Tugumalang.id – Kipli hanya bisa menatap ayahnya yang dikawal polisi karena mencuri bendera merah putih untuknya di Balai Desa. Itu satu potongan adegan film Bendera Sobek yang membuat penonton merasa terenyuh dalam acara nonton bersama di Indrokilo Art Space Jl. Ki Ageng Gribig No. 102, Kota Malang, pada Minggu (23/02/2025).
Bendera Sobek merupakan film yang disutradarai Sudjane Ken Ken, arek asli Malang, pada tahun 2022. Film ini menceritakan kisah seorang anak bernama Kipli yang terpaksa putus sekolah karena terhalang masalah ekonomi.
Baca Juga: Wadahi Warga Nonton Gratis, Kampung Film Glanggang Gelar Nobar 6 Film Pendek
Suatu ketika, ia mengadu kepada ayahnya tentang keinginannya merayakan hari kemerdekaan dan hormat kepada sang saka merah putih di sekolah. Untuk mewujudkan keinginan anaknya, ayah Kipli terpaksa mencuri bendera merah putih di balai desa dan berakhir ditangkap polisi.
Menurut Sudjane Ken Ken, film pendek berdurasi 10 menit yang gelar oleh Malang Art Forum ini menyoroti masalah realitas sosial yang kompleks. Terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi dalam mengakses pendidikan.
Selain itu, kata Ken Ken sapaan akrabnya, film ini juga menunjukkan bahwa kemiskinan dapat mendorong orang untuk membenarkan segala cara.
Hal ini diperparah ketika kasus ini bertemu dengan hukum yang tumpul. Bukannya fokus untuk menyelesaikan masalah Kipli yang hak belajarnya dicuri, polisi justru memenjarakan ayahnya karena mencuri bendera.
Baca Juga: 10 Film Romantis untuk Isi Libur Akhir Pekanmu
Ken Ken yang juga pendiri Kampung Film Gelanggang itu memang memiliki perhatian tersendiri pada kasus-kasus sosial di masyarakat. Itu seperti terlihat pada banyak film pendek dia yang lain sebagaimana tayang di YouTube Sewek Kawung.
Bahkan alumni ISI Yogyakarta itu, bertekat menjadikan film bisa dilakukan oleh warga di kampungnya untuk mengekspresikan diri. Cita-cita terbesarnya adalah mendirikan sekolah film di Malang.
“Saya punya ilmu, saya dedikasikan ke masyarakat terkait ilmu film. Harapan saya pribadi adalah satu, kampung kami punya ikon, yang kedua mereka punya kerjaan sampingan gitu,” Ujar Ken Ken ditengah acara diskusi.
Lewat Pameran Seni Rupa “Kait” yang dilaksanakan di Indrokilo Art Space, Ken Ken berterima kasih karena diundang sebagai narasumber dan dapat berbagi ilmu mengenai perfilman.
Acara nobar dan diskusi film ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap film, tetapi juga membuka ruang bagi sineas muda dan pencinta film untuk bertukar gagasan.
Malang Art Forum berkomitmen untuk terus menghadirkan acara dalam bidang budaya di masa mendatang. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin tertarik untuk mendalami dunia perfilman dan memahami isu-isu yang diangkat melalui film.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Hailatun Nada Salsabila (Magang)
Editor: Herlianto. A