Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Entertainment

Kisah Persahabatan Kolonial dan Pribumi, Review Film Oeroeg

Redaksi by Redaksi
Agustus 16, 2021 5:38 pm
in Entertainment
Persahabatan antara Oeroeg dan Johan pada zaman penjajahan/tugu malang

Persahabatan antara Oeroeg dan Johan pada zaman penjajahan. (Foto: IMDb)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id– Kisah persahabatan antara kolonial dan pribumi diceritakan dengan baik oleh film Oeroeg, antara Johan Ten Berghe dan Oeroeg. Meskipun sempat terjadi beberapa ketegangan, namun tak memupus persahabatan keduanya.

Film yang bertema penjajahan biasanya menyuguhkan cerita-cerita tentang kejahatan, kekerasan, dsb. Sering juga menyorot pertikaian atau perkelahian antar penjajah dan yang dijajah.

READ ALSO

Empat Film Tahun 2000-an yang Masih Seru Ditonton Sampai Sekarang

4 Rekomendasi Film yang Mengangkat Isu Sosial dan Kesenjangan Sosial

Namun berbeda dengan film ‘Oeroeg’ yang diproduksi pada tahun 1993. Film ini menceritakan tentang persahabatan antara anak Belanda dan anak Indonesia pada saat zaman kolonial Belanda. Disajikan dengan bahasa Belanda menambah pekatnya suasana zaman kolonial.

Film yang disutradarai Hans Hylkema ini diadaptasi dari novel terkenal dengan judul yang sama. Karya Hella. S. Haasse yang terbit pada tahun 1948.

Di awali dengan cerita berlatar belakang alam, mula-mula penonton diajak melihat kehidupan anak seorang tentara Belanda bernama Johan Ten Berghe. Dia lahir dan besar di Hindia Belanda, hidup di tengah keluarga yang kaya.

Johan memiliki sahabat anak bumiputera bernama Oeroeg. Ayah Oeroeg merupakan babu ayahnya John. Namun demikian, keduanya tetap bersahabat dengan akrab.

Persahabatan manis yang sudah mereka jalin sejak kecil ternyata harus kandas. Oeroeg harus tegas membela negaranya. Apalagi setelah diketahui penyebab dia menjadi yatim akibat perbuatan ayah Johan. Penjajah itu mengorbankan ayah Oeroeg untuk menolong Johan yang tenggelam saat kecil dahulu.

Johan yang saat itu harus melanjutkan kuliah di Belanda, berusaha bertemu dengan sahabat kecilnya tersebut. Tetapi dengan tegas Oeroeg menolak Johan dan menyuruhnya segera pergi ke negaranya.

Salah satu bagian menarik dari film ini ada pada saat pertemuan tersebut. Oeroeg secara terang-terangan ingin menunjukkan perlawanannya terhadap Johan dengan menyanyikan lagu ‘Wilhelmus Van Nassouwe’ yang diubah beberapa kata dari lirik lagunya.

Terjadi pertengkaran yang cukup sengit pada adegan tersebut. Oeroegmengungkapkan kekesalannya akibat ketidakadilan yang diberikan Belanda kepada penduduk pribumi.

Walaupun mereka dibesarkan bersama dengan pendidikan dan fasilitas yang sama tetapi diskriminasi kepada penduduk pribumi tetap dirasakan.

Bingung dan sedih, Johan menganggap bahwa sahabatnya tersebut telah berubah sikap. Puncak dari pertengkaran  terjadi ketika percakapan terkait kematian ayah Oeroeg.

“Jouw vader had ook moeten zijn en niet mijn vader, jij hebt mijn vader van moord!,” kata Oeroeg. (Ayahmu yang seharusnya mati, bukan ayahku. Kau membunuh ayahku!)

“Meer van even mijn leven gered zonder Dempo was ik verbroken,” balas Johan. (Tapi dia menyelamatkan hidupku. Tanpa Dempo aku akan tenggelam)

Pada percakapan ini ternyata Johan merasa ayah Oeroeg sangat berjasa kepadanya. Tetapi Oeroeg marah dan mengatakan mengapa tidak ayah Johan saja yang menyelematkan anaknya sendiri. Tetapi Johan menyangkal dengan mengatakan

“Papa kan niet zwemmen.” (Papa tidak bisa berenang)

Oeroeg semakin marah karena dia tahu itu hanyalah kebohongan yang diceritakan ayah Johan kepada anaknya. Dia mengusir Johan dan berkata untuk tidak kembali lagi.

Di akhir cerita mereka berdua sempat bertemu, tetapi tidak untuk waktu yang lama. Johan berusaha memanggil Oeroeg yang terlihat dingin pada saat itu. Namun Oereog meyakinkan kepada Johan bahwa mereka tidak hanya sebatas sahabat, tetapi akan tetap menjadi saudara sampai kapanpun.

“Tawalatu Tawalata, jauh dekat tetap saudara”

Sarat akan nilai-nilai, film ini sangat direkomendasikan untuk Anda. Apalagi sebentar lagi merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76. Selain untuk menemani waktu libur di rumah, juga menambah pengetahuan kita tentang kejadian di masa kolonial.

Reporter : Fahra Auliani Rahmah

Editor : Herlianto. A

Tags: filmFilm OeroegPenjajahPersahabatanPribumi

Related Posts

4 Film Tahun 2000-an yang Masih Seru Ditonton Sampai Sekarang
Entertainment

Empat Film Tahun 2000-an yang Masih Seru Ditonton Sampai Sekarang

Senin, 31 Agu 2026
4 Rekomendasi Film yang Mengangkat Isu Sosial dan Kesenjangan Sosial
Entertainment

4 Rekomendasi Film yang Mengangkat Isu Sosial dan Kesenjangan Sosial

Minggu, 30 Agu 2026
4 Film dengan Ending yang Masih Bikin Penonton Berdebat
Entertainment

4 Film dengan Ending yang Masih Bikin Penonton Berdebat

Sabtu, 29 Agu 2026
4 Film untuk Menemukan Kembali Arah dan Makna Hidup
Entertainment

4 Film untuk Menemukan Kembali Arah dan Makna Hidup

Kamis, 27 Agu 2026
5 Film Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Kehidupan
Entertainment

5 Film Terinspirasi dari Kisah Nyata yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Kehidupan

Senin, 6 Jul 2026
Rekomendasi 5 Drama Korea Bertema Hukum, Kisah Jaksa hingga Hakim
Entertainment

Rekomendasi 5 Drama Korea Bertema Hukum, Kisah Jaksa hingga Hakim

Minggu, 5 Jul 2026
Next Post
DPRD Kabupaten Malang Tekankan Penanganan Pandemi harus seiring dengan penanganan ekonomi.

Penanganan Pandemi Harus Sejalan dengan Pemulihan Ekonomi

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.