Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Entertainment

Kisah Persahabatan Kolonial dan Pribumi, Review Film Oeroeg

Redaksi by Redaksi
Agustus 16, 2021 5:38 pm
in Entertainment
Persahabatan antara Oeroeg dan Johan pada zaman penjajahan/tugu malang

Persahabatan antara Oeroeg dan Johan pada zaman penjajahan. (Foto: IMDb)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id– Kisah persahabatan antara kolonial dan pribumi diceritakan dengan baik oleh film Oeroeg, antara Johan Ten Berghe dan Oeroeg. Meskipun sempat terjadi beberapa ketegangan, namun tak memupus persahabatan keduanya.

Film yang bertema penjajahan biasanya menyuguhkan cerita-cerita tentang kejahatan, kekerasan, dsb. Sering juga menyorot pertikaian atau perkelahian antar penjajah dan yang dijajah.

READ ALSO

Fe Rilis Single Perdana “Selamat Datang”, Lagu tentang Fase Hidup yang Tak Selalu Mudah

Rekomendasi 4 Film Penuh Teka-Teki yang Bikin Mikir

Namun berbeda dengan film ‘Oeroeg’ yang diproduksi pada tahun 1993. Film ini menceritakan tentang persahabatan antara anak Belanda dan anak Indonesia pada saat zaman kolonial Belanda. Disajikan dengan bahasa Belanda menambah pekatnya suasana zaman kolonial.

Film yang disutradarai Hans Hylkema ini diadaptasi dari novel terkenal dengan judul yang sama. Karya Hella. S. Haasse yang terbit pada tahun 1948.

Di awali dengan cerita berlatar belakang alam, mula-mula penonton diajak melihat kehidupan anak seorang tentara Belanda bernama Johan Ten Berghe. Dia lahir dan besar di Hindia Belanda, hidup di tengah keluarga yang kaya.

Johan memiliki sahabat anak bumiputera bernama Oeroeg. Ayah Oeroeg merupakan babu ayahnya John. Namun demikian, keduanya tetap bersahabat dengan akrab.

Persahabatan manis yang sudah mereka jalin sejak kecil ternyata harus kandas. Oeroeg harus tegas membela negaranya. Apalagi setelah diketahui penyebab dia menjadi yatim akibat perbuatan ayah Johan. Penjajah itu mengorbankan ayah Oeroeg untuk menolong Johan yang tenggelam saat kecil dahulu.

Johan yang saat itu harus melanjutkan kuliah di Belanda, berusaha bertemu dengan sahabat kecilnya tersebut. Tetapi dengan tegas Oeroeg menolak Johan dan menyuruhnya segera pergi ke negaranya.

Salah satu bagian menarik dari film ini ada pada saat pertemuan tersebut. Oeroeg secara terang-terangan ingin menunjukkan perlawanannya terhadap Johan dengan menyanyikan lagu ‘Wilhelmus Van Nassouwe’ yang diubah beberapa kata dari lirik lagunya.

Terjadi pertengkaran yang cukup sengit pada adegan tersebut. Oeroegmengungkapkan kekesalannya akibat ketidakadilan yang diberikan Belanda kepada penduduk pribumi.

Walaupun mereka dibesarkan bersama dengan pendidikan dan fasilitas yang sama tetapi diskriminasi kepada penduduk pribumi tetap dirasakan.

Bingung dan sedih, Johan menganggap bahwa sahabatnya tersebut telah berubah sikap. Puncak dari pertengkaran  terjadi ketika percakapan terkait kematian ayah Oeroeg.

“Jouw vader had ook moeten zijn en niet mijn vader, jij hebt mijn vader van moord!,” kata Oeroeg. (Ayahmu yang seharusnya mati, bukan ayahku. Kau membunuh ayahku!)

“Meer van even mijn leven gered zonder Dempo was ik verbroken,” balas Johan. (Tapi dia menyelamatkan hidupku. Tanpa Dempo aku akan tenggelam)

Pada percakapan ini ternyata Johan merasa ayah Oeroeg sangat berjasa kepadanya. Tetapi Oeroeg marah dan mengatakan mengapa tidak ayah Johan saja yang menyelematkan anaknya sendiri. Tetapi Johan menyangkal dengan mengatakan

“Papa kan niet zwemmen.” (Papa tidak bisa berenang)

Oeroeg semakin marah karena dia tahu itu hanyalah kebohongan yang diceritakan ayah Johan kepada anaknya. Dia mengusir Johan dan berkata untuk tidak kembali lagi.

Di akhir cerita mereka berdua sempat bertemu, tetapi tidak untuk waktu yang lama. Johan berusaha memanggil Oeroeg yang terlihat dingin pada saat itu. Namun Oereog meyakinkan kepada Johan bahwa mereka tidak hanya sebatas sahabat, tetapi akan tetap menjadi saudara sampai kapanpun.

“Tawalatu Tawalata, jauh dekat tetap saudara”

Sarat akan nilai-nilai, film ini sangat direkomendasikan untuk Anda. Apalagi sebentar lagi merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76. Selain untuk menemani waktu libur di rumah, juga menambah pengetahuan kita tentang kejadian di masa kolonial.

Reporter : Fahra Auliani Rahmah

Editor : Herlianto. A

Tags: filmFilm OeroegPenjajahPersahabatanPribumi

Related Posts

Fe Rilis Single Perdana “Selamat Datang”, Lagu tentang Fase Hidup yang Tak Selalu Mudah
Entertainment

Fe Rilis Single Perdana “Selamat Datang”, Lagu tentang Fase Hidup yang Tak Selalu Mudah

Sabtu, 3 Okt 2026
Rekomendasi 4 Film Penuh Teka Teki Yang Bikin Mikir 1
Entertainment

Rekomendasi 4 Film Penuh Teka-Teki yang Bikin Mikir

Rabu, 16 Sep 2026
5 Film Animasi yang Punya Pesan Mendalam untuk Orang Dewasa
Entertainment

5 Film Animasi yang Punya Pesan Mendalam untuk Orang Dewasa

Minggu, 13 Sep 2026
The Changcuters hingga Bernadya Bakal Konser di Kota Malang
Entertainment

The Changcuters hingga Bernadya Bakal Konser di Kota Malang

Minggu, 13 Sep 2026
4 Film tentang Cinta yang Datang di Waktu yang Salah
Entertainment

4 Film tentang Cinta yang Datang di Waktu yang Salah

Kamis, 10 Sep 2026
4 Film Drama Keluarga yang Ceritanya Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Entertainment

4 Film Drama Keluarga yang Ceritanya Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Selasa, 1 Sep 2026
Next Post
DPRD Kabupaten Malang Tekankan Penanganan Pandemi harus seiring dengan penanganan ekonomi.

Penanganan Pandemi Harus Sejalan dengan Pemulihan Ekonomi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.