Malang, Tugumalang.id – PAUD Insan Permata Malang menyandang predikat sekolah model pembelajaran mendalam. Sekolah tersebut siap mengimbaskan praktik pembelajaran itu ke sekolah lain dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen RI No. 0010 Tahun 2026, PAUD Insan Permata Malang ditetapkan sebagai Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial sejak Maret 2026.
PAUD Insan Permata Malang menjadi satu dari 95 sekolah model jenjang TK di Indonesia yang ditetapkan Kemendikdasmen RI. Hanya dua sekolah di Kota Malang yang mendapat predikat tersebut.

Penetapan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penerapan pembelajaran yang lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Baca juga: Gerakan Ayah Mengantar Anak Warnai MPLS Ramah di PAUD IT Insan Permata Malang
Kepala PAUD Islam Terpadu Insan Permata Evrilia Iryanti, S.Pd. mengatakan, sebelum ditetapkan, sekolah menjalani proses verifikasi oleh kementerian. Sejumlah indikator menjadi pertimbangan, mulai penerapan pembelajaran mendalam hingga pengembangan berpikir komputasional dan kecerdasan artifisial.
“Jadi indikatornya terkait implementasi pembelajaran mendalam dan pengembangan berpikir komputasional. Selain itu ada kriteria keunggulan murid, pendidik atau guru, serta kepala sekolah,” kata Evrilia.
Menurutnya, PAUD Insan Permata sebelumnya juga memperoleh penilaian unggul dalam kriteria yang menjadi bagian dari proses verifikasi tersebut. Capaian itu menjadi salah satu modal sekolah untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran.
Pasca-penetapan, Insan Permata mendapatkan bimbingan teknis. Sekolah selanjutnya diarahkan melakukan pengimbasan serta memperkuat implementasi pembelajaran mendalam dan pengembangan berpikir komputasional di lingkungan sekolah.
Evrilia menjelaskan, penerapan pembelajaran mendalam di PAUD Insan Permata Malang dilakukan dengan menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran. Salah satunya melalui model Project-Based Learning yang dipadukan dengan kekhasan pembelajaran Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT).
“Kami menerapkannya untuk pembelajaran yang berpusat pada murid. Implementasi pembelajaran mendalam melalui Project-Based Learning, kemudian diintegrasikan dengan kekhasan JSIT, yaitu pembelajaran terpadu ADLX Introflex,” jelasnya.
Pendekatan tersebut, lanjut Evrilia, diarahkan untuk memuliakan peserta didik serta menciptakan proses belajar yang bermakna dan kontekstual. Anak tidak hanya menerima materi, tetapi didorong memiliki kesadaran dan motivasi dalam proses belajarnya.
Baca juga: Pisah Kenang PAUD IT Insan Permata Malang: Cetak Generasi Berprestasi dan Berjiwa Qur’ani
Penguatan juga dilakukan dari sisi tenaga pendidik. Para guru terus di-upgrade agar memiliki pemahaman dan pola implementasi yang sejalan dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada anak.
“Bagaimana pembelajaran itu berpusat pada anak, memuliakan murid, kemudian dari budaya belajarnya menumbuhkan kesadaran. Pembelajaran berkesadaran dan bermakna itu yang kami kawal,” ujarnya.
Bagi Evrilia, penetapan sebagai sekolah model bukan sekadar predikat. Status tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Evrilia berharap pendampingan dan intervensi dari pemerintah dapat membantu sekolah menjaga kualitas pembelajaran agar tetap menyenangkan sekaligus mampu membangun karakter peserta didik.
“Kami ingin pembelajaran yang kami berikan benar-benar menyenangkan atau menggembirakan anak-anak dan berkesadaran, sehingga mereka memiliki motivasi belajar yang tinggi dan menjadi pembelajar sepanjang hayat,” tuturnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Insan Permata Malang
editor: jatmiko





























