Peran Pemda dalam Pengendalian Tembakau

  • Whatsapp

Kemarin, saya menerima kiriman dokumen di WA Group, Informasi tentang lomba menulis karya jurnalistik untuk wartawan dengan tema Hari Tanpa Tembakau se Dunia ‘Henti bukan Ganti’ Penyelenggara lomba adalah Pemkab Kulon Progo-Yogjakarta melalui Dinas Kesehatan. Wah, luar biasa batin saya. Tertarik dengan Pemkab Kulon Progo, lalu saya mulai browsing tentang hal lain terkait dengan pengendalian tembakau di Kulon Progo.

 

Bacaan Lainnya

Sekitar Februari dan Maret 2021 ada berita yang menarik perhatian, yaitu berita-berita terkait penegakan Pemkab Kulon Progo terhadap perokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pemkab menurunkan tim penegak aturan (Satpol PP, Dinkes, Relawan) pada 24-25 Februari. Begitupula yang dilakukan pemkab pada Maret 2021. Mereka menyita KTP PNS yang ketahuan merokok di KTR, lalu menyidang mereka dengan penyuluhan dan pemberian surat peringatan. Satuan penegakkan ini juga menyita puluhan asbak yang ada di ruang kerja-ruang kerja kantor pemerintahan. Hal itu dilakukan utuk menegakkan Perda No. 5 tahun 2014 tentang KTR dan Pelaksanaannya melalui Peraturan Bupati No. 3 tahun 2015.

 

Bahkan hasil dari penegakkan itu ditindak lanjuti dengan rekomendasi satpol PP kepada Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) untuk menyediakan ruang khusus bagi pengawai yang masih merokok dan penambahan fasilitas lainnya.

 

Selain menetapkan sekaligus menegakkan RTK, pemkab Kulon Progo telah menaruh perhatian pada penertiban iklan rokok. Sebelum pandemi 2020, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang berasal dari kantor tiap kalurahan (desa) dan kapanewon (kecamatan) dikerahkan untuk menutup iklan-iklan rokok media luar ruang. Sebelum menutup seluruh iklan rokok, mereka mengawali dengan memasang banner yang berisi ajakan tidak merokok di sembarang tempat dan merokok secara etis. Banner-banner dipasang di warung-warung dan toko ritel, terutama yang berdekatan dengan KTR. Hal ini sebagai perwujudan pelaksanaan Perda yang juga tegas melarang promosi produk tembakau, iklan niaga produk tembakau, hingga sponsor produk tembakau di Kulon Progo.

Baca Juga  Mikrolet, Kuliner, dan Rokok

 

Meskipun mungkin masih banyak yang melanggar, namun upaya yang dilakukan oleh Pemkab Kulon Progo patut diapresiasi. Apa yang dilakukan oleh Pemkab Kulon Progo memang merupakan kewajiban yang harus dilakukan sebagai bagian dari kepatuhan publik dan amanah undang-undang yang harus dilaksanakan pemda dalam upaya melindugi kesehatan masyarakat.

Pemerintah Sebagai Pendorong Inovasi

 Pemerintah Daerah bisa mengambil peran dalam upaya pengendalian tembakau melalui penetapan KTR, penetapan cukai rokok, pelarangan iklan rokok di tempat publik (sekolah, Rumah Sakit, taman kota, pusat pelayanan administrasi, dsb.), pembatasan penjualan rokok, kampanye hidup sehat dan anti rokok, pembatasn industri tembakau.  

 

Berdasarkan laporan Atlas Tembakau Indonesia (2020) 67% dari 517 kabupaten/kota sudah memiliki peraturan KTR berupa Peraturan Daerah Kabupaten, Peraturan Walikota, Peraturan Bupati, SK Bupati, dan SE Bupati. Begitu juga penetapan cukai rokok yang tinggi juga merupakan salah satu peran pemerintah daerah dalam pengendalian tembakau.

Beberapa teman mempertanyakan, pengendalian tembakau akan mematikan petani tembakau dong? Sebenarnya yang dimaksud pengendalian tembakau bukan berarti akan mematikan petani tembakau. Sudah terbukti negara-negara yang gencar melakuka pengendalian tembakau tidak mematikan petani tembakau. Hal lain dalam pengendalian tembakau adalah mendorong pengolahan tembakau menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Bisa menjadi bahan insektisida, kosmetik, atau bahkan insulin, misalnya. Pemerintah daerah bisa mendorong inovasi pemanfaatan tembakau selain rokok. Memang memerlukan dana investasi, namun manfaatnya lebih besar daripada dijadikan rokok yang merusak kesehatan karena campuran kandungan zat aditif dalam sebatang rokok. Pemerintah Daerah perlu kerjasama dengan perguruan tinggi dan para peneliti utuk mendorong inovasi pemanfaatna tembakau selain rokok.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *