Sabtu, Juni 27, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

6 Rahasia Neurosains Agar Otak Bisa Belajar Lebih Cepat

Redaksi by Redaksi
Mei 3, 2026 7:41 am
in Tugu Sehat
Rahasia Neurosains

Ilustrasi kerja otak yang maksimal sehingga dapat belajar dengan cepat ( Foto: Pinterest @Ghadi)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Banyak orang beranggapan bahwa seiring bertambahnya usia, kemampuan belajar ikut menurun. Namun, Dr. Lila Landowski, seorang neurosaintis sekaligus dosen asal Australia, mematahkan mitos tersebut dalam presentasi TEDx bertajuk “Brain Hack: 6 Secret to Learning Faster, Backed by Neuroscience”. Ia menegaskan bahwa kunci belajar cepat terletak pada pemahaman cara kerja otak.

Landowski menjelaskan bahwa inti dari proses belajar adalah neuroplastisitas. Ia menyebut, “Neuroplasticity is the scientific term that essentially means our brain’s ability to physically change in response to experience.”

READ ALSO

Gratis! Ikuti Event Webinar Session PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang

Pasca INAS26, PSLC Terus Berkomitmen Bergerak Mendukung Lingkungan yang Lebih Ramah bagi Anak

“Neuroplasticity merupakan istilah ilmiah yang mengacu pada kemampuan otak kita untuk mengalami perubahan fisik sebagai respons terhadap pengalaman.”

Menurutnya, saat belajar, terbentuk koneksi bernama sinapsis di antara 86 miliar neuron di otak. Untuk memaksimalkan proses ini, ada enam rahasia neurosains yang dapat diterapkan.

Enam Rahasia Neurosains

1. Attention

Di tengah derasnya distraksi digital, perhatian menjadi semakin sulit dijaga. Kebiasaan scrolling media sosial dapat menurunkan fokus secara signifikan. Akibatnya, saat belajar, kita tidak lagi mampu berkonsentrasi penuh pada tugas.

Padahal, otak dirancang untuk fokus pada satu hal dalam satu waktu.

“We are designed to focus on one thing at a time,” tegasnya.

Untuk meningkatkan fokus, Landowski menyarankan olahraga selama 20 menit sebelum belajar. Aktivitas fisik ini terbukti dapat meningkatkan ukuran bagian otak yang berperan dalam memori serta mempertajam fokus hingga dua jam setelahnya.

2. Alertness

Tingkat kewaspadaan tidak stabil sepanjang hari. Manusia mengikuti ultradian rhythm, yaitu siklus alami di mana setiap 90 menit kita masuk dan keluar dari fase waspada.

Karena itu, tubuh tidak bisa dipaksa berada dalam kondisi siaga penuh sepanjang waktu. Untuk meningkatkan kewaspadaan secara cepat, Landowski menyarankan stimulasi sistem saraf simpatik melalui teknik pernapasan atau mandi air dingin.

Namun, ia mengingatkan, “Too much stress is harmful,” karena stres kronis justru merusak struktur otak dan memori.

Baca juga: Sering Terdistraksi? Ini Rekomendasi Aplikasi untuk Fokus Belajar

3. Sleep

Masih banyak mahasiswa yang menganggap begadang sebagai solusi belajar. Padahal, kebiasaan ini justru bisa menjadi kesalahan besar.

Landowski menekankan pentingnya tidur dalam proses penguatan memori. Hipokampus berfungsi sebagai penyimpan memori jangka pendek, lalu saat tidur, informasi tersebut dipindahkan ke korteks menjadi memori jangka panjang.

“If you don’t sleep, you won’t retain information well,” ujarnya.

Tanpa tidur, informasi yang dipelajari hanya bertahan sementara dan mudah hilang.

4. Repetition

Repetisi berperan penting dalam memperkuat sinapsis sehingga informasi lebih mudah diingat kembali. Namun, banyak orang hanya berlatih tanpa memperhatikan pola pengulangan.

Landowski menyarankan metode spaced repetition atau pengulangan berjarak, yaitu membagi waktu belajar ke dalam beberapa sesi pendek di hari berbeda. Cara ini jauh lebih efektif dibandingkan satu sesi panjang dalam satu hari karena memberi waktu bagi otak memperkuat koneksi saraf secara bertahap.

5. Breaks

Istirahat menjadi bagian penting dalam proses belajar. Setelah sesi yang intens, disarankan mengambil jeda selama 10 hingga 20 menit tanpa menyentuh gadget.

Pada fase ini, otak secara alami melakukan replay terhadap informasi yang baru diterima dan menstabilkannya. Jeda bukan pemborosan waktu, melainkan kesempatan bagi otak untuk memproses informasi secara lebih dalam.

6. Mistake

Kesalahan sering kali membuat seseorang merasa rendah diri saat belajar. Namun, Landowski menegaskan bahwa kesalahan justru memiliki peran penting dalam proses pembelajaran.

Secara biologis, saat melakukan kesalahan, otak melepaskan sinyal kimia yang meningkatkan perhatian agar tidak mengulanginya. Sebaliknya, ketika berhasil, otak melepaskan dopamin sebagai bentuk penghargaan.

“If you make a mistake, your brain learns. If you get it right, your brain rewards you.”

Jika melakukan kesalahan, otak akan belajar. Jika benar, otak memberikan imbalan berupa dopamin.

Dengan mengombinasikan enam prinsip ini, potensi otak dapat diasah kembali secara optimal. Seperti disampaikan Dr. Landowski, memahami mekanisme saraf menjadi kunci untuk menjadi pembelajar yang lebih tangguh dan efisien di usia berapa pun.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: ‘Isyatur Rodhiyah/Magang
redaktur: jatmiko

Tags: Cara belajar cepatLila LandowskineurosainsSelf improvementtips belajar efektif. Tag: Belajar CepatTips Edukasi

Related Posts

PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang gelar webinar session sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak, khususnya anak dengan gangguan autisme. /Foto: Dok. PSLC.
Tugu Sehat

Gratis! Ikuti Event Webinar Session PSLCNet Al Qowiy Tanjungpinang

Kamis, 25 Jun 2026
inas26
Tugu Sehat

Pasca INAS26, PSLC Terus Berkomitmen Bergerak Mendukung Lingkungan yang Lebih Ramah bagi Anak

Rabu, 24 Jun 2026
PSLC bersama Avicenna Childhood hadirkan event Seminar Internasional Anak Berkebutuhan Khusus 2026. /Foto: Dok. PSLC
Tugu Sehat

Kolaborasi PSLC X Avicenna Childhood Hadirkan Seminar Internasional Anak Berkebutuhan Khusus 2026

Senin, 22 Jun 2026
Clinical Director of PSLC
Tugu Sehat

Pasca INAS26, PSLC Tegaskan Komitmen Dampingi Anak dengan Autisme dan Keluarga

Rabu, 17 Jun 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Medical Check Up Hospital Penawar: Langkah Bijak untuk Mendeteksi Kondisi Kesehatan Sejak Dini

Jumat, 12 Jun 2026
Inas26
Tugu Sehat

Hari Ini Digelar! INAS26 Kontribusi Nyata untuk Mewujudkan Kehidupan yang Lebih Inklusif

Kamis, 11 Jun 2026
Next Post
Memilih susu dan jenisnya.

Cara Memilih Susu: Ini Perbedaan Dairy, Almond, Soy, dan Oat Milk

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.