MALANG, Tugumalang.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang menegaskan bahwa mengonsumsi ayam tiren hukumnya haram dalam Islam. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Malang, KH Misno Fadhol Hija, menanggapi fenomena atlet binaraga yang terpaksa mengonsumsi ayam tiren karena keterbatasan anggaran.
“Dalam Islam, bangkai hewan haram dikonsumsi, kecuali ikan dan belalang,” tegas KH Fadhol pada Selasa (6/5/2025).

Ayam tiren merupakan ayam yang mati sebelum disembelih sesuai syariat. Jenis ayam ini biasanya dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan ayam segar, namun secara hukum agama tetap tergolong bangkai dan haram dimakan.
Ayam Tiren Haram Bila Tidak Kondisi Darurat
Menurut KH Fadhol, ketentuan ini sudah diatur jelas dalam Al-Quran, sehingga tidak diperlukan fatwa baru dari MUI. Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah alasan yang membenarkan konsumsi makanan haram.

“Kalau hanya karena alasan ekonomi, itu tidak termasuk kondisi darurat. Islam hanya memperbolehkan makan makanan haram jika seseorang berada dalam situasi yang benar-benar mengancam nyawa,” jelasnya.
Baca juga: Minim Anggaran, Atlet Binaraga Kabupaten Malang Terpaksa Konsumsi Ayam Tiren
Ia memberi contoh, kondisi darurat yang membolehkan adalah ketika seseorang terdampar di hutan dan tidak ada makanan lain selain hewan yang haram. Itupun, kata Fadhol, konsumsi makanan haram harus dibatasi.
“Boleh makan hanya sekadar untuk bertahan hidup, bukan untuk kenyang atau malah menjadi kebiasaan. Dan itu pun tidak membuatnya menjadi halal,” imbuhnya.
Atlet Binaraga Konsumsi Ayam Tiren
Sebelumnya diberitakan, sejumlah atlet binaraga Kabupaten Malang mengaku terpaksa mengonsumsi ayam tiren karena kesulitan biaya untuk membeli ayam segar. Mereka tengah mempersiapkan diri menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025, namun dana pembinaan dari Pemkab Malang belum juga cair.
Baca juga: Porprov Jatim 2025, 15 Ribu Atlet Akan Padati Kota Malang
Protein hewani seperti ayam sangat dibutuhkan dalam pola makan atlet, namun keterbatasan dana membuat mereka mencari alternatif yang lebih murah meski berisiko.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko































