Malang, Tugumalang.id – Menyambut kompetisi Super League 2026/2027 yang akan segera bergulir pada 4 September 2026 mendatang. Chief Executive Officer (CEO) Arema FC, Iwan Budianto menegaskan bahwa timnya tak memasang target muluk-muluk di kompetisi musim ini.
Pria yang akrab disapa IB ini mengungkapkan bahwa saat ini kondisi Singo Edan masih dalam fase pemulihan karena beban dan mengobati trauma pasca Tragedi Kanjuruhan.
Untuk itu manajemen klub saat ini fokus pada pembenahan dari aspek manajerial dan operasional klub agar lebih tangguh di masa yang akan datang. IB menyebut fokus utama klub adalah proses perbaikan yang konsisten.
Baca juga: Arema FC Sambut Maba, Sepak Bola dan Kampus Menggerakkan Ekonomi Lokal
“Kami belum berani bermimpi untuk sesuatu yang luar biasa. Kita masih dalam taraf ayo berbenah dan perbaikan,” ujarnya dilansir dari podcast yang tayang di kanal YouTube Arema FC Official TV belum lama ini.
Pihaknya menilai ekspektasi yang berlebihan terhadap tim justru bisa membahayakan kondisi psikologis tim yang saat ini sedang berusaha menata kembali fondasi mereka.
Filosofi Pembentukan Tim di Bursa Transfer Pemain
Di sisi lain, IB mengapresiasi gerak manajemen tim dalam melakukan perekrutan pemain baru untuk musim ini. Klub berlogo singa mengepal ini menerapkan filosofi pembentukan tim yang matang dengan memprioritaskan pemain lokal terlebih dahulu, kemudian baru merekrutan pemain asing sesuai dengan kebutuhan tim.
Hal ini dilakukan karena Arema ingin membangun fondasi tim yang solid dengan merekrut pemain yang dapat bermain di beberapa posisi sekaligus.
Baca juga: Jadwal Arema FC di Putaran Pertama Super League Musim 2026/2027
IB menilai keberhasilan Arema FC mendatangkan pemain-pemain lokal berpengalaman seperti Robi Darwis dan Alfeandra Dewangga dari Persib Bandung, tak dapat dilepaskan dari manajemen yang mampu menjaga kerahasiaan proses transfer.
Menurutnya tak mudah menjaga operasi transfer tim di tengah era keterbukaan informasi seperti saat ini, sehingga hal tersebut bagi IB merupakan sebuah prestasi yang sulit dilakukan.
“Siapa yang mau direkrut Arema, siapa yang direncanakan untuk direkrut, semuanya fix dan tidak bocor. Itu susah di era sekarang,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko





























