Seni Memaafkan untuk Kehidupan yang Lebih Baik

  • Whatsapp
Fuji Astutik,M.Psi, Dosen Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang. dok

 

Fuji Astutik.,M.Psi Psikolog*

Bacaan Lainnya

“Pemaafan adalah memilih mencintai. Ini ketarampilan pertama memberi cinta pada diri sendiri”. Mahatma Gandhi

Sebagaimana yang dikatakan  Gandhi, bahwa memaafkan adalah salah satu upaya seseorang untuk memilih mencintai dirinya sendiri. Memafkan akan membawa seseorang dari rasa tidak nyaman, rasa marah, dendam dan sakit hati atas perilaku seseorang kepada kondisi yang sebalikinya.

Kondisi yang sebaliknya tersebut adalah rasa damai terbebas dari belenggu sakit hari dan rasa dendam. Ketika seseorang masih membawa persaan yang tidak nyaman itu dalam dirinya, ia akan terus menerus kesakitan. Sama halnya ketika kita di “bacok” menggunakan pisau yang tajam.

Pisau itu masih menempel ditubuh kita, kita bawa kemana-mana maka sakitnya akan terasa. Bahkan lukanya akan semakin dalam saat terbentur sesuatu. Begitulah ketika seseorang membawa rasa sakit dan dendam dalam dirinya, rasa itu akan tetap ada, jika ada masalah atau hal-hal yang sedikit memiliki kesamaan dia akan merasakan semakin sakit hati.

Oleh karena itulah kenapa kita harus meaafkan agar terbebas dari semua beban tersebut. Jika sudah terbebas maka hati akan terasa damai dan hidup akan lebih Bahagia.

Memaafkan adalah sebuah pilihan, sesorang bisa memilih jalan mana yang akan diambil. Apakah aka tetap bertahan dengan rasa tidak nyamannya atau melepaskan dengan cara memaafkan. Lantas kapan kita kita harus memaafkan?

Jawabannya ketika kita merasakan rasa yang tidak nyaman atau ada perubahan yang terjadi dalam hidup kita atas persepsi atau pikiran kita mangenai kesalahan seseorang. Sering muncul perasaan cemas terus-menerus, keinginan untuk balan dendam, ikut merasakan kemarahan orang lain dan merasa anda pernah mengalami hal yang sama.

Baca Juga  Kabar Kibul

Enggan untuk bersosialisasi dengan orang lain, sering salah paham, memiliki pikiran buruk pada orang lain dan mudah marah pada hal yang remeh. Dalam keadaan yang seperti ini, maka mulailah berfikir untuk memaafkan apa yang menjadi beban kita

Selanjutnya bagaimana cara untuk memulai memaafkan? Adapun cara yang bisa dilakukan salah satunya adalah sebagai berikut:

  1. Mengenali luka yang dirasakan, luka yang seperti apa? Seberapa dalam luka tersebut dirasakan, rasakan pula situasinya saat anda merasa terluka pada kondisi yang seperti apa atau kata-kata yang mana yang membuat sakit
  2. Langkah berikutnya dalam keadaan yang rileks anda bisa mengungkapkan perasaan anda, rasa marah, sedih dan kecewa (tidak langsung pada orangnya), anda bisa membayangkan saja sosok yang membuat anda marah,
  3. Temukan alasan kenapa anda memaafkan, misalnya untuk kebaikan hidup saya, agar saya terbebas dari beban masa lalu dan lain sebagainya
  4. Mulailah memaafkan dengan mencoba memahami mengapa orang lain melakukan kesalahan tersebut. Mulailah melakukan hal baik dan menerima rasa sakit hati. Berilah hadiah pada pelaku dengan cara memaafkan apa yang telah dilakukan
  5. Mendalami kejadiannya yaitu menemukan makna dari sakit hati atau penderitaan yang pernah dialami. Memahami bahwa anda tidak sendirian ada banyak orang yang mungkin merasakan hal yang sama dan mulailah temukan tujuan hidup anda.

Itulah beberapa tips singkat yang bisa dilakukan untuk menemukan kehidupan yang lebih baik. Sekali lagi memaafkan adalah pilihan. Memaafkan iru bernilai, bukan hanya menggugurkan kewajiban, bukan hanya karena momentum dan rasa tidak enak. Memaafkan bukan hanya sekedar diucapkan dalam lisa namun dirasakan dari hati dan terlihat dalam perbuatan sehari-hari. Memaafkan itu menyehatkan dan membahagiakan.

Baca Juga  GERHANA BULAN, Dekatkan Diri Kepada Tuhan

 

* Dosen UIN Malang, Fakultas Psikologi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *