Sabtu, Agustus 29, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Gus Baha

Redaksi by Redaksi
September 11, 2022 9:26 am
in Catatan
Gus Baha

Irham Thoriq.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

 

Irham Thoriq*

READ ALSO

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Kami justru dapat pelajaran dari Gus Baha meski tidak bertemu. Ceritanya seperti ini.

Setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan sejumlah teman di Alun-Alun Utara, Yogyakarta, Jumat malam (02/09/2022), kami bertolak ke Rembang, Jawa Tengah. Kami bergegas sekitar pukul 21.00 WIB.

Dengan estimasi perjalanan sekitar enam jam, kami meluncur ke Rembang melalui Tol trans Jawa. Kami hanya berhenti di Rest Area Ngawi. Setelah itu, keluar di Tol Ngawi.

Perkiraan kami tidak meleset, kami tiba di Pesantren Gus Baha, tepatnya di Kecamatan Narukan, Rembang, sekitar pukul 03.00 WIB. Kami menyapa seorang santri. Bertanya, apa benar pesantren tersebut adalah Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengembang Ilmu Al-Qur’an (LP3IA) yang diasuh oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Santri itu tidak menjawab. Dan ngeluyur begitu saja.

Tampaknya, santri itu sedang berjalan untuk pindah tidur. Dia setengah sadar ketika kami sapa. Baru kepada santri yang lain, kami dapat kepastian kalau pesantren itu adalah pesantren Gus Baha.

Seorang santri lalu mengarahkan kami ke ruang tamu yang berada di sudut pesantren. Subuh berkumandang, kami bergegas. Dari awal, kami memang menargetkan untuk bisa salat Subuh. Targetnya tentu saja bisa bertemu dengan Gus Baha.

Kami sudah menyiapkan oleh-oleh untuk Gus Baha sejak dari Yogyakarta. Oleh-oleh itu juga saya bawa saat salat Subuh.

Posisi salat kami pun mengikuti anjuran seorang teman yang rumahnya tidak jauh dari pesantren itu: salat Subuh agak ke belakang, biasanya Gus Baha menjadi makmum dan salat di belakang. Tapi, kami gagal bertemu dengan Gus Baha. Dia tidak terlihat di dekat kami salat Subuh agak di belakang. Mungkin, Gus Baha salat juga di musala pesantren, tapi berada di bagian lain.

Setelah salat Subuh, kami mencoba mengikuti anjuran orang lain yang disampaikan melalui istri. Mencoba bertanya ke pengurus pesantren dan mengutarakan niatnya untuk bisa sowan (bertemu) dengan Gus Baha.

Salah seorang pengurus menyebut bahwa Gus Baha sudah lama tidak menerima tamu. Tidak hanya kami, banyak tamu dari luar Jawa yang juga gagal bertemu.

”Ada dari Lampung, ada juga orang sakit yang ke sini, ya gak ditemuin. Gus Baha kan bukan dokter,” kata santri tersebut.

Kami tetap bersikukuh dengan menyampaikan bahwa kami adalah jurnalis yang sedang melakukan ”Jelajah Jawa-Bali, Mereka yang Memberi Arti”. Program ini adalah program kolaborasi antara Tugu Media Group dan PT Paragon Technology and Innovation yang mengangkat hal-hal inspiratif dari berbagai daerah. Tapi, santri itu tetap menyatakan kalau Gus Baha tidak bisa menerima tamu.

Gus Baha, santri tersebut mengatakan, meminta para tamunya untuk datang di pengajian rutin beliau yakni setiap Rabu, dua minggu sekali. Gus Baha meminta bahwa orang jika ngefans atau mengagumi seseorang, lebih baik kagum pada keilmuannya. Selain itu, meniru ilmu yang diajarkan orang tersebut. Tidak lantas ngefans hanya kepada orangnya saja.

Karena itu, Gus Baha menghindari tamu. Termasuk, orang tua yang hendak menitipkan anaknya untuk menjadi santri di Pesantren Gus Baha, juga tidak bisa bertemu. Orang tua tersebut hanya bertemu dengan pengurus pesantren.

Biasanya di pesantren-pesantren, orang tua yang mendaftarkan anaknya selalu bertemu dengan pengasuh atau kiai pesantren. Sowan, bahasanya seperti itu. Umumnya, meski bukan sebuah kewajiban, orang tua memberi sejumlah uang atau salam tempel kepada sang kiai.

Gus Baha yang terkenal dengan kehidupannya yang sederhana, justru menolak hal tersebut. Padahal, jika mau, saya yakin, setiap hari akan banyak orang yang sowan ke Gus Baha. Tapi, dia hanya ingin ditiru melalui ilmunya. Tidak perlu bertemu langsung. Itu sikap dan pilihan dari Gus Baha.

Kita tahu dalam beberapa tahun belakangan, Gus Baha adalah sosok yang luar biasa. Di YouTube, video-video Gus Baha mayoritas ditonton puluhan ribu orang. Bahkan, ada satu videonya ditonton 2,1 juta orang.

Lagi-lagi, dalam hal YouTube, Gus Baha tak lazim. Beliau tidak punya channel resmi, tampaknya sengaja tidak membuat. Dengan demikian, dari pengajiannya yang viral, Gus Baha tidak mendapatkan keuntungan ekonomi apa-apa. Di salah satu pernyataannya, Gus Baha tak masalah. Setidaknya, pengajiannya sudah memberi pencerahan bagi orang lain, juga memberi sumber ekonomi bagi yang lain juga.

Belakangan, viral juga pernyataan podcaster Deddy Corbuizer yang bercerita kepada Gus Miftah bahwa dia sedang suka mendengarkan video Gus Baha. Gus Miftah bukannya mempermasalahkan, justru menjawab beliau juga dengan ceramah Gus Baha.

”Ngaji kepada Gus Baha itu sangat-sangat menyenangkan karena seolah semua manusia itu berpotensi masuk surga. Dan beliau rileks dalam menyampaikannya,” kata Gus Miftah.

Dalam sebuah kesempatan, Gus Baha mengatakan bahwa dia tidak ingin terlalu dihormati yang berlebihan. Itu adalah pesan sang ayah kepada Gus Baha.

Ya, kadang gila hormat secara berlebihan memang tidak bagus. Karena itu akan ”membelenggu” kita.
Apalagi, sejatinya kita bukanlah siapa-siapa, kita bukan apa-apa.

Kepada Gus Baha, kita banyak belajar. Sekalipun belum pernah bertemu Gus Baha secara langsung.

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali, tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id

*CEO Tugu Media Group (Tugumalang.id, Tugujatim.id, Tugubandung.id)

editor: jatmiko

Tags: gus bahaJawa-Balijelajah jawa bali

Related Posts

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
SEKATEN
Catatan

SEKATEN

Selasa, 18 Agu 2026
Next Post
tips turunkan berat badan tanpa diet

Mau Berat Badan Turun Tanpa Diet? 7 Kebiasaan Mudah Ini Membantumu Menurunkan Berat Badan

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.