Pembina dan Pengurus SMA SPI Kota Batu Lakukan Komunikasi dengan Kuasa Hukum

  • Whatsapp
SMA SPI Kota Batu yang foundernya dilaporkan Komnas Perlindungan Anak ke Polda Jatim. Foto: M Sholeh

Batu – Pembina dan Pengurus SMA SPI telah melakukan komunikasi dengan kuasa hukum terkait pemberitaan  Komnas Perlindungan Anak, yang melaporkan 15 anak menjadi korban kekerasan seksual, dan diduga dilakukan JE, pendiri SMA SPI Kota Batu. 

“Saat ini kami bersama tim Kuasa Hukum sedang menindaklanajuti hal ini dan berkomunikasi dengan semua pihak terkait. Termasuk melakukan langkah langkah hukum yang dipandang perlu,” ujar Kepala Sekolah SMA SPI Kota Batu, Risna Amalia, Minggu (30/5/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, para Pembina dan Pengurus SMA SPI merasa kaget dengan pemberitaan yang ada karena tidak sesuai dengan kejadian yang terjadi di SMA SPI sehari hari. Selain itu, pihaknya mengaku tidak ada komunikasi dengan pihak manapun hingga pemberitaan beredar.

“Seluruh anak didik dan kegiatan SPI saat ini berjalan seperti biasa dan kami akan tetap berpegang pada tujuan untuk menghantarkan para siswa memiliki life skill untuk kehidupannya berlandaskan cinta kasih. Seluruh pengurus dan pendiri SPI tetap berkomitmen pada misi mulia yang kami bangun sejak semula SPI berdiri,” bebernya.

Sementara itu, Recky Bernadus Surupandi, kuasa hukum JE dalam keterangan resmi menyampaikan, dalam hal ini perlu adanya kewajiban untuk membuktikan kebenaran atas pengaduan yang ada.

Selain itu, terlapor juga memiliki hak untuk melakukan upaya hukum demi membuktikan ketidakbenaran suatu pengaduan maupun pelaporan. Karena setiap perbuatan pidana harus dilengkapi dengan alat bukti yang sah sesuai Undang Undang yang berlaku.

Baca Juga  Bantah Kesaksian Alumni, Kuasa Hukum Founder SMA SPI Kumpulkan Bukti Penyangkal

“Kami selaku Kuasa Hukum menyatakan bahwa laporan tersebut belum terbukti dan akan mengikuti seluruh proses hukum yang ada sesuai dengan ketentuan peraturan,” tuturnya.

Pihaknya meminta agar semua pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan dengan tidak mengeluarkan opini yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan dapat merugikan pihak terkait.

“Kami selaku Kuasa Hukum akan melakukan upaya hukum sebaik baiknya guna kepentingan hak dan kepentingan hukum dari klien kami,” ujarnya.

Reporter: M Sholeh
Foto: SMA SPI Kota Batu yang foundernya dilaporkan ke Polda Jatim atas dugaan kekerasan seksual

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *