lestari bagi generasi mendatang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis KSM-T Unisma
editor: jatmiko





























