Tugumalang.id – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan memperketat kewaspadaan dan pengawasan sanitasi lingkungan di berbagai fasilitas publik untuk antisipasi Hantavirus. Mulai dari hotel, restoran, hingga destinasi wisata.
Langkah preventif ini digencarkan guna mengantisipasi potensi penyebaran ancaman maut Hantavirus, penyakit zoonosis berbahaya yang dibawa oleh tikus liar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu, dr. Icang Sarrazin menerangkan langkah ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran. Terlebih, Kota Batu sebagai jantung pariwisata Jawa Timur dengan lonjakan mobilitas jutaan wisatawan yang berputar di ekosistem perhotelan dan kuliner.
Baca Juga: Dinkes Kota Batu Tingkatkan Pengawasan Lingkungan Antisipasi Hantavirus
Umumnya, masyarakat hanya mewaspadai penyakit kencing tikus atau Leptospirosis. Namun, dr. Icang mengingatkan bahwa Hantavirus memiliki tingkat fatalitas yang jauh lebih mengerikan jika terlambat dideteksi, karena mampu menyerang organ vital manusia tanpa ampun.
Uniknya, penularan virus maut ini tidak butuh gigitan langsung dari tikus liar, melainkan menyebar melalui udara (airborne). Urine, air liur, hingga kotoran tikus yang mengering di tempat lembap dan pengap akan berubah menjadi partikel debu mikroskopis. Ketika debu tersebut beterbangan di area tertutup dan terhirup oleh manusia, proses infeksi pun dimulai.
“Kalau sudah berat, virus ini bisa merusak paru-paru dan fungsi ginjal manusia. Itu yang sangat berbahaya karena memicu gangguan pernapasan serius,” jelas dr. Icang, Selasa (25/5/2026).
Baca Juga: Fakta-fakta Hantavirus yang Infeksi Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius
Mengantisipasi celah penyebaran di tempat-tempat berputarnya makanan, Dinkes Kota Batu memperluas radius pengawasannya. Sasaran utamanya meliputi gudang penyimpanan bahan makanan di hotel dan restoran, serta sudut-sudut destinasi wisata berwujud ruang tertutup.
Dinkes juga telah melayangkan surat peringatan kepada para pengusaha akomodasi, mulai dari penginapan nonformal hingga hotel berbintang, untuk menaikkan standar sanitasi mereka. Area penyimpanan barang tidak boleh lagi dibiarkan berdebu, pengap, dan berpotensi menjadi sarang empuk bagi koloni tikus liar.
Hingga saat ini, Dinkes Kota Batu mengonfirmasi belum ditemukan satu pun kasus Hantavirus di Kota Batu (nol kasus). Kendati demikian, manajemen penanganan darurat telah disiapkan sejak dini.
Sedikitnya 5 puskesmas dan 6 rumah sakit rujukan di seluruh wilayah Kota Batu telah disiagakan penuh untuk menghadapi kemungkinan pasien dengan gejala suspek.
Masyarakat dan para pelancong diimbau untuk mengenali tanda-tanda awal infeksi Hantavirus. Gejalanya sekilas mirip dengan flu biasa namun dengan serangan yang mendadak.
“Kalau mengalami demam tinggi secara mendadak, disertai nyeri otot, sendi, tubuh lemas, batuk, hingga sesak napas, jangan ditunda. Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat agar cepat ditangani,” imbau dr. Icang.
Untuk memutus rantai potensi penularan, langkah pencegahannya tergolong sederhana melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin membersihkan lingkungan rumah dan tempat usaha, menutup celah-celah kecil yang bisa menjadi pintu masuk tikus hingga rutin menggunakan masker.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A


















