MALANG, Tugumalang.id – Jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Malang berada di angka sekitar 6 ribu. Rata-rata alasan mereka tidak melanjutkan pendidikan adalah faktor ekonomi. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang menyiapkan beasiswa untuk menekan angka tersebut.
Di tahun 2025 ini, Disdik Kabupaten Malang akan memberikan beasiswa untuk 200 siswa. Setiap anak mendapatkan beasiswa sebesar Rp200 ribu selama 12 bulan. Masing-masing siswa mendapatkan total beasiswa sebesar Rp2,4 juta.
“Kriteria penerimanya adalah anak yang rawan putus sekolah dan berasal dari keluarga miskin atau kesulitan secara ekonomi,” kata Kepala Disdik Kabupaten Malang, Suwadji, belum lama ini.
Baca Juga: Memprihatinkan, Ribuan Anak di Kabupaten Malang Putus Sekolah
Ia menambahkan pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Malang. Pendataan ini dilakukan untuk verifikasi data anak putus sekolah sesuai dengan nama dan alamatnya.
“Data dari Dapodik ada 6 ribu anak putus sekolah di tingkat SD dan SMP. Tapi masih kami cross check lagi,” ujar Suwadji.
Kepada Tugu Malang ID, Suwadji memaparkan beberapa faktor yang menyebabkan anak putus sekolah di Kabupaten Malang. Selain faktor ekonomi, ada faktor lingkungan, tersangkut masalah sosial, pernikahan dini, hingga jarak antara rumah dengan sekolah.
“Ada juga faktor motivasi dari orang tua dan anaknya. Ada yang nggak punya motivasi sekolah meskipun mampu. Ada juga yang membantu orang tuanya bekerja,” beber Suwadji.
Baca Juga: Berhasil Diturunkan Angka Anak Tidak Sekolah di Kota Malang, PJ Wali Kota: Tancap Gas hingga Zero ATS
Untuk menekan angka putus sekolah, Disdik Kabupaten Malang juga mengupayakan orang tua asuh bagi para siswa yang kesulitan ekonomi. Selain itu, terdapat program bantuan sosial bagi 5.100 siswa miskin. Masing-masing siswa menerima bantuan sejumlah Rp500 ribu per tahun.
Bagi siswa yang putus sekolah karena faktor selain ekonomi, Disdik Kabupaten Malang menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Sosial Kabupaten Malang. Mereka juga meminta bantuan tokoh masyarakat dan kepala desa untuk mengatasi masalah tersebut.
“Kami upayakan dengan beberapa pola penanganan,” kata Suwadji.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko