Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pertanian

Terganjal Pembatasan Mobilitas Karena PPKM, Petani Bunga Kota Batu Pusing

Redaksi by Redaksi
Juli 28, 2021 8:27 pm
in Pertanian
Petani bunga mawar Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu Kota Batu. Foto Sholeh.

Petani bunga mawar Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu Kota Batu. Foto Sholeh.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

BATU – Melonjaknya permintaan tanaman hias ditengah pandemi kembali meredup usai PPKM Darurat diterapkan. Sebagai wilayah pemasok tanaman hias terbesar, nyatanya petani tanaman hias Kota Batu terseok seok juga lantaran kesulitan dalam proses distribusi.

Tanaman hias Kota Batu yang mayoritas pasarnya berada di luar Kota Batu terpaksa harus mengencangkan ikat pinggang. Pembatasan mobilitas ternyata juga berdampak pada menurunnya permintaan tanaman hias.

READ ALSO

Tabrakan Beruntun di Pakis Malang, 8 Korban Alami Luka-luka

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Sugiono (43), petani bunga mawar Desa Sidomulyo, Kota Batu mengaku harus rela menurunkan harga bunganya demi kembali memikat minat pembelinya. Tanaman bunga mawar yang biasa dia jual dengan harga Rp 6.000 harus diturunkan hingga Rp 3.000 per polybag.

“Tanaman kami sepi pembeli sejak awal PPKM Darurat. Karena memang mayoritas pembeli kita dari Jawa Tengah dan Bali. Mereka biasanya kesini tapi sekarang karena disekat, gak bisa kesini,” ujarnya, Rabu (28/7/2021).

“Dari Jawa Tengah sasuk Jawa Timur saja sudah sulit. Meski bisa masuk dengan persyaratan rumit itu, tapi disana juga gak bisa jualan karena peminatnya juga menurun. Pembeli saya mayoritas juga penjual juga,” imbuhnya.

Lantaran tak laku, Sugiono harus memangkas bunganya yang sudah tak layak jual agar bisa tumbuh tangkai bunga yang baru. Namun pemangkasan ini beresiko pada pembengkakan biaya perawatan bunganya yang berada di lahan 800 meter persegi itu.

Dia harus kembali memupuk hingga penyemprotan pestisida agar tanaman berbunga dengan baik lagi. Sehingga biaya perawatan bunga ini harus digelontorkan lebih banyak lagi sementara disisi lain pendapatannya berkurang drastis.

“Kalau terus terusan seperti ini tentu kami harus ganti profesi. Sejak PPKM ini baru 5 pembeli yang datang kesini, itupun sedikit dan mereka warga Kota Batu,” paparnya.

Dalam PPKM Darurat yang sudah diperpanjang dengan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021 ini, dia berharap pemerintah tak memperpanjang lagi agar para petani tanaman hias bisa kembali mendistribusikan tanamannya ke luar kota.

“Sekarang ini yang terparah, dulu kita mungkin hanya kalah dengan saingan bunga lain yang lagi tenar. Tapi dulu kita masih bisa jualan, lah sekarang kemana mana gak bisa” kata Sugiono yang sudah bertani bunga mawar sejak 1990 itu.

Sementara itu, Ibadi Sholikin, petani bunga mawar Desa Sidomulyo, Kota Batu mengaku juga mengalami kesulitan pengiriman bunga ke luar kota. Dimana mayoritas pembelinya merupakan warga luar kota.

“Pembeli saya biasanya ada yang datang kesini, ada juga permintaan untuk mengirim ke luar kota juga. Ada dari Pontianak, Flores, Jogja dan lainnya,” ujar Sholikin yang sudah berprofesi sebagai petani bunga mawar sejak 1998 itu.

Menurutnya sebelum PPKM Darurat, dia bisa mengirim bunga mawar ke luar kota hingga 10 ribu polybag dalam waktu seminggu. Namun kini dikatakan sejak PPKM Darurat, menjual 1.000 bunga saja sulit sekali.

“Kalau gak laku ya dibakar saja, kemudian nanam tanaman lain saja. Karena bunga mawar ini rumit perawatannya. Kalau sudah dipotong sekali dua kali tetap gak terjual maka mau gak mau ya dibakar saja. Kalau terus dirawat ya rugi sedangkan pendapatan gak ada,” ucapnya.

Tags: batukota batupetani bungaPPKMpusing

Related Posts

Petugas melakukan olah TKP kecelakaan yang terjadi di Pakis. Foto: Satlantas Polres Malang
Pertanian

Tabrakan Beruntun di Pakis Malang, 8 Korban Alami Luka-luka

Minggu, 1 Feb 2026
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
Tersangka KUR Fiktif
Hukum & Kriminal

Ajukan KUR Fiktif di Bank Plat Merah hingga Miliaran Rupiah, 4 Tersangka Ditahan

Selasa, 10 Des 2024
Gelapkan
Bisnis

Gelapkan Dagangan dan Bikin Nota Fiktif di Blitar Kota, Dua Sales PT Bintang Sayap Utama Dipolisikan

Kamis, 5 Des 2024
Pencuri,Pecahkan kaca mobil,Gasak surat penting - Pecahkan Kaca Mobil, Pencuri di Pakisaji Gasak Surat Berharga dan Uang Tunai Rp2 Juta
Pertanian

Desa Tawangargo di Malang Jadi Pilot Project Program Closed Loop Agribisnis Hortikultura

Rabu, 4 Sep 2024
Bunga yang terlihat cantik berikut memiliki kadar racun dan zat yang sangat mematikan bagi makhluk hidup lainnya. Foto/Pixabay
Pertanian

Terlihat Cantik dan Indah, 5 Bunga Ini Bisa Berisiko Mematikan

Jumat, 16 Agu 2024
Next Post
Pascasarjana UMM Kaji Tantangan dan Peluang Era New Normal

Pascasarjana UMM Kaji Tantangan dan Peluang Era New Normal

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.