Malang, Tugumalang.id – Program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI) mengakhiri fase implementasinya di Kabupaten Malang. Dalam satu tahun terakhir, sebanyak 620 bayi di bawah dua tahun (baduta) berisiko stunting telah mengalami perubahan status gizi menjadi normal.
Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan closing ceremonial Program PASTI yang digelar di Hotel Aliante Malang, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Melanjutkan Langkah, Menguatkan Dampak, untuk Keberlanjutan Upaya Pencegahan Stunting.”
Program PASTI merupakan kemitraan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui inisiatif Bakti BCA. Implementasinya dilakukan Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama Yayasan Cipta sebagai mitra pelaksana di Jawa Timur.
Selama masa implementasi, Program PASTI berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang hingga tingkat kecamatan dan desa, serta melibatkan tenaga kesehatan, penyuluh KB, kader TPK, relawan, duta GenRe, dan masyarakat. Kolaborasi dibentuk untuk mengembangkan dan menjalankan berbagai intervensi berbasis masyarakat.
Baca juga: Komitmen Turunkan Angka Stunting, Bupati Dukung Akselerasi Program MBG di Kabupaten Malang
Selama pelaksanaan di Kabupaten Malang, program PASTI berfokus pada intervensi gizi terpadu berbasis konteks lokal, komunikasi perubahan perilaku bagi keluarga berisiko, penguatan kapasitas remaja dalam pencegahan stunting, serta penguatan kelembagaan dan tata kelola kolaboratif.

Program PASTI menjangkau 3.166 orang dewasa, 1.280 remaja berusia 15-19 tahun, dan 670 baduta yang tersebar di 29 desa pada dua kecamatan. Pada periode 2025-2026, sebanyak 620 dari 661 baduta berisiko stunting atau 93,8 persen mengalami perubahan status gizi menjadi normal berdasarkan indikator berat badan menurut umur setelah mengikuti intervensi Pos Gizi DASHAT.
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib mengatakan, Pemkab Malang mengadopsi dan memperluas pendekatan Pos Gizi DASHAT ke 390 desa dan kelurahan. Menurutnya, pendekatan ini dapat diterapkan dalam skala yang lebih luas untuk memperkuat pencegahan stunting.
“Pemkab Malang akan terus berikhtiar dan berupaya untuk melakukan intervensi dalam upaya percepatan penurunan stunting,” kata Lathifah.
Sementara itu, Program Manager PASTI, Hotmianida Panjaitan mengatakan, hasil implementasi dipaparkan di hadapan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, kader, relawan, Duta GenRe, mitra pendanaan, serta penerima manfaat. Pemaparan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perubahan yang telah dicapai, pendekatan yang digunakan, serta pembelajaran lainnya.
“Harapannya pembelajaran ini bisa menjadi referensi penguatan dan perluasan upaya pencegahan stunting di Kabupaten Malang,” kata Hotmianida.
Di akhir kegiatan, dokumen dan materi program PASTI diserahkan kepada Pemkab Malang. Materi tersebut bisa menjadi referensi bagi Pemkab Malang dalam mengembangkan program-program pencegahan stunting.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko


























